Nintendo Switch 2 edisi khusus perayaan 40 tahun The Legend of Zelda langsung mengalami kelangkaan setelah pre-order dibuka di Amerika Serikat. Konsol yang dibanderol US$519,99 tersebut dilaporkan habis dalam hitungan menit di sejumlah retailer besar, termasuk Best Buy, Walmart, Target, Amazon, hingga toko resmi Nintendo.
Harga tersebut memang sedikit lebih tinggi dibanding Switch 2 standar yang kini dibanderol US$499,99. Namun, edisi khusus ini membawa desain bertema The Legend of Zelda yang membuatnya menjadi incaran kolektor. Konsol tersebut dijadwalkan mulai dikirim pada 29 Oktober, sekitar satu minggu sebelum remake Ocarina of Time yang akan dirilis pada 5 November.
Setelah stok retail habis, sejumlah unit mulai bermunculan di eBay dengan harga jauh lebih tinggi. Listing yang beredar berada di kisaran US$700 hingga US$1.700 hanya untuk konsolnya. Ada pula penjual yang menawarkan paket berisi Pro Controller, carrying case, dan remake Ocarina of Time, meski Nintendo sendiri tidak menjual kombinasi tersebut sebagai satu paket resmi.
Baca Juga: Diablo 5 Resmi Diumumkan, Bawa Sanctuary yang Sudah Jatuh ke Tangan Diablo
Harga Resmi US$519,99, Scalper Pasang Harga Berkali-kali Lipat
Jika seluruh aksesori tersebut dibeli secara terpisah melalui Nintendo, total biayanya sekitar US$720. Artinya, sejumlah bundle yang ditawarkan hingga US$2.000 berada jauh di atas harga retail. Namun, perlu dicatat bahwa harga di eBay merupakan harga yang diminta penjual dan belum tentu mencerminkan harga transaksi sebenarnya.
Fenomena seperti ini bukan pertama kalinya terjadi pada peluncuran hardware populer Nintendo. Tingginya permintaan dan stok terbatas membuat produk edisi khusus mudah menjadi sasaran pembelian untuk dijual kembali. Bagi konsumen yang memang ingin menggunakan konsolnya, kondisi tersebut tentu membuat mendapatkan unit dengan harga normal menjadi lebih sulit.
Nintendo Pernah Terapkan Sistem Antiscalper

Nintendo sebelumnya mencoba mengurangi aktivitas scalper ketika membuka pre-order Switch 2 dengan menerapkan syarat tertentu. Calon pembeli diharuskan memiliki setidaknya 50 jam waktu bermain Switch sebelum bisa melakukan pre-order melalui skema tersebut.
Belum diketahui apakah Nintendo akan menerapkan aturan serupa ketika stok edisi Zelda kembali tersedia. Mengingat batch pertama habis dengan sangat cepat, mekanisme pembatasan pembelian atau sistem pre-order yang lebih ketat bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi pembelian dalam jumlah besar. Untuk sementara, konsumen yang gagal mendapatkan unit harus menunggu restock atau memilih membayar harga aftermarket yang jauh lebih mahal.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

