Gizmologi.idGizmologi.id
  • NEWS
    NEWSShow More
    iOS 27.3
    iOS 27.3 Beta Hadir dengan Aplikasi Health Baru dan Fitur AI
    5 November 2026 16:00
    Update HyperOS 4
    Update HyperOS 4 Mulai Digulirkan ke 82 Perangkat, Indonesia Kebagian?
    5 November 2026 15:05
    Dyson R2 Nurovi
    Dyson R2 Nurovi Wash+Dry Meluncur, Robot Vacuum dengan Teknologi Pel Segitiga
    5 November 2026 14:00
    Couchbase
    Couchbase Andalkan AI Data Plane untuk Dukung Perkembangan AI di Indonesia
    5 November 2026 13:04
    Apple
    Apple Prediksi Pendapatan Q4 2026 Bisa Pecahkan Rekor
    4 November 2026 19:00
  • REVIEW
    REVIEWShow More
    Lenovo IdeaTab Plus
    Review Lenovo IdeaTab Plus: Tablet Rasa Laptop yang Nyaman dan Ringan
    Review Dune: Awakening
    Review Dune: Awakening, Arrakis Memikat tapi Bikin Penat
    The Blood of Dawnwalker
    Review Game The Blood of Dawnwalker: RPG Vampire dengan Konsep Waktu Unik
    ASUS ROG Azoth X
    Review ASUS ROG Azoth X: Keyboard Gaming Premium dengan Layar LCD, Nyaman Untuk Harian
    realme16ProHarryPotterEdition
    Review realme 16 Pro Harry Potter Edition: Ketika Dunia Hogwarts Masuk ke Smartphone
  • GADGET
    GADGETShow More
    OPPO Find N7
    OPPO Find N7 Dikabarkan Bakal Meluncur di Eropa, Siap Bersaing dengan Samsung
    5 November 2026 12:40
    Xiaomi
    Xiaomi Dikabarkan Siapkan HP Layar Lebar, Ikuti Tren Huawei Pura X View
    5 November 2026 11:31
    iPhone 18
    iPhone 18 Dikabarkan Dapat Baterai Lebih Besar dan Chip A20 2nm
    5 November 2026 10:47
    nubia A77 5G
    nubia A77 5G Meluncur di Indonesia, Dibanderol Rp3,5 Juta dengan Paket Unlimited 5G
    4 November 2026 17:00
    Samsung Galaxy Z Fold 9
    Kamera Samsung Galaxy Z Fold 9 Dikabarkan Tak Banyak Berubah
    4 November 2026 16:32
  • PC
    PCShow More
    GEEKOM Indocomtech 2026
    GEEKOM Ramaikan Indocomtech 2026, Pamerkan AI Mini PC A9 Mega Berperforma Andal Serta Laptop Super Ringan
    31 Oktober 2026 13:35
    MacBook Pro PROLED
    Apple Rilis MacBook Pro PROLED, Membawa Layar Sentuh dan Profil Lebih Ringan
    29 Oktober 2026 11:15
    Logitech MX Master 4
    Logitech MX Master 4 Developer Edition Hadir dengan Desain Khusus Programmer
    28 Oktober 2026 14:09
    Acer Nitro V15
    Acer Nitro V15 Bisa Jadi Pilihan Laptop untuk Kerja dan Kuliah
    28 Oktober 2026 11:40
    MacBook Pro M6
    MacBook Pro M6 Meluncur, Apple Tambah Tenaga untuk AI Lokal
    28 Oktober 2026 09:10
  • GAMES
  • AUTO
  • MORE
    • Speed Test
    • Gizmopedia
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Interview
    • Apps
    • Opini
    • Versus
    • Awards
    • PRNEWSWIRE
Mesin pencari
Quick Link
  • Home
    • Speed Test
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Insight
    • Gizmopedia
  • Awards
  • Networks
    • Gadgetdiva
    • Otodiva.id
    • Traveldiva.id
Reading: NVIDIA dan Stability AI Optimalkan Stable Diffusion 3.5, Hemat VRAM dan Lebih Cepat
Share
Font ResizerAa
Gizmologi.idGizmologi.id
Font ResizerAa
  • News
  • Review
  • Gadget
  • Gizmoplay
  • Automotive
  • Gizmotalk Podcast
Mesin pencari
  • Home
    • Speed Test
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Insight
    • Gizmopedia
  • Awards
  • Networks
    • Gadgetdiva
    • Otodiva.id
    • Traveldiva.id
Follow US
  • Home
  • Tentang Gizmologi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • PRNewswire

Home » NVIDIA dan Stability AI Optimalkan Stable Diffusion 3.5, Hemat VRAM dan Lebih Cepat

News

NVIDIA dan Stability AI Optimalkan Stable Diffusion 3.5, Hemat VRAM dan Lebih Cepat

Christopher Louis
By
Christopher Louis - Tech Journalist
13 Juni 2025 16:00
Share
5 Min Read
NVIDIA
SHARE

Jakarta, Gizmologi – – Generative AI semakin memengaruhi cara orang berkreasi dan berinteraksi dengan konten digital. Namun, semakin canggih dan kompleks sebuah model AI, semakin besar juga kebutuhan hardware. Contohnya, model Stable Diffusion 3.5 Large membutuhkan lebih dari 18 GB VRAM untuk berjalan optimal dan membatasi jumlah perangkat yang bisa mengoperasikannya dengan lancar.

Berdasarkan laporan resmi dari laman NVIDIA, dengan Stability AI keduanya melakukan pendekatan efisiensi baru lewat proses quantization. Dengan memangkas presisi pada lapisan model yang tidak kritikal, mereka berhasil memangkas kebutuhan VRAM hingga 40% tanpa mengorbankan kualitas visual. Proses ini dimungkinkan berkat dukungan GPU NVIDIA GeForce RTX 40 Series dan RTX PRO generasi Ada Lovelace yang sudah mendukung format FP8, serta tambahan dukungan FP4 pada GPU NVIDIA Blackwell terbaru.

Berkat optimasi melalui TensorRT SDK, pengguna bisa menghasilkan gambar dua kali lebih cepat dibanding metode sebelumnya. Kini, lebih dari 100 juta pengguna PC dengan GPU RTX bisa menikmati proses AI image generation yang lebih ringan, cepat, dan hemat daya.

Contents
  • FP8 & TensorRT untuk Stabilitas dan Performa untuk Semua Pengguna
  • TensorRT Kini Tersedia Sebagai SDK Mandiri
  • Menuju Era AI yang Lebih Ringan dan Inklusif

Baca Juga: NVIDIA Siapkan GeForce RTX 5050, GPU Entry-Level Terbaru dari Keluarga Blackwell

FP8 & TensorRT untuk Stabilitas dan Performa untuk Semua Pengguna

NVIDIA

Salah satu langkah besar dari kolaborasi NVIDIA dan Stability AI adalah men-quantize model Stable Diffusion 3.5 Large ke format FP8. Hasilnya, kebutuhan VRAM turun dari 18 GB menjadi hanya 11 GB. Ini berarti, model yang tadinya hanya bisa dijalankan di satu GPU kelas atas, kini bisa dijalankan paralel di lima GPU GeForce RTX 50 Series sekaligus.

More Read

Perjalanan proses kualifikasi peserta SIC Batch 6 dari tahap pendaftaran hingga Stage 3
Samsung Innovation Campus Batch 6 Bekali Generasi Muda dengan Keterampilan AI & IoT
Manfaatkan AI, Coursera Hadirkan 2.0000 Materi Kursus Interaktif
One UI 7 Beta Sudah Tersedia, Perkenalkan Fitur Now Bar

Selain hemat memori, peningkatan kecepatan juga signifikan. Dalam pengujian internal, Stable Diffusion 3.5 Large versi FP8 dengan TensorRT memberikan peningkatan performa hingga 2,3 kali lipat dibanding model BF16 yang berjalan di PyTorch. Bahkan pada versi Medium, peningkatan kecepatannya mencapai 1,7 kali lipat.

Performa ini tak lepas dari kemampuan TensorRT sebagai backend AI yang secara cerdas mengoptimalkan bobot (weights) dan alur instruksi model (graph) agar sesuai dengan Tensor Core pada GPU RTX. Ini memastikan setiap tugas inferensi berjalan seefisien dari segi waktu, daya, maupun sumber daya komputasi.

TensorRT Kini Tersedia Sebagai SDK Mandiri

Diumumkan dalam ajang Microsoft Build, TensorRT untuk RTX kini hadir sebagai SDK mandiri, siap diunduh dan digunakan oleh para pengembang. Sebelumnya, developer harus membuat engine TensorRT yang spesifik untuk tiap kelas GPU. Ini memakan waktu dan menyulitkan integrasi lintas perangkat.

Versi terbaru dari TensorRT mengubah pendekatan itu. Kini, developer cukup membuat engine generik yang bisa dikompilasi secara just-in-time (JIT) langsung di perangkat pengguna. Proses ini bisa dilakukan secara otomatis di latar belakang saat instalasi atau saat pertama kali fitur digunakan. Dengan ukuran paket 8 kali lebih kecil, SDK ini jauh lebih ringan dan mudah diintegrasikan ke sistem berbasis Windows ML.

TensorRT untuk RTX bisa diakses melalui situs resmi NVIDIA Developer atau langsung dicoba dalam versi preview dari Windows ML. Kemudahan ini membuka pintu bagi lebih banyak pengembang untuk menerapkan teknologi AI di aplikasi mereka tanpa harus pusing dengan kompatibilitas GPU atau kebutuhan VRAM tinggi.

Menuju Era AI yang Lebih Ringan dan Inklusif

Selain di sektor developer, manfaat dari optimasi ini juga langsung dirasakan oleh para kreator visual dan pengguna umum. Dengan versi terbaru Stable Diffusion 3.5 yang tersedia di halaman Stability AI di Hugging Face, siapa pun bisa mencoba membuat gambar berkualitas tinggi tanpa memerlukan PC super mahal. Ini adalah langkah besar menuju demokratisasi akses AI generatif.

NVIDIA dan Stability AI juga tengah menyiapkan versi Stable Diffusion 3.5 dalam bentuk layanan mikro (NIM microservice), yang rencananya akan dirilis bulan Juli mendatang. Layanan ini akan mempermudah integrasi model ke berbagai platform dan aplikasi secara real-time.

Bagi yang ingin melihat langsung teknologi terbaru dari NVIDIA, GTC Paris masih berlangsung hingga 12 Juni. Di ajang ini, CEO NVIDIA Jensen Huang telah menyampaikan presentasi utama mengenai terobosan dalam infrastruktur cloud AI, agentic AI, dan physical AI. Tayangan ulangnya bisa ditonton untuk melihat gambaran masa depan AI secara lebih luas.

Author
26428d5b86a79ec5512119abca9ceaf30136ecc1804a7688272ed01a1fe3e36e?s=80&d=mm&r=g

Christopher Louis

Tech journalist at Gizmologi. In love with gaming, tech, and Arthur Morgan


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Hari Jadi Ke-37, Taman Nasional Komodo Mendapat Kado Istimewa dari Google
Palo Alto Networks: 63% Perusahaan Indonesia Tambah Anggaran CyberSecurity
Aplikasi PeduliLindungi Bisa Diakses Lewat Dompet Digital DANA
Dapat Pendanaan Rp99,8 M Mythic Protocol Bangun Ekosistem Collaborative Entertainment
ID FEST 2026 Soroti Masa Depan Industri Digital Indonesia di Tengah Tekanan Regulasi
TAGGED:Artificial IntelligenceNVIDIAStable Diffusionteknologi
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Bluesky Email Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Cry0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Surprise0

Latest Stories

ChatHPT Muhammadiyah
ChatHPT Muhammadiyah: Ribuan Rujukan Tarjih Kini Bisa Dicari via AI
AI
iOS 27.3
iOS 27.3 Beta Hadir dengan Aplikasi Health Baru dan Fitur AI
News
Update HyperOS 4
Update HyperOS 4 Mulai Digulirkan ke 82 Perangkat, Indonesia Kebagian?
News
Dyson R2 Nurovi
Dyson R2 Nurovi Wash+Dry Meluncur, Robot Vacuum dengan Teknologi Pel Segitiga
News

Latest Review

Lenovo IdeaTab Plus
Review Lenovo IdeaTab Plus: Tablet Rasa Laptop yang Nyaman dan Ringan
Review Dune: Awakening
Review Dune: Awakening, Arrakis Memikat tapi Bikin Penat
The Blood of Dawnwalker
Review Game The Blood of Dawnwalker: RPG Vampire dengan Konsep Waktu Unik
ASUS ROG Azoth X
Review ASUS ROG Azoth X: Keyboard Gaming Premium dengan Layar LCD, Nyaman Untuk Harian
realme16ProHarryPotterEdition
Review realme 16 Pro Harry Potter Edition: Ketika Dunia Hogwarts Masuk ke Smartphone
Gizmologi.idGizmologi.id
Follow US
© 2025 Gizmologi by PT Konten Cipta Kreatif. All Rights Reserved.

Our Family: Gadgetdiva - Otodiva - Traveldiva

  • Home
  • Tentang Gizmologi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • PRNewswire
Memuat Komentar...
icon gizmologi icon gizmologi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?