MediaTek sebagai perusahaan di bidang konektivitas satelit berkolaborasi dengan Starlink hadirkan layanan satelit darurat di perangkat seluler. Inovasi ini ditunjukan di ajang Mobile World Congress (MWC) 2026.
“Kami menggabungkan keandalan kami di bidang teknologi satelit dengan jaringan satelit milik Starlink untuk memastikan lebih banyak orang memiliki akses ke peringatan darurat demi keselamatan jiwa dalam situasi kritis,” ujar JC Hsu, Corporate Senior VP dan General Manager of the Wireless Communication Business Unit di MediaTek.
JC melanjutkan solusi yang dihadirkan oleh MediaTek dan Starlink berguna untuk mengatasi kesenjangan cakupan seluler yang sering terjadi selama bencana alam dan keadaan darurat lainnya. Selain itu, layanan satelit darurat ini juga penting untuk penerapan komersial teknologi NR-NTN yang terstandarisasi.
Baca Juga: Mengenal Chipset MediaTek Dimensity 7100, Siap Hadir di Banyak Smartphone 5G Terjangkau
Bagaimana Teknologi Layanan Satelit Darurat Dipresentasikan?

MediaTek mendemonstrasikan layanan dari Starlink Mobile pada perangkat yang ditenagai oleh MediaTek M90, modem 5G pertama di dunia dengan teknologi satelit bawaan (built-in) di acara tersebut. Fitur Direct to Cell dari Starlink memanfaatkan S-Band untuk memastikan pengguna dapat menggunakan perangkat mobile untuk menerima informasi kedaruratan secara tepat waktu, di mana saja, di seluruh dunia.
Dengan layanan satelit darurat, makin banyak pengguna mobile di seluruh dunia akan dapat menerima pemberitahuan penting dari Commercial Mobile Alert System (CMAS), platform Wireless Emergency Alerts (WEA), dan Earthquake and Tsunami Warning System (ETWS), selama bencana alam atau situasi lain yang berpotensi mengancam jiwa.

Kolaborasi layanan satelit darurat diterapkan untuk layanan WEA di Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang, dan lebih dari 4,4 juta orang telah terhubung ke Starlink Mobile selama keadaan darurat. Tentunya inovasi ini akan semakin menarik di industri perangkat seluler.
Perangkat Samsung Sudah Dukung Layanan Satelit Darurat

Layanan satelit darurat ini juga sudah hadir di perangkat Samsung, khususnya Samsung Galaxy S26 Series. Dengan naman komunikasi satelit, layanan ini hadir untuk meningkatkan keselamatan pengguna dan memastikan konektivitas tetap tersedia ketika jaringan seluler konvensional tidak bisa diakses.
Komunikasi satelit ini memungkinkan pengiriman pesan darurat, teks, hingga layanan data dasar pada saat oengguna berada di area tanpa sinyal seluler. Sangat berguna, namun komunikasi satelit ini sama terbatasnya dengan layanan satelit darurat.
Implementasi komunikasi satelit hanya bekerja di beberapa negara saja, seperti Amerika Serikat, Jepang dan Eropa. Samsung bekerja sama dengan berbagai pihak operator di negara masing-masing.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



