Jakarta, Gizmologi – inDrive kembali mencatatkan pertumbuhan global yang cukup agresif. Berdasarkan laporan Sensor Tower, aplikasi ini berhasil mempertahankan posisi sebagai ride-hailing dengan unduhan terbanyak kedua di dunia selama empat tahun berturut-turut.
Di Indonesia, pertumbuhan pengguna bahkan disebut mencapai dua digit pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa pasar lokal masih cukup terbuka terhadap alternatif layanan transportasi digital.
Tidak hanya itu, inDrive juga naik ke peringkat keempat dalam kategori aplikasi travel global. Pencapaian ini menandakan ekspansi yang terus berjalan, terutama di pasar berkembang yang menjadi fokus utama perusahaan.
Baca Juga: SeaBank Raih Untung Rp678,4 Miliar Sepanjang 2025, Apa Rahasianya?
Model Negosiasi Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu pembeda utama inDrive adalah model harga berbasis negosiasi langsung antara pengemudi dan penumpang. Pendekatan ini menawarkan fleksibilitas yang jarang ditemukan di platform ride-hailing lain.
Bagi pengguna, sistem ini memberikan kontrol lebih terhadap tarif perjalanan. Sementara bagi pengemudi, ada ruang untuk menentukan harga yang dianggap adil sesuai kondisi lapangan.
Namun, model ini juga tidak lepas dari potensi tantangan. Negosiasi harga bisa memperpanjang waktu pemesanan, dan dalam beberapa kasus, bisa menciptakan ketidakpastian tarif bagi pengguna yang terbiasa dengan sistem harga tetap.
Meski begitu, pendekatan ini terbukti cukup relevan di pasar seperti Indonesia, di mana faktor harga dan fleksibilitas masih menjadi pertimbangan utama.
Menuju Super App, Tapi Persaingan Ketat Menanti
Selain layanan transportasi, inDrive mulai memperluas ekosistemnya ke berbagai layanan lain seperti kurir, pengiriman bahan pokok, hingga layanan keuangan. Langkah ini menandai ambisi untuk bertransformasi menjadi super app.
Perusahaan juga mengandalkan teknologi seperti AI dan analitik untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Mulai dari estimasi perjalanan hingga personalisasi layanan, semuanya diarahkan untuk memperkuat engagement.
Namun, strategi ini bukan tanpa risiko. Masuk ke ranah super app berarti harus bersaing langsung dengan pemain besar yang sudah lebih dulu mapan di ekosistem serupa.
Di sisi lain, laporan Sensor Tower menunjukkan bahwa tren super app memang sedang berkembang pesat, terutama di pasar berkembang. Artinya, peluang tetap terbuka selama inDrive mampu menjaga diferensiasi dan kualitas layanan.
Dengan lebih dari 400 juta unduhan dan kehadiran di 48 negara, inDrive jelas bukan pemain kecil. Tapi untuk mempertahankan momentum, perusahaan perlu memastikan bahwa inovasi yang dihadirkan benar-benar relevan dengan kebutuhan pengguna, bukan sekadar ekspansi fitur.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



