Review Acer Swift 3X: Laptop untuk Content Creator, Lebih Bertenaga

Kalau Gizmo friends cukup rutin mengikuti artikel ulasan dari Gizmologi (dan kami sangat berterima kasih bila iya), mungkin sudah pernah membaca dua ulasan laptop Acer dalam seri Swift 3. Nah, Acer Swift 3X ini bakal jadi yang ketiga. “Wah, kok banyak ya?” Mungkin supaya lebih efektif aja penamaannya, karena ketiganya pun menyasar jenis pengguna berbeda.

Untuk Acer Swift 3, hadir lebih terjangkau tapi tetap powerful plus bobot ringan dan cukup tipis selayaknya ultrabook, sementara Swift 3 Infinity 4 cocok buat kamu yang cari laptop dengan sertifikasi Intel Evo termurah—benefit-nya sendiri sudah saya jabarkan di dalam ulasannya.

Nah, Acer Swift 3X ini pendekatannya sedikit berbeda. Sebutannya sendiri “creator laptop”, ditujukan bagi kamu para kreator konten yang ingin perangkat terjangkau, tapi tetap stylish dan portabel, alias nggak melulu harus membeli laptop gaming. GPU yang disematkan pun cukup menarik, masih punya Intel, tapi bukan GPU standar laptop dengan CPU Intel Core 11th-gen.

Setelah sekitar dua pekan menggunakan laptop ini, saya bisa bilang kalau kehadiran Acer Swift 3X sendiri cukup berhasil memberikan apa yang dijanjikan. Walaupun sudah rilis sejak awal tahun, masih tergolong layak untuk dilirik. Berikut impresi lengkapnya.

Desain

Acer Swift 3X

Terlihat familiar? Wajar, yah namanya masih dalam seri yang sama. Mulai dari tampak cover luar, jenis hinge, bagian dalam, profil samping, Acer Swift 3X terlihat persis seperti seri Swift 3 Infinity 4. Tapi ada beberapa bagian yang menurut saya membuat laptop ini lebih berbeda dan elegan.

Pertama, opsi warnanya, di mana unit yang saya pakai punya warna emas yang nggak pekat banget, jadi cukup kalem dan sudah terlihat berbeda dari laptop silver kebanyakan. Kalau dirasa terlalu terang, ada opsi warna biru gelap. Dan keduanya bakal punya list hinge luar berwarna hijau tosca yang sedikit mencolok.

Ketika laptop dibuka, bagian tersebut bakal kontak langsung ke permukaan meja—tapi tenang, karena kalau dilihat lebih dekat, ada rubber khusus yang berfungsi sebagai penahan. Bobotnya sendiri cukup ringan di 1,37 kilogram dengan ketebalan kurang dari 18mm. Terasa cukup rigid, dibuat dari kombinasi magnesium alloy dan magnesium lithium.

Layar

Acer Swift 3X

Dimensi bezel-nya tergolong standar untuk laptop rilisan 2021—tipis di tiga bagian atas kiri kanan, sementara bagian bawahnya masih tebal. Setidaknya, panel yang digunakan sudah cukup berkualitas, berukuran 14 inci dengan resolusi full HD dan berjenis IPS. Mampu berikan saturasi warna tinggi dengan viewing angle lebih lebar.

Kecerahannya sendiri sekitar 300 nits, yang kalau dipakai di area outdoor sekadar oke saja, nggak terang banget, tapi juga tidak terlalu gelap. Setidaknya permukaan anti-glare efektif mengurangi pantulan cahaya di sekitar. Karena untuk kreator konten, tentu akurasi layar juga menjadi penting. Acer Swift 3X sendiri mendukung cakupan warna 72% NTSC atau 100% sRGB.

Layar ini belum bisa dibuka sampai flat 180 derajat, pun tidak mendukung input sentuh. Namun desain hinge yang digunakan membuat bagian bodi bawah laptop sedikit terangkat, sehingga dapat tingkatkan sirkulasi udara. Rasio konvensional 16:9 juga membuatnya lebih nyaman untuk kebutuhan multimedia, atau kamu yang sering jalankan dua aplikasi bersebelahan.

Port & Konektivitas

Acer Swift 3X

Jenis port pada Acer Swift 3X sejatinya cukup lengkap, hanya saja tergolong terbatas. Yang ada dua hanyalah port USB-A 3.2 saja, sementara port USB-C Thunderbolt 4-nya hanya satu. Jadi harus gantian kalau semisal ingin menggunakannya untuk transfer data sambal isi daya. Sisanya ada port HDMI dan audio combo jack.

Ya, tidak ada slot kartu SD maupun micro SD pada dua bagian sisi samping Acer Swift 3X, sedikit kontra mengingat ini adalah laptop untuk kreator konten. Untuk konektivitas nirkabel, sudah mendukung Bluetooth 5.0 maupun Wi-Fi a/b/g/n/ac/ax, jadi sudah lengkap dan mendukung konektivitas yang kencang. Juga tidak ada masalah untuk disambungkan ke earphone TWS.

Touchpad-nya bukan yang paling luas, tapi sudah cukup banget dengan responsivitas yang baik. Sementara untuk keyboard, tergolong nyaman, dengan warna hitam dan lampu backlit. Kelebihannya? Lampu lebih terlihat dalam kondisi gelap. Kekurangannya? Jadi tidak sewarna saja dengan bagian bodi bawahnya. Sementara tombol power dibuat menyatu dan sedikit lebih keras, mencegah salah tekan.

Performa

Acer Swift 3X

Varian Acer Swift 3X yang saya gunakan adalah yang paling rendah, dengan CPU Intel Core i5-1135G7 (up to 4.2GHz) RAM 8GB LPDDR4x (sudah tersolder alias tidak bisa upgrade), plus storage 512GB SSD PCIe NVMe (masih ada satu slot M.2 kosong untuk tambahan kapasitas). Nah, situasi GPU-nya tak seperti laptop standar.

Kalau biasanya dipasangkan dengan Intel Iris Xe. Acer Swift 3 punya dedicated GPU Intel Iris Xe Max 4GB LPDDR4X. GPU ini bisa disetarakan dengan GPU NVIDIA kelas entri, tapi dirancang lebih kencang untuk menjalankan aplikasi content creation seperti video encoding.

Ada teknologi bernama Deep Link yang mampu optimalkan beban kerja antara GPU discrete dengan GPU terintegrasi, maksimalkan performa sekaligus efisiensi daya. Jadi buat kamu yang semisal rutin mengakses aplikasi Adobe dan ingin bermain gim kasual, bakal cocok dengan Acer Swift 3X. Sistem pendinginnya pun cukup efektif menjaga suhu bodi, dengan kipas yang bisa diatur intensitasnya sesuai kebutuhan.

Untuk kelas harga yang ditawarkan, sudah sangat memuaskan jalankan aplikasi sehari-hari, bisa menyala cukup instan walaupun belum mengantongi sertifikasi Inte Evo. Termasuk ketika sudah menjalankan Windows 11, efek animasi dan transisi dari setiap elemen kecil berjalan lancar tanpa glitch.

Fitur Lain

Acer Swift 3X

Tak banyak bloatware yang disematkan pada Acer ke dalam Acer Swift 3X, nilai plus untuk Gizmo friends yang tak suka ada banyak aplikasi terpasang dari pabrikan. Dan meski sensor sidik jarinya terlihat kecil, tergolong akurat dan instan kok untuk buka kunci layar lewat Windows Hello.

Kualitas speaker stereo dan mikrofonnya sudah tergolong baik untuk kebutuhan multimedia dan panggilan virtual lewat Zoom atau Google Meet. Termasuk dengan webcam yang ada di atas layar Acer Swift 3X, punya sudut pandang lebih lebar dan bisa saya jamin lebih baik secara kualitas, ketimbang realme Book atau Infinix INBook X1.

Baterai

Acer Swift 3X

Kalau dua seri Swift 3 sebelumnya hadir dengan performa baterai yang tergolong memuaskan, sama halnya dengan Acer Swift 3X. Walaupun, dengan kapasitas 3,815 mAh, situs resmi Acer Indonesia memberikan dua perkiraan durasi pemakaian yang berbeda. Di situs toko resminya 7 jam, di halaman spesifikasi produk 14 jam.

Yah mungkin keduanya benar, yang satu untuk durasi penggunaan intensif, satu lagi kalau sekadar bikin dokumen tanpa akses internet. Sementara untuk penggunaan saya pribadi, dengan selalu terhubung ke internet, brightness hampir maksimum dan aplikasi Office, berjalan rata-rata 8-9 jam. Kalau sedang dipakai bermain gim menggunakan discrete GPU tentu bisa turun sampai kurang dari 7 jam.

Tentunya ini tergolong awet, apalagi kalau dibandingkan dengan laptop gaming kelas entri. Dan pengisian dayanya pun fleksibel, bisa lewat port USB-C. Walaupun memang hanya ada satu, jadi kalau sedang dipakai, harus membawa adaptor bawaan yang menggunakan port DC-in. 60 menit bisa menambah sekitar 70%, dan terisi penuh dalam waktu kurang dari 2 jam.

Kesimpulan

Acer Swift 3X

Satu lagi laptop understated dari Acer untuk mereka yang utamakan performa dan portabilitas. Acer Swift 3X memang bukan yang paling stylish atau tipis, tapi cukup oke untuk dibawa nongkrong di kafe atau dibawa meeting ke kantor. Dalam kata lain, desainnya cukup netral dan masih nyaman untuk dibawa bepergian.

Siapa sangka, label Intel Iris Xe dengan imbuhan kata “Max” pada stikernya membuat laptop ini cocok untuk render video. Digabungkan dengan konektivitas prima, daya tahan baterai awet, plus harga yang atraktif membuat Acer Swift 3X masih menarik bahkan hingga penghujung 2021.

Bila dirasa kurang kencang, Gizmo friends dapat memilih opsi varian dengan Intel Core-i7 dengan RAM lebih lega. Atau justru ingin yang lebih terjangkau? Acer Swift 3 dengan prosesor AMD Ryzen terbaru juga bisa jadi solusi yang lebih pas.


Spesifikasi Acer Swift 3X SF510

Acer Swift 3X
Klik pada gambar untuk spesifikasi lebih lanjut.

General

Device Type Laptop
Model / Series Acer Swift 3X SF314-510
Released 19 November, 2020
Status Available
Price Rp12.900.000 (i5), Rp16.000.000 (i7)

Platform

Processor Intel® Core™ i7-1165G7/i5-1135G7 processor
VGA (Graphic Card) Intel Iris Xe Max
RAM (Memory) 8/16GB LPDDR4x
Storage 512GB NVMe PCIe SSD
Operating System Windows 10 Home

Body

Dimensions 322.8 (W) x 212.2 (D) x 17.95 (H) mm, 1,37kg
Display 14-inch IPS Full HD 1920 x 1080, Wide viewing angle up to 170 degrees, 300 nits, 100% sRGB, 72% NTSC Acer ComfyView
Battery Upto 14 hours
65W AC adapter
Support USB-C charging

Connectivity

Webcam 720 HD webcam
Bluetooth 5.1
Wi-fi 802.11 ax
NFC
I/O Interface Audio Jack Combo 3.5mmUSB Type-C / Thunderbolt™ 4 port
2x USB 3.2 Gen 1 port with power-off charging
HDMI 2.0 ® port
DC-in
Kensington Lock

Other

Audio Stereo speakers, DTS Audio
Features Backlight Keyboard (Single-Color, black)
Fingerprint reader
82%
Stylish & terjangkau

Review Acer Swift 3X

Untuk konsumen yang inginkan laptop dengan kebutuhan edit video namun tak ingin membeli laptop gaming, Acer Swift 3X hadir sebagai angin segar dengan harga terjangkau.

  • Design
  • Display
  • Performance
  • Battery
  • Features
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.


Bagi 10 responden terpilih, berhak mendapatkan
saldo e-wallet masing-masing senilai Rp100 ribu.