Jakarta, Gizmologi – ASUS resmi menghadirkan lini Zenbook terbaru di pasar Amerika Serikat, dengan Zenbook A16 sebagai bintang utama. Laptop ini diklaim sebagai perangkat berbasis Snapdragon tercepat saat ini, sekaligus menandai langkah agresif ASUS dalam mendorong komputasi berbasis AI lokal.
Tidak hanya satu model, ASUS juga memperkenalkan beberapa varian lain seperti Zenbook A14, Zenbook S16, Zenbook S14, hingga Zenbook 14. Seluruh lineup ini membawa satu benang merah yang sama, yakni penggunaan material “Ceraluminum” yang diklaim menggabungkan kekuatan aluminium dengan tekstur premium ala keramik.
Di atas kertas, ASUS mencoba menawarkan kombinasi performa tinggi, efisiensi daya, dan kapabilitas AI melalui sertifikasi Copilot+ PC. Namun, seperti biasa, klaim di atas kertas ini tetap perlu dilihat lebih jauh dalam penggunaan nyata, terutama di tengah persaingan laptop AI yang semakin padat.
Baca Juga: ASUS ExpertCenter P600 AiO Resmi, PC All-in-One Copilot+ dengan Fokus AI untuk Bisnis
ASUS Zenbook akan Fokus ke AI Lokal dan Performa Snapdragon

Varian A16 menjadi sorotan berkat penggunaan chip Snapdragon X2 Elite Extreme dengan 18 core CPU dan NPU hingga 80 TOPS. Secara teori, ini membuka peluang besar untuk menjalankan berbagai fitur AI langsung di perangkat tanpa bergantung ke cloud.
ASUS juga mengklaim performa yang cukup fleksibel, mulai dari editing, rendering, hingga multitasking berat. Ditambah layar 16 inci 3K 120Hz OLED dan sistem audio enam speaker, perangkat ini jelas diarahkan untuk pengguna kreatif sekaligus profesional.
Namun, pendekatan berbasis ARM seperti ini masih punya tantangan. Kompatibilitas aplikasi, terutama software profesional tertentu, masih jadi tanda tanya besar. Walaupun ekosistem Windows on ARM terus berkembang, belum semua workflow bisa berjalan mulus seperti di platform x86.
Varian Lengkap, Tapi Tidak Semua untuk Semua Orang
Di sisi lain, A14 hadir sebagai opsi ultra ringan dengan bobot sekitar 1 kg lebih, namun tetap membawa performa serupa berkat platform Snapdragon. Sementara itu, Zenbook S16 dan S14 menawarkan alternatif berbasis AMD Ryzen AI 400 Series dan Intel Core Ultra Series 3, yang mungkin terasa lebih “aman” dari sisi kompatibilitas.
Menariknya, ASUS tetap mempertahankan variasi pilihan ini, seolah memahami bahwa tidak semua pengguna siap beralih ke ARM. Dengan kata lain, lineup Zenbook kali ini terasa seperti eksperimen besar sekaligus strategi mitigasi risiko.
Dari sisi harga, lini ini dimulai dari sekitar $999 hingga hampir $1.900. Secara positioning, ASUS jelas membidik segmen premium. Pertanyaannya, apakah pengguna siap membayar lebih untuk fitur AI lokal yang masih terus berkembang? Untuk saat ini, jawabannya kemungkinan akan sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing pengguna.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



