alexa

Telkomcel, Anak Usaha Telkom di Timor-Leste Menangkan Tender Frekuensi 2300 MHz

Dili, Gizmologi – Bisnis seluler Telkom tak hanya menguasai Indonesia melalui Telkomsel, tetapi juga sampai di negara tetangga yaitu Timor-Leste. Di negara yang dulunya adalah bagian Indonesia tersebut, nama operatornya agak mirip yaitu Telkomcel yang dikelola oleh Telekomunikasi Indonesia International (TL), S.A.

Nah, di negara tersebut, Telkomcel sebagai Pemenang Penggunaan Pita Frekuensi Radio 2300 MHz sebesar 20 Mbps untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler Tahun 2021 dalam jangka waktu 15 tahun kedepan. Hal ini sesuai penetapan resmi pemerintah Republik Demokratic Timor – Leste (RDTL) melalui Keputusan Menteri Telekomunikasi dan Transportasi Timor-Leste and/or Badan regulasi frekuensi (ANC) Timor-Leste.

Dengan tambahan spektrum tersebut, Telkomcel berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas jaringan seluler dan mendorong akselerasi penggelaran infrastruktur jaringan seluler dan digitalisasi untuk meningkatkan kualitas layanan jaringan seluler secara merata di seluruh wilayah Timor-Leste.

Baca juga: Telkom Genjot Digitalisasi Nasional, Perluas Jaringan di 2022Telkomcel Timor

CEO Telkomcel, Yogi Rizkian Bahar mengatakan pihaknya berterima kasih untuk kembali mendapatkan kepercayaan dari pemerintah Timor-Leste melalui penetapan pemenang seleksi tender Pengguna Pita Frekuensi 2300 MHz untuk kapasitas 20 Mbps yang belum lama ini digelar oleh badan Autoridade NacionalComunicacões (ANC) Timor-Leste.

Investasi jangka panjang ini menurutnya menjadi bukti kongkret, komitmen serta keseriusan korporasi dengan dukungan penuh dari induk perusahaan yaitu PT. Telekomunikasi Indonesia International (Telin) selaku pemengang saham mayoritas untuk terus berinvestasi di Timor-Leste.

“Tambahan bandwidth frekuensi ini juga untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan masyarakat untuk menikmati layanan “The True Broadband” dengan kecepatan akses maksimal, berkualitas tinggi dan berteknologi terkini secara nyaman, merata dan setara, terutama dalam memperkuat ekosistem gaya hidup digital yang inklusif dan berkesinambungan,” ujar Yogi.

Diharapkan dengan tambahan lebar pita 20 Mbps untuk spektrum frekuensi 2300 Mhz ini dapat memperkuat pengembangan layanan broadband dan mendukung proses digitalisasi di seluruh daerah di Timor-Leste. Serta memaksimalkan penggunaan kapasitas dan kualitas jaringan broadband untuk mendukung penguatan ekosistem digital di  Timor-Leste. Beberapa di antaranya termasuk industri kreatif, e-commerce, dan mendorong transformasi digital di Timor – Leste. Juga untuk pengembangan di segmen Pendidikan, perbankan serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Tinggalkan komen