Gizmologi.idGizmologi.id
  • NEWS
    NEWSShow More
    nubia
    nubia dan Smartfren Siapkan Paket Unlimited 5G, Gandeng nubia A77 5G
    2 November 2026 12:53
    Sam Altman
    CEO OpenAI Sam Altman Sebut RAM PC Sering Mubazir, Ini Alasan
    2 November 2026 11:02
    Binance dibobol
    Binance Dibobol USD 6,3 Miliar, Berawal dari Laptop Pegawai?
    2 November 2026 09:47
    fitur grup WhatsApp
    4 Fitur Grup WhatsApp Terbaru, Apa yang Berubah di Chat?
    2 November 2026 08:58
    LG WhiteGlove Service.jpg
    LG Perluas WhiteGlove Service, Kini Mencakup TV OLED hingga WashTower
    1 November 2026 23:46
  • REVIEW
    REVIEWShow More
    Lenovo IdeaTab Plus
    Review Lenovo IdeaTab Plus: Tablet Rasa Laptop yang Nyaman dan Ringan
    Review Dune: Awakening
    Review Dune: Awakening, Arrakis Memikat tapi Bikin Penat
    The Blood of Dawnwalker
    Review Game The Blood of Dawnwalker: RPG Vampire dengan Konsep Waktu Unik
    ASUS ROG Azoth X
    Review ASUS ROG Azoth X: Keyboard Gaming Premium dengan Layar LCD, Nyaman Untuk Harian
    realme16ProHarryPotterEdition
    Review realme 16 Pro Harry Potter Edition: Ketika Dunia Hogwarts Masuk ke Smartphone
  • GADGET
    GADGETShow More
    Xiaomi 18 Pro
    Xiaomi 18 Pro Series Siap Meluncur Global Bulan Ini, Baterai Diduga Lebih Kecil
    2 November 2026 14:00
    nubia
    nubia dan Smartfren Siapkan Paket Unlimited 5G, Gandeng nubia A77 5G
    2 November 2026 12:53
    Nothing Headphone (1) Pro - V
    Nothing Headphone (1) Pro Resmi Hadir di Indonesia, Harga Rp6 Jutaan dengan Triple-Driver dan Desain Transparan
    31 Oktober 2026 16:57
    Unboxing iPhone Duo
    Unboxing iPhone Duo, Smartphone Lipat Pertama Apple Harga Mulai Rp46 Jutaan
    30 Oktober 2026 19:55
    POCO X8 POCO C95 Pro
    POCO C95 Pro dan POCO X8 Resmi di Indonesia, Smartphone Gaming Terbaru Harga Mulai Rp3 Jutaan
    30 Oktober 2026 18:35
  • PC
    PCShow More
    GEEKOM Indocomtech 2026
    GEEKOM Ramaikan Indocomtech 2026, Pamerkan AI Mini PC A9 Mega Berperforma Andal Serta Laptop Super Ringan
    31 Oktober 2026 13:35
    MacBook Pro PROLED
    Apple Rilis MacBook Pro PROLED, Membawa Layar Sentuh dan Profil Lebih Ringan
    29 Oktober 2026 11:15
    Logitech MX Master 4
    Logitech MX Master 4 Developer Edition Hadir dengan Desain Khusus Programmer
    28 Oktober 2026 14:09
    Acer Nitro V15
    Acer Nitro V15 Bisa Jadi Pilihan Laptop untuk Kerja dan Kuliah
    28 Oktober 2026 11:40
    MacBook Pro M6
    MacBook Pro M6 Meluncur, Apple Tambah Tenaga untuk AI Lokal
    28 Oktober 2026 09:10
  • GAMES
  • AUTO
  • MORE
    • Speed Test
    • Gizmopedia
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Interview
    • Apps
    • Opini
    • Versus
    • Awards
    • PRNEWSWIRE
Mesin pencari
Quick Link
  • Home
    • Speed Test
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Insight
    • Gizmopedia
  • Awards
  • Networks
    • Gadgetdiva
    • Otodiva.id
    • Traveldiva.id
Reading: Waspada! 66% Orang Dewasa di RI Pernah Kena Scam, Kerugian Capai Rp49 T
Share
Font ResizerAa
Gizmologi.idGizmologi.id
Font ResizerAa
  • News
  • Review
  • Gadget
  • Gizmoplay
  • Automotive
  • Gizmotalk Podcast
Mesin pencari
  • Home
    • Speed Test
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Insight
    • Gizmopedia
  • Awards
  • Networks
    • Gadgetdiva
    • Otodiva.id
    • Traveldiva.id
Follow US
  • Home
  • Tentang Gizmologi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • PRNewswire

Home » Waspada! 66% Orang Dewasa di RI Pernah Kena Scam, Kerugian Capai Rp49 T

News

Waspada! 66% Orang Dewasa di RI Pernah Kena Scam, Kerugian Capai Rp49 T

Bambang Dwi Atmoko
By
Bambang Dwi Atmoko - Chief Editor
31 Oktober 2025 20:25
Share
8 Min Read
Ilustrasi Scam Canva
Ilustrasi scam (Foto: Canva)
SHARE

Jakarta, Gizmologi – Ancaman penipuan digital telah mencapai titik kritis dan menjadi risiko sistemik bagi ekonomi digital Indonesia. Laporan terbaru yang diluncurkan oleh Global Anti-Scam Alliance (GASA) , bekerja sama dengan Mastercard dan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) , mengungkap fakta yang sangat mencengangkan: total kerugian finansial akibat penipuan dalam 12 bulan terakhir di Indonesia mencapai Rp49 triliun atau setara $3,3 miliar.

Angka fantastis ini bukan sekadar statistik; di baliknya terdapat rata-rata kerugian Rp1,7 juta per orang , yang menguras tabungan, merusak kesejahteraan, dan mengikis kepercayaan masyarakat. Peluncuran laporan bertajuk ‘State of Scams in Indonesia 2025’ ini dilakukan di kantor Google Indonesia di Jakarta pada 31 Oktober 2025. Ini sekaligus menandai langkah konkret setelah pembentukan GASA Indonesia Chapter pada Juli 2025 lalu , yang bertujuan memperkuat ketahanan siber nasional.

Laporan ini menyajikan wawasan terkini mengenai lanskap ancaman yang terus berkembang, menyoroti kerentanan konsumen serta taktik umum yang digunakan pelaku untuk mengeksploitasi mereka. Analisis ini juga sejalan dengan semangat Hari Sumpah Pemuda , menyoroti kebutuhan penting untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan siber di kalangan Generasi Z dan Milenial, yang merupakan kelompok pengguna digital terbesar di Indonesia.

Contents
  • Meluasnya Ancaman dan Sasaran Empuk di Kalangan Digital
  • Peran AI: Senjata Pelaku dan Benteng Pertahanan
  • Tiga Pilar Rekomendasi GASA untuk Ketahanan Siber
  • Infografik ‘State of Scams in Indonesia 2025’

Meluasnya Ancaman dan Sasaran Empuk di Kalangan Digital

GASA Indosat Google Mastercard

Data GASA menunjukkan bahwa penipuan digital kini telah menjadi ancaman yang meluas. Dua dari tiga (66 persen) orang dewasa di Indonesia mengaku telah terpapar penipuan dalam setahun terakhir , dengan frekuensi paparan yang mengkhawatirkan, yaitu setara dengan 55 kali per orang per tahun. Meskipun tidak semua paparan berujung kerugian, sebanyak 35 persen responden menjadi korban penipuan, dan 14 persen di antaranya mengalami kerugian finansial.

Fakta ini diperparah dengan temuan mengenai cara pelaku beraksi. Platform yang paling sering digunakan pelaku adalah pesan langsung, seperti aplikasi pesan instan dan SMS. Pola ini mengindikasikan bahwa para penipu semakin mengandalkan teknik rekayasa sosial atau social engineering yang memanfaatkan jalur komunikasi personal, di mana batas antara interaksi pribadi dan ancaman keamanan menjadi sangat tipis.

More Read

LG Better life for all
Inisiatif LG “Better life for all”, Bangun Masa Depan Melalui Budaya Pangan Berkelanjutan
10 Film dan Serial Dokumenter Netflix Bisa Ditonton Gratis di YouTube
ASUS Kenalkan Jajaran Laptop & PC dengan AMD Ryzen 4000 Series

Kelompok Generasi Z dan Milenial, yang dikenal sangat aktif di dunia digital, menjadi sasaran utama yang mendesak untuk ditingkatkan kewaspadaan sibernya. Kerugian finansial yang rata-rata mencapai Rp1,7 juta per orang tersebut, dapat menjadi beban yang signifikan, terutama bagi generasi muda yang sedang membangun karir dan keuangan. Lebih lanjut, Brian D. Hanley, GASA APAC Director, menegaskan bahwa setiap kasus penipuan di Indonesia memiliki wajah manusia di baliknya , mulai dari orang tua yang kehilangan tabungan, mahasiswa yang takut melaporkan kejahatan, atau pelaku UMKM yang tidak bisa bangkit kembali.

Aileen Goh, Country Manager, Indonesia, Mastercard dan Wakil Ketua GASA Indonesia Chapter, memaparkan bahwa Indonesia berada di garis depan transformasi digital yang membuka peluang baru bagi jutaan masyarakat. Namun, seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital, ancaman penipuan juga meningkat dan menjadi risiko sistemik yang memengaruhi konsumen, bisnis, dan institusi. Ia menyimpulkan, untuk menjaga kepercayaan ini, dibutuhkan lebih dari sekadar teknologi, yaitu aksi kolektif.

Peran AI: Senjata Pelaku dan Benteng Pertahanan

IM3 Indosat SATSPAM

Tantangan di masa depan adalah bagaimana memanfaatkan teknologi canggih, seperti Artificial Intelligence (AI), untuk melawan balik para pelaku kejahatan siber yang juga makin cerdik menggunakan teknologi serupa. Dalam laporan ini, isu teknologi canggih menjadi bagian penting dari solusi pencegahan.

Putri Alam, Government Affairs and Public Policy Director Google Indonesia, mengungkapkan komitmen Google dalam membangun ekosistem internet yang lebih aman. Pendekatan Google berfokus pada penerapan fitur keamanan berbasis AI yang tertanam langsung di produk utama , didesain dengan prinsip private by default dan secure by design. Contohnya adalah penggunaan AI pada perangkat yang memungkinkan deteksi penipuan secara real-time di Google Messages dan memperkuat fitur Safe Browsing di Chrome untuk melindungi pengguna dari situs phishing.

Di sisi lain, Reski Damayanti, Ketua GASA Indonesia Chapter dan Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, juga menyoroti peran AI sebagai solusi. Menurutnya, untuk melindungi publik dan memulihkan kepercayaan, Indonesia perlu memperkuat sistem pencegahan penipuan dengan teknologi canggih seperti AI, didukung kemitraan kuat dan regulasi yang jelas. Keterlibatan Google sebagai pimpinan Komite Edukasi dan Kesadaran GASA Indonesia Chapter menunjukkan bahwa upaya memerangi penipuan digital tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada bagaimana memberdayakan masyarakat dengan pengetahuan yang berbasis inovasi teknologi.

Pendekatan ini menyiratkan bahwa peperangan melawan penipuan digital adalah perlombaan senjata antara AI yang digunakan pelaku untuk memanipulasi, dan AI yang digunakan industri teknologi untuk melindungi. Brian D. Hanley dari GASA APAC menekankan bahwa penipuan tidak hanya mengambil uang, tetapi juga kepercayaan antar manusia. Oleh karena itu, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil harus bersatu untuk membangun kembali kepercayaan digital bersama.

Tiga Pilar Rekomendasi GASA untuk Ketahanan Siber

Laporan GASA merumuskan 10 rekomendasi utama untuk mengatasi ancaman penipuan, yang terbagi dalam tiga area tindakan strategis : Memberdayakan Konsumen, Mewujudkan Internet yang Lebih Aman, dan Memperkuat Kerja Sama Lintas Sektor.

Pilar pertama, Memberdayakan Konsumen, mencakup edukasi berkelanjutan, penyediaan layanan bantuan nasional, dan dukungan terpadu bagi korban penipuan. Survei GASA menunjukkan bahwa 34 persen responden berpendapat lembaga publik, terutama pemerintah, bertanggung jawab untuk melindungi masyarakat dari penipuan digital. Hal ini menggarisbawahi harapan besar masyarakat terhadap peran negara dalam pencegahan dan penanggulangan.

Pilar kedua, Mewujudkan Internet yang Lebih Aman, berfokus pada solusi teknis, seperti pemblokiran penipuan di tingkat jaringan. Selain itu, peningkatan kemampuan penelusuran transaksi penipuan di berbagai platform dan sistem pembayaran juga menjadi kunci, mengingat sebagian besar penipuan dilakukan melalui platform pesan.

Terakhir, Pilar ketiga, Memperkuat Kerja Sama Lintas Sektor, dianggap fundamental. Rekomendasinya meliputi pembentukan jaringan pusat anti-penipuan, kejelasan tanggung jawab penyedia layanan, langkah pencegahan yang lebih kuat, serta kolaborasi global dalam investigasi dan penegakan hukum. Aileen Goh dari Mastercard menyebutkan bahwa laporan ini menegaskan luasnya dampak penipuan digital dan perlunya respons terpadu lintas sektor.

Rekomendasi ini akan menjadi panduan bagi GASA Indonesia Chapter dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, melalui upaya membangun kepercayaan digital dan menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dengan metodologi penelitian yang melibatkan 1.000 responden berusia 18 tahun ke atas di seluruh Indonesia , laporan GASA ini menyediakan wawasan dasar untuk memperkuat upaya nasional dalam edukasi publik, kampanye yang terarah, serta pengembangan kebijakan di bidang keamanan digital.

Infografik ‘State of Scams in Indonesia 2025’

INFOGRAFIK MASTERCARD_compressed

Author
c613c8b42d749d9405bf2c02971a901dbb91a98862f8f510463583c1ff5136e6?s=80&d=mm&r=g

Bambang Dwi Atmoko

Chief Editor Gizmologi. Tech journalist & blogger. Mobile photography enthusiast. Living in dangerously beautiful Indonesia.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Di Tengah Pandemi, PS5 Tetap Laku Hingga 7,8 Juta Unit
realme X50 Pro & Smart TV Bakal Diluncurkan di realme Fan Fest 2020
Tokopedia Luncurkan Fitur Voice Over Ramah Difabel di Aplikasi iOS
Huawei-ASEAN Foundation Teken MoU untuk Kemajuan Ekosistem Digital
Berdayakan Perempuan Melalui Teknologi, Inilah Pemenang SheHacks 2021
TAGGED:#HeadlineGASAGoogleIndosat
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Bluesky Email Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Cry0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Surprise0

Latest Stories

Xiaomi 18 Pro
Xiaomi 18 Pro Series Siap Meluncur Global Bulan Ini, Baterai Diduga Lebih Kecil
Smartphone
nubia
nubia dan Smartfren Siapkan Paket Unlimited 5G, Gandeng nubia A77 5G
Gadget News
Sam Altman
CEO OpenAI Sam Altman Sebut RAM PC Sering Mubazir, Ini Alasan
AI News
Binance dibobol
Binance Dibobol USD 6,3 Miliar, Berawal dari Laptop Pegawai?
News

Latest Review

Lenovo IdeaTab Plus
Review Lenovo IdeaTab Plus: Tablet Rasa Laptop yang Nyaman dan Ringan
Review Dune: Awakening
Review Dune: Awakening, Arrakis Memikat tapi Bikin Penat
The Blood of Dawnwalker
Review Game The Blood of Dawnwalker: RPG Vampire dengan Konsep Waktu Unik
ASUS ROG Azoth X
Review ASUS ROG Azoth X: Keyboard Gaming Premium dengan Layar LCD, Nyaman Untuk Harian
realme16ProHarryPotterEdition
Review realme 16 Pro Harry Potter Edition: Ketika Dunia Hogwarts Masuk ke Smartphone
Gizmologi.idGizmologi.id
Follow US
© 2025 Gizmologi by PT Konten Cipta Kreatif. All Rights Reserved.

Our Family: Gadgetdiva - Otodiva - Traveldiva

  • Home
  • Tentang Gizmologi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • PRNewswire
Memuat Komentar...
icon gizmologi icon gizmologi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?