Jakarta, Gizmologi – Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk berbicara secara lancar, baik tentang pendapat maupun perasaan mereka, ke semua orang baik saat masih berusia dini hingga dewasa. Menariknya, kesulitan yang merupakan bagian dari kecemasan sosial tersebut, justru membuat Francesco, seorang pelajar asal Indonesia berhasil meraih penghargaan lewat kompetisi bergengsi Apple, lewat aplikasi rancangannya yang hadir sebagai solusi bagi mereka yang punya rasa cemas secara sosial.
Ya, setiap tahunnya Apple menggelar kompetisi Apple Swift Student Challenge 2026, memberikan kesempatan bagi para talenta muda global untuk merancang aplikasi yang bisa memberikan dampak positif. Dan tidak jarang dari tahun ke tahun, pelajar atau mahasiswa asal Indonesia berhasil menciptakan sebuah aplikasi yang hadir sebagai solusi atas isu spesifik yang bisa diatasi, termasuk secara interaktif melalui aplikasi mereka.
Pada gelaran Apple Swift Student Challenge 2026, Francesco Emmanuel Setiawan yang merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Komputer tingkat akhir di BINUS University, berhasil menciptakan sebuah aplikasi berbentuk game yang mampu menjadi sarana orang lain dalam mengatasi isu kecemasan sosial tersebut.
Baca juga: 20 Pelajar Indonesia Berhasil Menangkan Penghargaan Apple Swift Student Challenge 2025
Hadir Sebagai Solusi Agar Komunikasi Bisa Lebih Lancar

Francecso berhasil menciptakan sebuah app playground yang dirancang untuk perangkat iPad, bernama “Against the Silence”. Nama tersebut bisa dibilang berkaitan dengan isu yang ingin dicoba diatasi olehnya, yakni rasa cemas sosial alias socially anxious, di mana seseorang memilih untuk diam daripada berbicara, yang kemudian dapat membuat mereka kehilangan banyak momen untuk menyampaikan ide-ide sebelum bisa menjadi sebuah dampak nyata.
Tidak berangkat dari pengalaman orang lain, kecemasan itu dialami oleh Francesco sendiri, bahkan ketika ia merasa telah berhasil meningkatkan rasa percaya diri. Dalam mengembangkan Against the Silence, Francesco telah mewawancarai 22 profesional muda, dan secara mengejutkan 75% dari mereka juga masih mengalami kesulitan serupa. Dan dari hasil temuannya, kesulitan tersebut tak hanya memengaruhi prospek kerja, namun juga beberapa aspek lain seperti kepemimpinan, hubungan sosial, hingga peluang secara keseluruhan.

Untuk itu, Against the Silence tercipta sebagai sebuah game yang membuat pemain secara metaforis harus menghadapi sebuah “demon”, yang merupakan manifestasi dari rasa takut akan penilaian orang lain, dan mengalahkannya lewat suara pemain. Dalam game, pemain ditantang untuk mempertahankan pendapat mereka, termasuk yang tidak populer, seperti adanya nanas dalam topping sebuah pizza. Dan dalam penyampaiannya, setiap kata pengisi seperti “umm” dan “hmm” bakal mengurangi skor pemain.
Ide aplikasi yang tercipta oleh Francesco, berhasil mengantarkannya sebagai Pemenang Unggulan alias Distinguished Winner pada Swift Student Challenge 2026, yang kemudian membuatnya diundang oleh Apple untuk menghadiri WWDC 2026 secara langsung pada awal Juni mendatang.
Pelajar Indonesia Lainnya Mengedepankan Isu Privasi Digital

Setelah sukses mengembangkan sebuah app playground yang berhasil membuatnya meraih penghargaan, Francesco berencana untuk terus menyempurnakan aplikasi tersebut sebelum akhirnya tersedia untuk diunduh lewat App Store. Penobatannya sebagai satu distinguished winner dari total 350 karya pemenang di tahun 2026 yang diwakili oleh 37 negara dan wilayah, menurutnya bukan sekadar penghargaan biasa.
“Ini adalah bukti bahwa perjuangan pribadi kita dapat menjadi sarana yang membantu orang lain. Tumbuh dengan rasa cemas secara sosial, saya dulu membiarkan rasa takut akan penilaian orang lain membungkan saya. Kini, diakui oleh Apple atas sebuah aplikasi yang membantu orang-orang menaklukkan rasa takut seperti yang dulu saya alami, adalah suatu kehormatan luar biasa dan merupakan validasi terbaik atas perjalanan hidup saya,” jelas Francesco.
Selain Francesco, ada satu pemenang unggulan lainnya yang berasal dari Indonesia, yakni Ghazali yang berhasil menciptakan sebuah app playground bernama “They Have Your Fingerprint!”. Aplikasi tersebut menyediakan sebuah pengalaman interaktif, di mana pengguna akan menjalankan sebuah “perjalanan” untuk membongkar pelacakan internet yang selama ini bekerja di balik layar secara diam-diam. Agar masyarakat lebih sadar terkait isu atau persoalan terkait privasi digital.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



