Qualcomm dan MediaTek disebut tengah menyiapkan generasi chipset flagship berikutnya dengan peningkatan yang cukup besar, terutama dari sisi proses fabrikasi. Berdasarkan bocoran Digital Chat Station, Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan MediaTek Dimensity 9600 Pro sama-sama akan menggunakan proses 2nm TSMC N2P. Jika informasi ini akurat, keduanya berpotensi membawa peningkatan performa dan efisiensi dibanding chipset flagship yang masih menggunakan proses 3nm.
Bocoran tersebut menyebut Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro akan menggunakan konfigurasi CPU delapan inti dengan dua core Prime berkecepatan 5,01 GHz, tiga core 4,03 GHz, dan tiga core 3,74 GHz. Angka tersebut membuatnya menjadi salah satu chipset mobile pertama yang menembus frekuensi 5 GHz. Sebagai pembanding, Snapdragon 8 Elite Gen 5 menggunakan dua core 4,61 GHz dan enam core 3,63 GHz.
Sementara itu, MediaTek Dimensity 9600 Pro disebut memakai kombinasi core Arm dengan konfigurasi dua core 4,55 GHz, tiga core 4,35 GHz, dan tiga core 3,10 GHz. Namun, perlu dicatat bahwa seluruh informasi ini masih berasal dari bocoran dan belum dikonfirmasi Qualcomm maupun MediaTek. Nama kode core yang beredar juga belum tentu merupakan nama resmi saat produk diperkenalkan.
Baca Juga: vivo T5 5G Segera Hadir di India, Bawa Layar Melengkung dan Fitur AI
Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro Bawa Adreno 850

Untuk sektor grafis, Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dikabarkan menggunakan GPU Adreno 850 dengan desain tiga slice dan 18 MB memori grafis. Chipset tersebut juga disebut memiliki 8 MB Last Level Cache (LLC), yang dapat membantu menjaga akses data tetap cepat dalam beban kerja tertentu.
Qualcomm sendiri kabarnya akan menghadirkan dua varian Snapdragon 8 Elite Gen 6. Model non-Pro disebut menggunakan konfigurasi CPU 2+3+3 serupa, tetapi dengan GPU Adreno 845 yang memiliki dua slice, 12 MB memori grafis, dan LLC 6 MB. Artinya, perbedaan performa antara kedua varian kemungkinan tidak hanya berasal dari kecepatan CPU.
Dimensity 9600 Pro Andalkan GPU Arm
Di sisi MediaTek, Dimensity 9600 Pro disebut membawa GPU Arm G2-Ultra NX MC12. GPU 16-core ini dikabarkan terbagi menjadi dua kelompok, yakni delapan core GPU konvensional dan delapan core dengan akselerasi NX tensor.
Konfigurasi tersebut menarik karena kemampuan tensor dapat dimanfaatkan untuk fitur seperti upscaling dan frame generation pada gaming. Meski begitu, seberapa besar keunggulannya dibanding solusi Qualcomm masih belum bisa dinilai sebelum perangkat dan pengujian independen tersedia. Dengan status informasi yang masih berupa bocoran, spesifikasi final kedua chipset juga masih dapat berubah.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

