MediaTek Rilis Dimensity 9000 5G, SoC 4nm Pertama di Dunia

Jakarta, Gizmologi – Menuju penutup tahun, umumnya ada beberapa vendor smartphone yang justru sudah menyiapkan perangkat terbaiknya untuk tahun depan. Termasuk produsen chipset, di mana kali ini Dimensity 9000 5G diresmikan oleh yang bisa dibilang pesaing terbesar Qualcomm, yakni MediaTek. Hadir cukup bombastis dibandingkan waktu-waktu sebelumnya.

Ya, umumnya pada smartphone Android, yang mendominasi chipset untuk digunakan baik di perangkat 4G maupun 5G adalah dua vendor tersebut. Meski Qualcomm lebih dulu, MediaTek kini tak kalah populer, terutama di perangkat kelas menengah, smartphone 5G murah sampai flagship yang harganya sedikit miring. Secara umum mampu berikan performa tinggi.

Kalau seri terbaik sebelumnya yakni Dimensity 1000 masih kalah saing dengan Snapdragon 888, Dimensity 9000 justru membawa cukup banyak gelar “yang pertama”. Bahkan MediaTek sendiri berani membandingkannya dengan cip terbaik milik Apple, termasuk Google Tensor yang digunakan pada smartphone Google Pixel 6 terbaru. Dan dari spesifikasi serta hasil benchmark internal memang demikian.

Baca juga: Gokil! Antutu Benchmark Chipset Dimensity 2000 Tembus 1 Juta Poin

Dimensity 9000 5G Punya Performa Setara Apple A15

MediaTek Dimensity 9000
(Sumber: Pocketlint)

MediaTek Dimensity 9000 5G sendiri diluncurkan dalam sebuah gelaran konferensi MediaTek Summit sepanjang pekan ketiga November 2021. Qualcomm sendiri bakal segera menyusul ketertinggalannya dengan acara serupa yang bakal berlangsung dalam beberapa hari mendatang. Namun rasanya MediaTek tak perlu khawatir merasa kalah saing nantinya lewat Dimensity 9000.

Kalau Apple rilis cip dengan fabrikasi 5nm pertama, maka Dimensity 9000 menjadi yang pertama di dunia dalam rancangan fabrikasi 4nm, membuatnya semakin efisien daya dan dalam waktu yang sama, juga semakin kencang. CPU-nya sendiri masih gunakan arsitektur octa-core 1+3+4, namun menggunakan jenis baru dari ARM. Yang utama tentunya adalah 1 “ultra-core” Cortex-X2, berjalan sampai 3,05GHz.

MediaTek Dimensity 9000

Sementara cluster lainnya adalah 3 “super-core” Cortex-A710 di 2,85GHz, serta cluster paling rendah demi efisiensi daya, yakni Cortex-A510 yang berjalan di 1,8GHz. Digabungkan dengan GPU Mali G-710 yang punya 10-inti, baik CPU dan GPU-nya diklaim masing-masing 35% lebih kencang dari penawaran milik Qualcomm yang tersedia saat ini.

Lalu untuk konektivitas, Dimensity 9000 juga sudah mendukung Bluetooth 5.3 yang lagi-lagi pertama di dunia. Sementara untuk jaringan 5G, hanya mendukung standar Sub-6 saja, sehingga bakal kurang pintar “memenangkan” pengguna smartphone di Amerika Serikat yang mayoritas juga menggunakan standar mmWave. Meski mendukung kecepatan unduh sampai 7Gbps dengan modem 5G Release 16.

Lebih Canggih dari AI Google Tensor

MediaTek Dimensity 9000

Klaim menarik lainnya yang berhasil diraih MediaTek lewat Dimensity 9000 adalah kemampuan AI Processing Unit (APU) di dalamnya. Selain 4 kali lebih efisien, juga diklaim lebih baik 16% daripada Google Tensor yang terbaik saat ini. Bahkan 66% jika dibandingkan dengan cip rilisan Apple.

Sementara untuk skor benchmark, MediaTek membandingkan Dimensity 9000 dengan cip Apple A15 Bionic milik iPhone 13, dan meraih nilai yang tak jauh berbeda—kurang dari 4,000 poin dalam skor multicore. Lalu bagaimana dengan kemampuan fotografinya? Juga tidak kalah menarik, karena Dimensity 9000 mampu mendukung dimensi sensor yang sangat besar.

Menggunakan ISP generasi ketujuh, Dimensity 9000 menjadi yang pertama di dunia dengan dukungan sensor 320MP. Tak hanya itu, bisa melakukan perekaman 4K HDR secara simultan dari tiga sensor kamera berbeda, masing-masing 32MP. Dengan begitu, ada total 270 frame per detiknya yang hasilkan output 18-bit 4K HDR.

MediaTek menyampaikan bila Dimensity 9000 akan hadir di smartphone Android terbaru pada kuartal pertama 2022 secara global. Belum ada informasi vendor mana saja yang bakal berpartisipasi atau yang pertama kali gunakan cip tersebut lebih dulu.

Tinggalkan komen