Jakarta, Gizmologi – Samsung Electronics dan AMD resmi menandatangani kesepakatan kerja sama strategis untuk mengembangkan solusi memori generasi berikutnya yang difokuskan pada kebutuhan AI.
Kolaborasi ini bukan hal baru, mengingat kedua perusahaan sudah bekerja sama selama hampir dua dekade. Namun kali ini, skalanya diperluas dengan fokus yang lebih spesifik pada infrastruktur AI, terutama di level data center.
Lewat kesepakatan ini, Samsung akan menjadi mitra utama dalam penyediaan teknologi HBM4 untuk GPU AI terbaru AMD, sekaligus mengembangkan solusi memori DDR5 untuk prosesor generasi berikutnya.
Baca Juga: Samsung Browser Hadir di Windows, Bawa Sinkronisasi Mulus dan AI Langsung di Browser
HBM4 dan Infrastruktur AI Jadi Fokus Utama

Salah satu poin utama dari kerja sama ini adalah penggunaan HBM4 pada GPU AMD Instinct MI455X. Teknologi memori ini diklaim mampu menghadirkan bandwidth hingga 3,3 TB/s, dengan kecepatan mencapai 13 Gbps.
HBM4 sendiri dibangun menggunakan proses DRAM generasi terbaru Samsung, yang dipadukan dengan logic die berbasis 4nm. Kombinasi ini ditujukan untuk meningkatkan performa sekaligus efisiensi daya, dua faktor penting dalam pengembangan AI skala besar.
Selain GPU, kolaborasi ini juga mencakup pengembangan DDR5 untuk prosesor AMD EPYC generasi keenam dengan codename “Venice”. Kedua komponen ini nantinya akan menjadi bagian dari platform komputasi skala rack seperti AMD Helios.
Kolaborasi Besar, Tapi Tantangan Tetap Ada
Secara strategi, langkah ini menunjukkan semakin pentingnya integrasi antara komponen dalam ekosistem AI. Tidak hanya CPU atau GPU, tetapi juga memori kini menjadi faktor krusial dalam menentukan performa sistem secara keseluruhan.
Namun, seperti banyak kerja sama besar lainnya, hasil akhirnya masih bergantung pada eksekusi. Industri semikonduktor sendiri dikenal sangat kompleks, dengan tantangan mulai dari supply chain hingga efisiensi produksi.
Selain itu, persaingan di sektor AI juga semakin ketat, dengan banyak pemain lain yang mengembangkan solusi serupa. Artinya, meski kolaborasi ini terlihat menjanjikan, tidak ada jaminan akan langsung menjadi standar baru di industri.
Di sisi lain, kerja sama ini juga membuka peluang lebih luas, termasuk kemungkinan Samsung menyediakan layanan foundry untuk produk AMD di masa depan. Jika terealisasi, ini bisa memperkuat posisi kedua perusahaan dalam rantai pasok global.
Pada akhirnya, kolaborasi Samsung dan AMD mencerminkan arah industri yang semakin terfokus pada AI. Tapi seperti biasa, nilai nyatanya akan sangat ditentukan oleh seberapa cepat dan efektif teknologi ini bisa diimplementasikan di dunia nyata.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



