Selama Pandemi, Pengguna Internet Indonesia Habiskan 14,4GB Per Bulan

Jakarta, Gizmologi – OpenSignal merilis analisis terbarunya mengenai kebiasaan baru pengguna smartphone selama pandemi. Dalam laporan itu menyebutkan adanya peningkatan konsumsi kouta data internet selama pandemi.

Seperti diketahui, demi mencegah menyebarnya Covid-19, beberapa negara menerapkan kebijakan lockdown. Seiring pemberlakukan kebijakan tersebut, ketergantungan masyarakat terhadap koneksi internet untuk keperluan bekerja, belajar, dan berkomunikasi pun meningkat.

“OpenSignal melihat adanya fluktuasi dalam kecepatan mengunduh di berbagai negara dan para pengguna yang sering berada di rumah telah menghabiskan banyak waktunya tersambung pada koneksi Wifi,” tulis OpenSignal, Minggu (8/8/2021).

Dalam laporan OpenSignal, Indonesia termasuk negara yang mengalami fluktuasi dalam kecepatan unduhan. Data memperlihatkan rata-rata kecepatan download sebesar 19,2 persen setiap minggunya.

Data itu didapatkan dari perbandingan bulan Januari-Juni 2021 dengan pra-pandemi Januari-Maret 2020. Meningkatnya pemakaian data seluler di Indonesia disinyalir sebagai cara untuk menguji ketahanan jaringan.

“Saat Q1-2019 pengguna di Indonesia mengonsumsi rata-rata 8,5GB data seluler per-bulan. Kemudian pemakaian data seluler meningkat hampir sebesar 40% menjadi 11,8GB/bulan pada Q1-2020 dan 14,4GB/bulan Q1-2021,” tulis laporan tersebut.

Baca Juga: Opensignal Rilis Data Penggunaan WiFi Selama Pandemi Covid-19, Indonesia Stagnan

Dalam kasus Indonesia, faktor yang mendukung peningkatan tersebut yaitu adanya tambahan spektrum dan infrastruktur baru yang digunakan. Seperti memperbaharui jaringan Palapa Ring dan perluasan jaringan 4G secara nasional pada akhir 2022.

“Pemerintah berkomitmen untuk melakukan Digital Transformasi Nasional. Termasuk memulai memperbaharui pita 2,3 GHz untuk meningkatkan kualitas layanan seluler dan menjadi dasar bagi jaringan 5G,” lanjutnya.

Traffic Konsumsi Internet

opensignal

Selain Indonesia, peningkatan secara rata-rata pada kecepatan mengunduh terjadi banyak negara, seperti di Filipina, Kamboja, Jerman. Meski di awal kebijakan lockdown terjadi peningkatan tersambungnya pengguna dengan Wifi, pada fase kebiasaan baru ini terjadi penurunan.

Menurut OpenSignal, sudah banyak masyarakat yang menyesuaikan diri dengan situasi ‘normal’ yang baru seperti saat ini, namun belum stabil dan punya tahap transisi yang berbeda tiap negara. Indikator awal untuk mengenali perubahan yang terjadi adalah persentase waktu rata-rata yang dihabiskan pengguna smartphone untuk tersambung ke jaringan Wifi (atau waktu penggunaan Wifi).

Biasanya orang lebih banyak menghabiskan waktu untuk terhubung ke jaringan Wifi saat akhir pekan atau hari libur nasional, di mana mereka menghabiskan waktu di rumah lebih lama. Hal tersebut bisa dikarenakan sudah dilonggarkannya fase lockdown, sehingga banyak warga negara yang sudah mulai beraktivitas normal untuk pergi ke kantor.

 

Tinggalkan komen