Jakarta, Gizmologi – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam industri game semakin meluas dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sejumlah studio besar seperti Capcom dan Ubisoft mulai mengeksplorasi teknologi tersebut, kini Sony juga mengonfirmasi bahwa mereka telah menggunakan AI dalam berbagai proses pengembangan game.
Informasi ini terungkap melalui dokumen tahunan yang diajukan Sony kepada regulator Amerika Serikat. Dalam dokumen tersebut, perusahaan menjelaskan bahwa AI digunakan untuk membantu mengotomatisasi berbagai pekerjaan yang bersifat repetitif, mulai dari pengembangan perangkat lunak, quality assurance (QA), hingga proses pembuatan model 3D dan animasi.
Meski demikian, Sony tidak menjelaskan secara rinci sejauh mana teknologi AI generatif digunakan dalam pembuatan konten game. Karena itu, masih belum jelas apakah pemain nantinya akan menemukan aset visual atau tekstur yang sepenuhnya dibuat menggunakan AI di game-game PlayStation mendatang.
Baca Juga: Tanggal Rilis GTA 6 Hilang dari Situs Rockstar, Penggemar Khawatir Game Kembali Ditunda
AI Dipakai untuk Tingkatkan Efisiensi Pengembangan

Dalam dokumen tersebut, Sony menyebut bahwa alat berbasis AI membantu tim pengembang mengurangi waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan berulang. Dengan begitu, developer dan seniman digital dapat lebih fokus menciptakan dunia permainan, cerita, serta pengalaman bermain yang lebih kompleks.
Sony juga menilai AI memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas tim internal. Selain di studio game, perusahaan berencana memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional platform PlayStation, termasuk dalam pengelolaan transaksi serta sistem rekomendasi konten di PlayStation Store.
Di sisi lain, Sony menegaskan bahwa investasi pada AI dan machine learning juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas visual serta pengalaman bermain di masa depan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa AI tidak hanya dipandang sebagai alat produktivitas, tetapi juga sebagai teknologi yang berpotensi memperkuat kemampuan perangkat lunak dan layanan PlayStation secara keseluruhan.
Peluang Besar, Tetapi Masih Memunculkan Perdebatan
Meski menawarkan efisiensi yang menjanjikan, penggunaan AI dalam industri game masih menjadi topik yang memicu perdebatan. Sebagian pengembang melihat AI sebagai alat bantu yang dapat mempercepat proses produksi, terutama untuk tugas-tugas teknis yang memakan waktu.
Namun, tidak sedikit pihak yang khawatir bahwa penggunaan AI generatif dapat mengurangi sentuhan kreatif manusia dalam sebuah game. Bahkan, beberapa studio seperti Pocketpair sebelumnya menyatakan bahwa mereka tidak melihat urgensi menggunakan AI generatif untuk membuat aset visual karena masih memiliki tim seniman yang aktif berkarya.
Untuk saat ini, Sony tampaknya mengambil pendekatan yang relatif moderat. Perusahaan lebih menyoroti AI sebagai alat pendukung produktivitas ketimbang pengganti kreativitas manusia. Meski begitu, seiring berkembangnya teknologi dan meningkatnya tekanan efisiensi di industri game, menarik untuk melihat sejauh mana peran AI akan berkembang dalam proses pembuatan game generasi berikutnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



