Jakarta, Gizmologi – Xiaomi dikabarkan tengah menyiapkan penerus lini flagship uniknya lewat Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max. Bocoran terbaru mengungkap bahwa kedua perangkat ini masih akan mempertahankan layar sekunder di bagian belakang.
Keputusan ini cukup menarik, mengingat layar belakang sebelumnya sempat dianggap sebagai gimmick oleh sebagian pengguna. Namun Xiaomi tampaknya belum menyerah, bahkan berencana meningkatkan fungsionalitasnya.
Rumor terbaru menyebutkan adanya fitur baru berbasis AI yang akan memanfaatkan layar belakang tersebut. Meski detailnya masih minim, arah pengembangannya mulai terlihat lebih serius dibanding sekadar fitur tambahan.
Baca Juga: Review Redmi Note 15 Pro 5G: Smartphone Rp4 Jutaan yang Dirancang Serba Tangguh
Layar Belakang Kini Lebih “Pintar”

Menurut bocoran, Xiaomi akan menghadirkan “AI-powered smart window” pada layar belakang kedua perangkat ini. Fitur ini diyakini akan memberikan fungsi yang lebih kontekstual, meski belum jelas bagaimana implementasinya.
Jika benar, ini bisa menjadi langkah penting untuk membuat layar belakang lebih relevan dalam penggunaan sehari-hari. Selama ini, fitur tersebut lebih sering digunakan untuk notifikasi atau preview kamera.
Namun, tantangannya tetap sama. Tanpa use case yang jelas dan konsisten, fitur seperti ini berisiko tetap dianggap sebagai gimmick, terlepas dari teknologi AI yang dibawa.
Di sisi lain, keberlanjutan fitur ini juga menunjukkan Xiaomi melihat potensi jangka panjang, bukan sekadar eksperimen satu generasi.
Spesifikasi Flagship dengan Fokus Pengalaman

Di luar layar belakang, Xiaomi 18 Pro series diprediksi akan membawa peningkatan di berbagai aspek. Mulai dari chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro hingga peningkatan di sektor audio dan getaran.
Untuk kamera, Xiaomi 18 Pro dirumorkan mengusung dua sensor 200MP, termasuk kamera utama dan telephoto. Jika terealisasi, ini akan menjadi salah satu konfigurasi kamera paling ambisius di pasar.
Sementara itu, varian Pro Max disebut akan hadir dengan layar 6,9 inci dan bezel yang lebih tipis. Keduanya juga diperkirakan membawa baterai besar hingga 7.000 mAh serta dukungan wireless charging.
Meski spesifikasinya terdengar menjanjikan, semuanya masih sebatas rumor. Tanpa konfirmasi resmi, masih ada kemungkinan perubahan sebelum peluncuran yang diperkirakan terjadi pada September.
Pada akhirnya, Xiaomi 18 Pro series terlihat mencoba menyeimbangkan inovasi dan eksperimen. Layar belakang berbasis AI bisa menjadi pembeda, tapi hanya jika benar-benar menawarkan nilai nyata, bukan sekadar fitur tambahan yang jarang digunakan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



