Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Gojek Bakal Hadirkan Layanan GoCorp, GoGreener dan GoTransit di 2021

0 175

Selama pandemi berlangsung sejak tahun lalu hingga sekarang, kebiasaan masyarakat untuk berkegiatan telah berubah pesat. Dari yang awalnya aktif di luar rumah, jadi jauh lebih banyak dikerjakan di dalam rumah. Dengan begitu, beberapa kebutuhan pun didapat lewat beragam layanan, termasuk yang disediakan oleh Gojek.

Sebagai super app terdepan di Asia Tenggara, Gojek sendiri sudah hadirkan beragam inovasi, hingga inisiatif J3K untuk terus menjaga kebersihan, kesehatan dan keamanan berbagai pihak. Dengan begitu, baik mitra maupun konsumen tak perlu khawatir untuk tetap sehat dan beradaptasi lebih mudah.

Menyambut 2021, Gojek sedang menyiapkan beragam inovasi baru dan perkuat inisiatif J3K. “Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inovasi baru untuk mendukung produktivitas, sekaligus mengurangi kecemasan masyarakat yang masih harus hidup berdampingan dengan pandemi,” kata Raditya Wibowo, CTO Gojek Group dalam sebuah konferensi daring (14/1).

Baca juga: YABB Gojek Salurkan Dana Rp116 Miliar untuk Masyarakat Terdampak Pandemi di 2020

Gojek Bakal Tingkatkan Layanan

Gojek 2021 Outlook
Chief Transport Officer Gojek Group, Raditya Wibowo (atas), Psikolog, Kasandra Putranto (kiri bawah), dan Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia, Harya S. Dillon, Ph.D. (kanan bawah) dalam diskusi “Gojek Transport Outlook 2021: Makin Aman dengan GoRide & GoCar” Kamis (14/1).

Ia melanjutkan, proses untuk adaptasi terhadap situasi yang selama satu tahun belakangan diadakan secara responsif dan komprehensif, juga bakal dilanjutkan di 2021. Di awal tahun, Gojek bakal perkenalkan fitur penjadwalan pesanan layanan transportasi serta lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Ada beberapa layanan dari Gojek yang hadir di 2020 dan bakal terus dikembangkan di 2021. Beberapa di antaranya adalah GoCorp, GoGreener serta GoTransit. Untuk mendukung perjalanan bisnis yang aman, nyaman, muda dengan biaya rasional bagi pelaku korporasi, GoCorp bakal hadir sebagai solusi layanan perjalanan bisnis dari Gojek.

Sementara melalui GoGreener, Gojek bakal teruskan inisiatif seperti uji coba kendaraan listrik, program carbon offset, serta uji emisi kendaraan bermotor. Gojek telah menjadi pemain pertama di industri transportasi daring yang dipercaya Pemprov DKI Jakarta untuk terlibat dalam uji tersebut.

Untuk solusi perencanaan perjalanan, GoTransit juga bakal dipercanggih lewat saran atau rekomendasi rute terintegrasi hingga jadwal operasional publik. Dengan begitu, pengguna bisa perkirakan waktu perjalanan di luar rumah, meminimalisir kemungkinan terpapar virus.

Jadi Andalan Masyarakat Selama Pandemi

Sepanjang tahun 2020, Gojek telah menjadi andalan para konsumen yang terpaksa bepergian selama masa pandemi, memanfaatkan layanan GoRide dan GoCar. Dari survei yang diadakan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia tahun 2020, 88% dari pelanggan menilai kedua layanan tersebut lebih aman, higienis dan nyaman dibandingkan layanan maupun produk serupa.

Sebanyak lebih dari 700 ribu pesanan atau order telah ditolak oleh mitra driver. Hal tersebut karena pelanggan tidak menggunakan masker, alias tidak menjalankan protokol kesehatan. Sementara mereka telah menerima lebih dari Rp40 miliar tip, atas kepuasan yang diterima pelanggannya.

Dan untuk mendukung mobilitas para tenaga kesehatan, Gojek telah berikan lebih dari 65 ribu voucher diskon, yang disebarkan ke lebih dari 140 rumah sakit rujukan COVID-19 berdasarkan rekomendasi dari pemerintah. Diberikan juga 4 juta masker kepada mitra driver sepanjang 2020, plus 1,3 juta liter hand sanitizer hasil kerja sama dengan Lifebuoy, Saniter dan Antis.

Dalam kesempatan yang sama, Harya S. Dillon, Ph.D., Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia turut apreasiasi keseriusan Gojek dalam beradaptasi selama pandemi, termasuk dengan inisiatif J3K Gojek. “Saya berharap, inovasi-inovasi seperti yang Gojek lakukan ini juga bisa diterapkan oleh pelaku industri transportasi lainnya.”