Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

TikTok Indonesia Angkat Bicara Terkait Rencana Akuisisi Microsoft

0 2.235

Awal pekan ini, warganet dikagetkan dengan rencana Microsoft yang berniat untuk mengakuisisi TikTok. Negosiasi Microsoft untuk mengakuisisi TikTok yang dimiliki oleh perusahaan China, ByteDance, ini mengemuka. Terutama disebabkan oleh Trump yang mengancam akan melarang aplikasi tersebut beroperasi di Amerika Serikat (AS).

Diskusi antara CEO Microsoft Satya Nadella dan Presiden AS Donald Trump, menjadi lampu hijau bahwa Microsoft diperbolehkan membeli TikTok di AS. Para pejabat keamanan AS mengungkapkan kekhawatiran kalau aplikasi berbagai video pendek tersebut bisa digunakan untuk mengumpulkan data pribadi warga Amerika. Bahkan dituding bisa menjadi operasi propaganda pada pilpres tahun ini.

Ya, bukan hanya di Indonesia saja, TikTok memang populer di berbagai negara termasuk AS. Aplikasi populer ini memiliki hingga 80 juta pengguna aktif dalam sebulan di Amerika. Jika kesepakatan ini terjadi, tentu tidak ada alasan bagi Trump untuk melarang aplikasi TikTok.

Karena memang itu adalah alternatif lain yang ditawarkan kepada TikTok jika tidak ingin diblokir. Yakni melakukan divestasi operasionalnya di AS agar terlepas dari manajemen perusahaan induknya, Bytedance.

“Microsoft akan bergerak cepat dan terus berdiskusi dengan perusahaan induk TikTok, ByteDance, dalam hitungan minggu, dan ditargetkan selesai selambat-lambatnya pada tanggal 15 September 2020. Selama proses ini, Microsoft berharap untuk melanjutkan dialog dengan Pemerintah Amerika Serikat, termasuk dengan Presiden,” tulis Microsoft dalam unggahan di blog resmi perusahaan (2/8).

Nantinya kesepakatan yang dibuat kedua pihak bakal didasari oleh beragam hasil tinjauan dari Komite Investasi Asing Amerika Serikat (CFIUS). CFIUS sendiri adalah sebuah lembaga AS yang bertanggung jawab untuk meninjau sekaligus menyelidiki beragam kesepakatan soal investasi asing di AS yang dapat memengaruhi keamanan nasional negara tersebut.

Baca juga: 7 Fakta Likee, Aplikasi Berbagi Video Pendek Kekinian 

Komentar TikTok Indonesia

tiktok for businessBagaimana dampaknya terhadap operasional TikTok di Indonesia? Seharusnya tidak ada masalah. Karena kalau rencana tersebut berhasil, Microsoft hanya melakukan akuisisi TikTok Amerika Serikat.

Meski tidak tertutup kemungkinan untuk investasi di perusahaan induk, ByteDance. Karena melihat potensi TikTok yang sangat besar. Saat Gizmologi menghubungi pihak TikTok Indonesia, mereka tidak berkomentar panjang.

“Kami tidak akan mengomentari rumor dan spekulasi yang beredar. Kami yakin bahwa TikTok akan berhasil untuk jangka panjang. Ratusan juta orang bergabung ke platform ini untuk mencari hiburan dan saling terkoneksi,” kata spokesperson TikTok Indonesia kepada Gizmologi (4/8).

Dijelaskan lebih lanjut, TikTok termotivasi oleh semangat dan kreativitas, dan berkomitmen untuk terus melindungi privasi serta keamanan pengguna. “Secara berkelanjutan, kami akan terus berusaha menghadirkan kebahagiaan kepada pengguna kami dan menjaga mereka yang berkarir dengan berkreasi di platform ini,” pungkas spokesperson TikTok Indonesia.

Jumlah Pengguna TikTok

logo tiktokTikTok adalah salah satu platform media sosial yang paling cepat berkembang di dunia yang menghadirkan versi alternatif berbagi online. Ini memungkinkan pengguna untuk membuat video pendek dengan musik, filter, dan beberapa fitur lainnya. Terkadang itu lucu, terkadang ngeri, tapi pasti membuat ketagihan terutama di kalangan Gen Z.

TikTok adalah smartphone yang dapat digunakan untuk membuat dan berbagi video pendek. Awalnya diluncurkan sebagai Douyin pada September 2016, di Cina. Tahun berikutnya, pada 2017, aplikasi ini diluncurkan oleh ByteDance untuk pasar di luar Tiongkok. TikTok dan Douyin sama-sama menggunakan perangkat lunak yang sama, tetapi memelihara jaringan terpisah untuk mematuhi pembatasan sensor China.

Dalam tiga tahun sejak diluncurkan, popularitas TikTok telah meledak. Menurut Datareportal yang dilansir dari laman Oberlo, TikTok saat ini memiliki lebih dari 800 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Dari angka tersebut, 150 juta di antaranya berasal dari China yang menggunakan Douyin.

Sebagai perbandingan, untuk meraih jumlah pengguna aktif yang sama, Instagram butuh waktu enam tahun sejak diluncurkan. Sementara Facebook membutuhkan setidaknya empat tahun.

Pada April 2020, TikTok mencetak rekor 2 miliar unduhan. Meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang berhasil mendapatkan 1 miliar unduhan. Mayoritas pengguna TikTok berlokasi di Asia dan khususnya, India. Hingga saat ini, TikTok telah diunduh lebih dari 611 juta kali di India, yang merupakan sekitar 30 persen dari total unduhan global aplikasi (Sensor Tower, 2020). Sementara di AS, aplikasi ini diunduh sebanyak 165 juta.

Sayangnya, belum ada data terbaru mengenai jumlah pengguna di Indonesia. TikTok mencatat kenaikan pengguna  di Indonesia sekitar 20% selama pandemi corona dibandingkan biasanya. Perusahaan mengatakan, mayoritas pengguna membuat konten edukasi, makanan, hingga fesyen di aplikasi tersebut.