Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Mundur Setelah 35 Tahun, Divisi Laptop Toshiba Diakuisisi Sharp

0 171

Jika memang tidak sanggup bertahan, maka sebaiknya memang mundur saja. Mungkin itulah yang dipikirkan oleh salah satu perusahaan multinasional asal Jepang, Toshiba ketika memutuskan untuk mundur dari bisnis laptop baru-baru ini. Hal sama yang terjadi pada Sony tak lagi menjual Vaio.

Tak hanya dikenal sebagai produsen elektronik rumahan seperti TV, Kulkas dan lainnya, laptop Toshiba juga cukup populer di Tanah Air. Setelah 35 tahun berkecimpung dalam dunia PC dan laptop, Toshiba memutuskan untuk berhenti secara penuh pada 4 Agustus kemarin.

Mundurnya Toshiba dari bisnis laptop ini juga menjadi proses yang mulus untuk Sharp. mengingat pada tahun 2018 lalu, mereka telah membeli saham sebesar 80,1% dari bisnis PC milik Toshiba, senilai USD36 juta.

Proses tersebut telah mengubah nama divisi Toshiba Client Solutions Co., Ltd (TCS) menjadi Dynabook Inc. Dengan mundurnya Toshiba, sisa saham akan ditransfer secara utuh selama bulan September ini. “Sebagai hasil dari pengalihan ini, Dynabook telah menjadi anak perusahaan yang seutuhnya dimiliki oleh Sharp,” jelas Toshiba dalam sebuah pernyataan di situs resminya.

Baca juga: Dynabook Portégé X30L-G, Laptop 13,3″ Teringan dengan Prosesor Intel Terbaru

Histori Laptop Toshiba Dimulai Sejak 1985

Laptop Toshiba T1100
T1100, laptop atau PC portabel pertama yang diproduksi Toshiba.

Dikutip dari Reuters, Sharp bakal dapat menggunakan sejumlah porsi perusahaan manufaktur, Foxconn untuk memproduksi perangkat PC dengan harga lebih terjangkau. Dengan begitu, perusahaan yang berbasis di Osaka tersebut bisa kembali bersaing ke pasar PC dan laptop setelah hengkang sekitar 10 tahun lalu.

Laptop pertama Toshiba sendiri dirilis pada tahun 1985, yaitu seri Toshiba T1100. Saat itu spesifikasinya sudah cukup canggih, dengan baterai yang dapat diisi daya, slot disket (floppy drive) serta memori 256 kilobytes. Namun untuk sebuah teknologi di tahun 1985, harga yang harus ditebus tidaklah murah, mencapai USD2,000 dalam kurs saat itu.

Kemudian pasar laptop Toshiba sendiri cukup dapat bersaing dengan lainnya. Salah satu seri yang mungkin paling umum untuk kalangan laptop pekerja atau mahasiswa adalah Toshiba Satellite, bisa jadi masih digunakan oleh beberapa Gizmo friends hingga saat ini. Kemudian juga ada seri yang lebih premium seperti Toshiba Qosmio dan Portege.

Penjualan Sudah Menurun Sejak 2017 Lalu

Sekitar 9 tahun lalu, Toshiba mencapai puncaknya dalam penjualan perangkat laptop terbanyak, mencapai 17,7 unit secara global. Namun pada tahun 2017 lalu, penjualannya sudah menurun secara sangat signifikan, menjadi sekitar 1,4 juta unit saja. Meski harganya relatif terjangkau jika dibandingkan dengan brand lain, nampaknya nama Toshiba sendiri masih kurang menarik masyarakat ketika memikirkan sebuah perangkat laptop.

Mundurnya Toshiba secara resmi bukan berarti dukungan terhadap produk yang ada saat ini dihentikan secara total, ya. Seluruhnya akan diteruskan oleh Sharp, meski belum ada informasi bagaimana Sharp akan meneruskan Dynabook Inc. yang mereka kelola penuh saat ini. Bisa jadi, situasinya akan seperti VAIO yang sampai sekarang masih produksi laptop baru, meski pasarnya jadi lebih kecil dari sebelumnya.