Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Kerjasama Google & Qualcomm Hadirkan 4 Tahun Pembaruan Android OS

Berbeda dengan Apple, smartphone yang hadir menggunakan sistem operasi Android memang dikenal tak memiliki umur panjang. Bukan dari daya tahan hardware-nya, melainkan pembaruan untuk beberapa tahun ke depannya, setelah perangkat tersebut dirilis. Umumnya, hanya seri tertentu saja seperti flagship, atau yang tergabung dalam program Android One.

Namun nasibnya akan berbeda pada smartphone Android lain yang bukan flagship, bukan Android One dan bukan Google Pixel. Bahkan beberapa di antaranya hanya naik satu versi saja, tanpa pembaruan keamanan bulanan. Nah, kabar baiknya, situasi ini kemungkinan akan berubah berkat kerjasama baru yang dijalin oleh Google dan salah satu produsen cip ternama, Qualcomm.

Baca juga: Android 11 Go Edition Tingkatkan Performa & Bawa Gestur Navigasi Baru

Dimungkinkan Berkat Adanya Project Treble

Sebelum membahas lebih jauh mengenai kerja sama yang dijalin oleh Google dan Qualcomm, Google sendiri telah berusaha untuk mengatasi situasi dimana smartphone-nya tidak bisa mendapatkan pembaruan perangkat lunak berkelanjutan. Hal tersebut karena setiap kali ada seri Android baru, proses yang harus dilakukan oleh produsen perangkat terlalu banyak, belum lagi seri smartphone-nya.

Dengan Project Treble yang sudah dirilis tiga tahun lalu, Google memisahkan bagian OS intinya (Android OS framework) dengan bagian perangkat lunak yang spesifik untuk masing-masing perangkat. Keduanya dikomunikasikan dengan sebuah jalur yang bernama “stable vendor interface”. Jalur dan cara komunikasi ini permudah vendor untuk rilis perangkat maupun pembaruan perangkat lunak.

Google sendiri memberikan sebuah gambaran grafik, dampak adanya Project Treble pada perangkat lunak yang digunakan di banyak smartphone Android sekarang ini. Saat Android 11 dirilis, sudah ada sebanyak 667 juta perangkat yang sudah jalankan Android 10, di mana 10,82% di antaranya mendapatkan pembaruan secara over-the-air (OTA).

Lajur Pembaruan Android OS Dibuat Lebih Simpel

Google vendor implementation - old
Lajur pembaruan OS sebelum adanya kerjasama antara Google dan Qualcomm.

Lalu bagaimana sistem kerjasama yang dijalin oleh Google dengan Qualcomm? Sebelumnya, ketika sebuah vendor smartphone Android yang gunakan chipset Qualcomm ingin rilis perangkat baru, mereka harus gunakan “vendor implementation” yang dibuat khusus untuk produk tersebut. Kemudian saat ada pembaruan seri Android, vendor implementation yang lama tidak berlaku, sehingga harus diperbarui dan seterusnya.

Google vendor implementation - new
Yang sudah diperbarui, dengan prinsip “no-retroactivity”.

Kedepannya, vendor yang gunakan chipset terbaru dari Qualcomm, tepatnya dimulai dari Snapdragon 888, cukup membuat satu vendor implementation tadi untuk beberapa seri Android OS terbaru di masa mendatang. Dengan begitu, kini satu smartphone Android bakal bisa mendapatkan tiga kali naik versi OS plus empat tahun jaminan keamanan bulanan.

Sehingga bila nanti Galaxy S21 Ultra hadir gunakan Snapdragon 888 dan Android 11, ada kemungkinan bakal terus mendapat pembaruan sampai Android 14. Kenapa kemungkinan? Karena, lagi-lagi, ini hanyalah sebuah jalan atau “fasilitas” yang bisa diberikan oleh Google dan Qualcomm. Soal implementasi, kembali lagi ke kebijakan dari masing-masing produsen smartphone, apakah mereka akan menerapkan hal ini atau tidak.

Di satu sisi, ini bakal sangat menguntungkan konsumen, di mana mereka tidak perlu merasa harus meng-upgrade perangkatnya terlalu cepat karena dukungan perangkat lunak masih terus ada. Namun di sisi lain, bisa saja tak diterapkan ke banyak seri Android, karena bila iya, konsumen bakal enggan membeli produk baru dalam jangka waktu dekat.

Meski, memang, Apple tidak melihat hal sejenis sebagai ancaman. Mengingat smartphone-nya yang rilis sejak 2015, iPhone 6s, masih mendapat pembaruan hingga saat ini ke iOS 14, alias lima tahun pasca perilisan. Sementara smartphone terbaik Google, Google Pixel series hanya dapat jaminan tiga tahun pembaruan. Apakah nantinya bakal berubah? Kita nantikan saja kehadiran flagship-flagship baru di 2021.

Tinggalkan komen