Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Review Poco F2 Pro: Penyempurnaan yang Signifikan

3 18.238

Ketika Xiaomi Indonesia membawa seri Pocophone F1 Agustus 2018 lalu, dampaknya cukup masif di dunia smartphone tanah air. Bayangkan saja, mulai dari Rp4,5 juta, kamu sudah bisa mendapatkan sebuah smartphone dengan performa rata kanan, pakai chipset terbaik di masa itu. Namun tentunya, hadir dengan banyak pengorbanan seperti desain dan kamera yang biasa saja, serta isu layar yang sempat ramai.

Saya pribadi lebih cocok dengan smartphone yang punya nilai baik di segala lini. Nggak masalah kalau performanya bukan yang paling kencang, asal kamera lebih bagus dan punya desain yang bikin pede ketika digenggam. Impresi saya berubah total ketika pertama kali mencoba Poco F2 Pro, sang penerus yang sudah perbaiki identitas diri.

Desainnya setara flagship masa kini, tampil dengan warna cerah, bahkan punya layar OLED full screen menggunakan mekanisme kamera pop-up, semakin jarang ditemui saat ini. Dan tetap utamakan performa, gunakan chipset Snapdragon 865 dan sudah mendukung 5G. Seolah tak ada lagi hal mayor yang dikorbankan.

Lantas apakah memang jauh lebih sempurna? Setelah beberapa hari menggunakannya sebagai daily driver, impresi saya secara keseluruhan cukup positif. Berikut detil ulasan mengenai Poco F2 Pro, flagship terjangkau paling baru dari Poco di 2020.

Desain Poco F2 Pro

Desain Poco F2 Pro

Kalau Pocophone F1 dibuat seolah asal performanya kencang, dengan bodi plastik yang kurang menarik, lain halnya dengan Poco F2 Pro. Smartphone ini langsung terasa premium sejak pertama kali saya menggenggamnya. Terasa berat, yang menurut saya menambah kesan kokoh. Ya, bobotnya mencapai 219 gram. Kenapa bisa berat?

Tak lagi gunakan material plastik polikarbonat, baik bagian depan dan belakang Poco F2 Pro terbuat dari kaca berlapis Gorilla Glass 5, dengan frame metal di sekelilingnya. Bagian depannya benar-benar hanya ada layar penuh tanpa interupsi, sementara modul kamera belakangnya dibuat sirkular dengan kesan huruf “X” di dalamnya. Varian warna Neon Blue yang saya pegang punya finishing glossy, dan tentunya sedikit mudah membekas sidik jari.

Logo Poco F2 Pro

Tombol volume dan power yang memiliki aksen warna merah terletak di sebelah kanan bodi, terasa presisi ketika ditekan. Di bagian bawah terdapat slot dual SIM, port USB-C, mikrofon serta mono speaker. Bagian atasnya cukup ‘sibuk’, terdiri dari mikrofon, jack audio 3,5mm (yang menjadi nilai tambah), plus mekanisme kamera pop-up yang bersebelahan dengan sensor inframerah. Oh ya, LED notifikasi diletakkan di bagian atas kamera pop-upnya.

Dengan desain yang diusung Poco F2 Pro, kamu nggak bakalan merasa rugi sudah mengeluarkan kocek setara flagship lainnya. Tidak termasuk bagian yang dikorbankan, smartphone ini terlihat dan terasa seperti flagship premium.

Layar

Layar Poco F2 Pro

Ini adalah smartphone pertama saya yang punya layar benar-benar full tanpa ada gangguan notch maupun kamera punch-hole. Dimensinya besar pula, di 6,67 inci dengan resolusi full HD+ dan panel AMOLED. Tapi tenang, kombinasi keempat bezel yang tipis serta rasio 20:9 membuat smartphone ini tidak terlalu lebar, masih cukup ramping untuk digenggam satu tangan.

Tingkat kecerahannya mencapai 800 nits, dan saya tidak mengalami masalah untuk melihat konten di layar pada kondisi cahaya terik. Layar ini juga sudah mendukung konten HDR10+, touch sampling rate 180Hz serta standar warna gamut DCI-P3. Bahkan Poco berikan kustomisasi layar yang mendalam sampai slider bar untuk masing-masing warna RGB.

Kamera pop-up Poco F2 Pro

Lalu apa yang kurang? Yang pertama, Poco F2 Pro hanya punya refresh rate konvensional di 60Hz. Mungkin ini subyektif, tapi saya jauh lebih memilih layar 60Hz dengan panel AMOLED yang akurat, ketimbang 120Hz tapi masih gunakan panel IPS. Kontras dan saturasinya sangat bikin nyaman untuk streaming Netflix HD. Juga hadir fitur always-on display dengan efek cahaya pendar elegan tiap kali ada notifikasi masuk.

Kekurangan kedua terdapat pada sensor sidik jarinya. Dibenamkan di dalam layar, sensor milik Poco F2 Pro bukan yang tercepat. Masih kalah cepat dibanding Mi Note 10, termasuk tingkat akurasinya. Terkadang butuh waktu sampai satu detik—mungkin masih terdengar singkat, tapi smartphone lain sekelasnya terasa signifikan lebih cepat.

Kamera

Kamera Poco F2 Pro

Poco F2 Pro punya empat sensor kamera utama yang disusun persegi di dalam frame sirkular. Sensor utamanya punya resolusi 64MP f/1.89, gunakan sensor Sony IMX686 tanpa OIS. Selain itu, ada sensor 13MP ultra wide-angle f/2.4, 2MP f/2.4 depth sensor, dan sebuah sensor 5MP f/2.2 telemacro (3-7cm).

Fiturnya juga tentu dibuat banyak, mulai dari peningkatan AI otomatis, Pro mode dengan fitur focus peaking, Night mode 2.0 dan lain lagi. Sedikit kekurangan terletak pada bagaimana kita berpindah dari satu sensor ke lainnya. Harus menggunakan tombol di viewfinder, tak bisa langsung digeser ke kiri maupun kanan. Digital zoom juga harus dilakukan dengan gestur dua jari, yang mana cukup merepotkan.

Tentu, jika dibandingkan dengan Mi Note 10 yang jadi flagship camera Xiaomi, hasil foto Poco F2 Pro akan kalah saing. Namun juga tidak mengecewakan, kok. Hasil foto dari sensor utamanya cukup baik di segala kondisi, warna yang dihasilkan tidak berlebihan dan mendekati kondisi asli. Ketika berganti ke sensor ultra-wide, selain detil yang berkurang, dynamic range juga menjadi lebih terbatas.

Sementara sensor telemacro-nya menarik. Saya merasa ambil foto objek dekat menggunakan Poco F2 Pro lebih mudah. Pembesaran digitalnya mencapai 10x zoom, namun untuk hasil yang masih layak dibagikan ke media sosial, setidaknya 5x batas maksimumnya.

Dalam kondisi kurang cahaya, pastikan tangan tetap stabil mengingat smartphone ini tak dilengkapi dengan OIS. Sementara mode malamnya bukan yang terbaik—mampu berikan tampilan foto lebih terang, namun tak banyak detail yang bisa ditingkatkan lewat mode ini. Tapi secara keseluruhan, masih bisa disejajarkan dengan smartphone lain di kelasnya yang juga gunakan chipset kencang.

Proses pengambilan fokus tidak ada masalah, dan proses pengambilan foto dengan HDR maupun mode malam terjadi relatif cepat berkat Snapdragon 865. Untuk video, Poco F2 Pro sanggup rekam hingga resolusi 8K 30fps, 4K 60fps sampai slow-motion 960fps.

Fitur EIS bekerja sampai 4K 30fps, namun untuk mode Steady video, hanya bisa maksimal 1080p 30fps. Mode profesional untuk perekaman video serta VLOG mode juga hadir. Pengguna tinggal rekam-rekam beberapa video pendek, dan smartphone akan mengolahnya dengan filter dan efek menarik lewat bantuan AI.

Kamera ultra wide-angle, cahaya berlimpah.
Kamera utama, cahaya berlimpah.
Kamera utama, cahaya cukup.
Kamera utama, 5x zoom.
Menggunakan mode potret.
Kamera utama, dengan mode AI.
Menggunakan mode macro.
Menggunakan mode malam.
Kamera depan, indoor cukup cahaya.
Kamera depan, mode potret.

Hasil kamera depannya menurut saya terlihat biasa saja, meski secara resolusi cukup besar di 20MP f/2.0. Cukup tajam, namun skin tone cenderung terlihat sedikit lebih hangat. Mode portrait-nya hadir membawa beberapa efek studio lightning untuk percantik hasil foto. Jika ingin melihat lebih lengkap, hasil tangkapan dari Poco F2 Pro dapat diakses pada album berikut ini.

Fitur

Poco F2 Pro menjalankan MIUI 11 berbasis Android 10, atau juga disebut dengan “MIUI for Poco”. Bedanya, secara default smartphone ini gunakan app drawer secara terpisah. Selama penggunaan, tak ditemukan aplikasi mengganggu, kecuali dari Mi Video atau File Manager bawaan. Bisa di-disable supaya tidak muncul lagi, kok, jadi aman saja.

Fitur-fitur lain yang hadir termasuk Game Turbo, video toolbox untuk beri efek tambahan ketika memutar video, serta fitur lainnya yang umum hadir di MIUI. Dan tentunya, karena punya mekanisme kamera pop-up, efek suara maupun cahayanya bisa disesuaikan dengan selera masing-masing. Mau dibuat tanpa suara pun bisa jika dirasa mengganggu.

Speaker mono yang diletakkan di bawah punya kualitas yang biasa saja. Kencang, namun detilnya bukan yang terbaik. Sedikit disayangkan mengingat layarnya sudah sangat bagus. Namun bagi kamu yang memiliki earphone kabel berkualitas, Poco F2 Pro sudah mendukung Hi-Res Audio.

Namun ketika saya pasangkan dengan earphone TWS seperti Samsung Galaxy Buds Plus dan Huawei FreeBuds 3i, keluaran suaranya menurut saya tak sebaik di realme X2 Pro yang mendukung Dolby Atmos atau iPhone XR. Setidaknya setingkat di bawah kedua smartphone lain tersebut, alias masih sangat bisa dinikmati.

Poco F2 Pro juga dilengkapi linear motor yang getarannya terasa mantap. Fitur ini saya nyalakn untuk papan ketik virtualnya—sayangnya intensitas getaran tak bisa dikurangi. Omong-omong soal papan ketik, ketika gunakan full screen gesture, Poco tak berikan jeda ruang kosong di bawah keyboard. Sehingga posisinya terlalu kebawah, yang membuat saya akhirnya harus gunakan opsi tiga tombol kapasitif.

Performa

Skor benchmark Poco F2 Pro

Qualcomm Snapdragon 865 7nm, GPU Adreno 650, RAM LPDDR5 (LPDDR4x untuk varian 6GB) dan storage UFS 3.1. Kombinasi terbaik untuk smartphone rilisan pertengahan tahun 2020. Dapat dipastikan semuanya berjalan dengan gegas, baik buka aplikasi maupun multitasking, meski varian yang diulas kali ini miliki RAM ‘hanya’ 6GB.

Meski digunakan tanpa case, saya hampir tidak pernah merasakan panas ketika menggunakan Poco F2 Pro. Mungkin berkat teknologi LiquidCool 2.0yang terdiri dari beberapa layer pendingin serta vapor chamber yang meng-cover 28% bagian bodi. Pendingin tersebut diklaim mampu turunkan panas CPU sampai 14 derajat celsius.

Pertama kali akses PUBG Mobile, grafis default-nya adalah HD – High, namun jika diganti ke HDR – Extreme, gim masih sangat nyaman dimainkan tanpa terasa ada frame drop mengganggu. Bermain juga tentunya sangat nyaman berkat layar yang bebas dari potongan kamera depan. Selama digunakan, hanya terasa hangat yang sangat wajar. Koneksi juga berjalan dengan lancar.

Omong-omong soal konektivitas, Poco F2 Pro juga sudah mendukung jaringan 5G. Hanya saja ketika diaktifkan, SIM yang bisa digunakan hanya satu, alias slot SIM 2 otomatis mati. Opsi tersebut bisa diaktifkan pada unit global yang saya uji pakai. Kemungkinan ketika unit resmi dirilis, opsi ini masih akan terkunci sampai regulasi di Indonesia sudah siap.

Baterai

Selain karena material premium, berat Poco F2 Pro juga berasal dari kapasitas baterainya yang cukup besar di 4.700 mAh. Pengisiannya bisa terjadi dengan cepat, dengan dukungan 30W fast charge atau standar QuickCharge 4.0+. Xiaomi juga sudah sertakan charger 33 watt dalam paket penjualan, sehingga tak perlu membeli aksesoris tambahan.

Dengan pemakaian intensif tanpa gaming, termasuk menyalakan AOD, tersambung ke smartwatch, mengambil foto dan video secara intens termasuk naik turun kamera pop-up, smartphone ini bisa menyala seharian dengan screen-on time kurang lebih 5 jam. Sementara untuk penggunaan yang lebih santai, bisa mencapai SOT sama, namun dalam waktu penggunaan 1,5 hari. Ketika habis, cukup menunggu satu jam lebih sedikit untuk isi daya hingga penuh.

Harga Poco F2 Pro

Poco F2 Pro hadir di Indonesia dalam dua varian memori RAM dan penyimpanan internal. Varian termurahnya, dengan memori 6GB+128GB, harga POCO F2 adalah Rp6,999 juta. Sementara varian lebih tinggi dengan kapasitas 8GB+256GB dibanderol seharga Rp7,999 juta.

Dengan kedua harga tersebut, maka Poco F2 Pro di Indonesia bisa dibilang lebih murah dari harga Eropa. Harga resmi tersebut juga sesuai dengan bocoran yang beberapa hari lalu beredar di media sosial.

Kesimpulan

Kelengkapan Poco F2 Pro

Perangkat ini tak bisa dibilang sebagai smartphone yang asal kencang. Bisa dibilang, desainnya termasuk salah satu yang terbaik di kelasnya. Menjadi flagship terjangkau, saya rasa Xiaomi berikan keputusan-keputusan tepat untuk memotong fitur sana sini yang tidak sampai mengganggu pemakaian.

Mono speakernya memang standar, tapi setidaknya ada jack audio 3,5mm yang dukung Hi-Res Audio. Layarnye memang belum 90Hz, tapi panel AMOLED-nya punya reproduksi warna akurat. Belum didesain tahan air, tapi mekanisme kamera pop-upnya membuat layar depan hadir tanpa gangguan. Belum dukung wireless charging, tapi kapasitas baterainya sudah cukup besar.

LED notifikasi, IR blaster sampai NFC juga tetap tersedia. Smartphone ini tak hanya cocok untuk Gizmo friends yang mengejar spesifikasi rata kanan, tapi juga mampu berikan pengalaman yang merata baiknya di hampir segala lini. Menjadikan Poco F2 Pro mudah untuk direkomendasikan ke siapa saja, juga sebagai smartphone 5G termurah resmi di Indonesia.


Beli smartphone Xiaomi di:

EraSpace Blibli Shopee Lazada JD.ID Tokopedia

 Spesifikasi Poco F2 Pro

Poco F2 Pro
Klik pada gambar untuk spesifikasi lebih lengkap

General

  • Device Type
    Smartphone
  • Model / Series
    Poco F2 Pro
  • Released
    14 Juli, 2020
  • Status
    Available
  • Price
    Rp 6.999.000 (6GB+128GB) dan Rp 7.999.000 (8GB+256GB)

Platform

  • Chipset
    Qualcomm Snapdragon 865
  • CPU
    Octa-core up to 2.84 GHz
  • GPU
    Adreno 650
  • RAM (Memory)
    6GB/8GB
  • Storage
    128GB/256GB
  • Operating System
    Android 10
  • User Interface
    MIUI 11 (MIUI for Poco)

Design

  • Dimensions
    163,3 x 75,4 x 8,9 mm
  • Weight
    219 g
  • Design Features
    Color: Neon Blue, Phantom White, Electric Purple, Cyber Gray
  • Battery
    Non-removable 4700mAh
    Fast charging 30 watt
    Port charging tipe-C

Network

  • Network Frequency
    2G: GSM: 2/3/5/8
    3G: WCDMA: 1/2/5/8
    4G: 1/3/4/5/7/8/20/28/38/40/41
    5G: 77/78 Sub6
  • SIM
    Dual SIM
  • Data Speed
    5G

Display

  • Screen Type
    Super AMOLED, 16M colors
  • Size and Resolution
    6.67 inches, 2400x1080 FHD+, 395PPI
  • Touch Screen
    Yes, Multitouch capacitive touchscreen
  • Features
    Corning Gorilla Glass 5
    500 nit brightness (800 nit max)
    HDR10+
    DCI-P3

Camera

  • Multi Camera
    Yes (Rear)
  • Rear
    64MP f/1.79 + 13MP f/2.4 (ultra-wide) + 5MP f/2.2 (telemacro) + 2MP f/2.4 (depth sensor)
  • Front
    20MP f/2.0
  • Flash
    LED flash (rear),
  • Video
    8K 30fps/4K 60fps, slow motion video 960fps, video bokeh
  • Camera Features
    Pro mode
    Pro video mode
    Night mode
    Cinematic mode
    AI studio lightning

Connectivity

  • Wi-fi Wi-Fi is a popular wireless networking technology using radio waves to provide high-speed network connections that allows devices to communicate without cords or cables, Wi-Fi is increasingly becoming the preferred mode of internet connectivity all over the world.
    801.12 a/b/g/n/ac/6
  • Bluetooth Bluetooth is a wireless communications technology for exchanging data between mobile phones, headsets, computers and other network devices over short distances without wires, Bluetooth technology was primarily designed to support simple wireless networking of personal consumer devices.
    5.1, A2DP, LE, aptX HD, aptX Adaptive
  • USB
    USB Type C
  • GPS GPS The Global Positioning System is a satellite-based radio navigation system, GPS permits users to determine their position, velocity and the time 24 hours a day, in all weather, anywhere in the world, In order to locate your position, your device or GPS receiver must have a clear view of the sky.
    Yes, with dual-band GPS, AGPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS
  • HDMI HDMI (High-Definition Multimedia Interface) is a compact audio/video interface for transferring uncompressed video data and compressed or uncompressed digital audio data from a HDMI-compliant source device to a compatible computer monitor, video projector, digital television, or digital audio device.
    No
  • NFC NFC (Near field communication) is a set of standards for smartphones and similar devices to establish peer-to-peer radio communications with each other by touching them together or bringing them into proximity, usually no more than a few inches.
  • Infrared Infrared connectivity is an old wireless technology used to connect two electronic devices. It uses a beam of infrared light to transmit information and so requires direct line of sight and operates only at close range.
    Yes

Smartphone Features

  • Multimedia Features
    Supports MP4, M4V, MKV, AVI, WMV, WEBM, 3GP, 3G2, ASF, HDR content, Hi-Res Audio certification
  • Web Browser Web Browser => a web browser is a software application used to locate, retrieve and display content on the World Wide Web, including Web pages, images, video and other files, The primary function of a web browser is to render HTML, the code used to design or markup webpages.
    HTML 5 with Android Browser, Google Chrome
  • Messaging
    SMS (threaded view), MMS, Email, Push Mail, IM
  • Sensors Sensors are electronic components that detects and responds to some type of input from the physical environment. The specific input could be light, heat, motion, moisture, pressure and location, The output is generally a signal that is converted to use in computing systems, a location sensor, such as a GPS receiver is able to detect current location of your electronic device.
    Proximity, in-screen ambient light, accelerometer, gyroscope, electric compass, hall effect, IR blaster, barometer, flicker sensor.
  • Other
    Isi kotak:
    Poco F2 Pro/ Adaptor / Kabel USB Tipe-C / Alat SIM ejektor / Panduan pengguna / Clear soft case / Kartu garansi
87%
Memuaskan

Review Poco F2 Pro

Tak lagi sekadar fokus di performa, Poco F2 Pro hadirkan banyak peningkatan di fitur-fitur lainnya. Seperti layar yang jauh lebih bagus, kamera yang cukup memuaskan dan baterai tahan lama.

  • Design
  • Display
  • Camera
  • Performance
  • Features
  • Battery
3 Komen
  1. judul - arahtech

    […] Perincian POCO F2 Menyebelahi – image source […]

  2. Pramulyandi berkata

    Kalo untuk CA di keterangan gak ada ya? Atau memang tidak mendukung carrier aggression?
    Apakah mendukung untuk 4G+ ?

Tinggalkan Balasan