Jakarta, Gizmologi – Apple kembali dirumorkan tengah mempersiapkan perangkat foldable pertamanya, yang sementara disebut sebagai iPhone Fold. Bocoran terbaru menyebut Apple akan menggunakan teknologi 3D printing untuk bagian engsel, dengan tujuan utama meminimalkan lipatan pada layar.
Selama ini, lipatan atau crease memang menjadi salah satu kelemahan utama smartphone lipat. Meski sudah banyak peningkatan dari generasi ke generasi, masalah ini belum sepenuhnya hilang.
Rumor ini menunjukkan Apple kemungkinan besar ingin langsung “lompat jauh” dengan menghadirkan solusi yang lebih matang sejak generasi pertama. Namun, seperti biasa, semua ini masih sebatas informasi dari rantai pasok.
Baca Juga: Harga iPhone 16e Kini Mulai Rp10 Jutaan, Lebih Murah dari iPhone 15
Engsel 3D Printing dan Material Baru

Menurut laporan, Apple akan memanfaatkan komponen engsel berbasis 3D printing, kemungkinan dikombinasikan dengan material seperti liquid metal dan kaca berlapis ganda. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan struktur engsel yang lebih presisi dan tipis.
Teknologi 3D printing memungkinkan manufaktur dengan tingkat detail tinggi serta penggunaan material yang lebih efisien dibanding metode konvensional. Apple sendiri bukan pemain baru di area ini, karena sebelumnya sudah menerapkan teknik serupa pada beberapa produknya.

Namun, pendekatan ini bukan sepenuhnya baru di industri. Oppo Find N6 disebut sudah lebih dulu menggunakan konsep serupa pada engsel Titanium Flexion generasi keduanya, dengan fokus mengurangi crease hingga hampir tidak terasa.
Artinya, Apple mungkin tidak menjadi pionir, tetapi berusaha menyempurnakan teknologi yang sudah ada.
Fokus pada Crease, Tapi Tantangan Masih Banyak
Minimnya lipatan layar disebut menjadi salah satu fokus utama Apple dalam mengembangkan iPhone Fold. Bahkan, perangkat ini dirumorkan menargetkan hasil yang setara dengan perangkat foldable terbaik saat ini.
Jika berhasil, ini bisa menjadi nilai jual besar, mengingat banyak pengguna masih ragu beralih ke foldable karena masalah crease dan durability.
Namun, mengurangi lipatan hanyalah satu bagian dari tantangan. Faktor lain seperti ketahanan engsel, daya tahan layar, hingga optimasi software juga akan menentukan pengalaman penggunaan secara keseluruhan.
Selain itu, ekspektasi terhadap Apple biasanya jauh lebih tinggi dibanding brand lain. Jika hasil akhirnya tidak jauh berbeda dari kompetitor, pendekatan ini bisa dianggap terlambat, bukan inovatif.
Pada akhirnya, iPhone Fold masih menyimpan banyak tanda tanya. Teknologi 3D printing di engsel terdengar menjanjikan, tapi tanpa implementasi nyata, semua ini masih sebatas potensi.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



