Gizmologi.idGizmologi.id
  • NEWS
    NEWSShow More
    Micro Drama
    YouTube Catat 6,5 Miliar Views Micro Drama pada Q1 2026
    28 Oktober 2026 15:34
    Kode Redeem FC Mobile Terbaru
    Kode Redeem FC Mobile Terbaru 28 Oktober 2026, Ada Item Ballon d’Or
    28 Oktober 2026 13:54
    MacBook Pro M6
    MacBook Pro M6 Meluncur, Apple Tambah Tenaga untuk AI Lokal
    28 Oktober 2026 09:10
    Menkomdigi 175 platform telah melapor mandiri untuk PP Tunas
    Internet Indonesia ‘Diancam’ di Putus, Menkomdigi: Singapura Ikut Terancam
    28 Oktober 2026 07:49
    Mesin cuci LG Front Loading Indonesia
    GfK: LG Kuasai 40% Pasar Mesin Cuci Front Loading di Indonesia, Andalkan Teknologi AI
    27 Oktober 2026 19:24
  • REVIEW
    REVIEWShow More
    Lenovo IdeaTab Plus
    Review Lenovo IdeaTab Plus: Tablet Rasa Laptop yang Nyaman dan Ringan
    Review Dune: Awakening
    Review Dune: Awakening, Arrakis Memikat tapi Bikin Penat
    The Blood of Dawnwalker
    Review Game The Blood of Dawnwalker: RPG Vampire dengan Konsep Waktu Unik
    ASUS ROG Azoth X
    Review ASUS ROG Azoth X: Keyboard Gaming Premium dengan Layar LCD, Nyaman Untuk Harian
    realme16ProHarryPotterEdition
    Review realme 16 Pro Harry Potter Edition: Ketika Dunia Hogwarts Masuk ke Smartphone
  • GADGET
    GADGETShow More
    01 - HUAWEI FreeBuds Neo
    HUAWEI FreeBuds Neo Jadi Earphone TWS Ringan dan Nyaman dengan Kemampuan ANC Andalan
    28 Oktober 2026 22:14
    Desain Galaxy Z Fold8
    Kelebihan Layar Besar Galaxy Z Fold8, Pengalaman Visual Lebih Maksimal 
    28 Oktober 2026 18:13
    Xiaomi Smart Band 11
    Xiaomi Smart Band 11 Resmi Hadir di Eropa, Harga Mulai Rp1 Jutaan
    28 Oktober 2026 16:00
    Layar iPhone Duo
    Apple Tanggapi Laporan Kerusakan Layar iPhone Duo, Sarankan Pengguna Hubungi AppleCare
    27 Oktober 2026 18:00
    Garmin fēnix 9
    Garmin fēnix 9 dan fēnix 9 Pro Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp18,79 Juta
    27 Oktober 2026 11:03
  • PC
    PCShow More
    MacBook Pro PROLED
    Apple Rilis MacBook Pro PROLED, Membawa Layar Sentuh dan Profil Lebih Ringan
    29 Oktober 2026 11:15
    Logitech MX Master 4
    Logitech MX Master 4 Developer Edition Hadir dengan Desain Khusus Programmer
    28 Oktober 2026 14:09
    Acer Nitro V15
    Acer Nitro V15 Bisa Jadi Pilihan Laptop untuk Kerja dan Kuliah
    28 Oktober 2026 11:40
    MacBook Pro M6
    MacBook Pro M6 Meluncur, Apple Tambah Tenaga untuk AI Lokal
    28 Oktober 2026 09:10
    BIWIN Acer
    BIWIN Perpanjang Lisensi dengan Acer, SSD dan RAM Predator Ikut Dikembangkan
    27 Oktober 2026 16:43
  • GAMES
  • AUTO
  • MORE
    • Speed Test
    • Gizmopedia
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Interview
    • Apps
    • Opini
    • Versus
    • Awards
    • PRNEWSWIRE
Mesin pencari
Quick Link
  • Home
    • Speed Test
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Insight
    • Gizmopedia
  • Awards
  • Networks
    • Gadgetdiva
    • Otodiva.id
    • Traveldiva.id
Reading: Review Samsung Galaxy Buds 2 Pro: Jauh Lebih Nyaman, Mode Transparan Pintar
Share
Font ResizerAa
Gizmologi.idGizmologi.id
Font ResizerAa
  • News
  • Review
  • Gadget
  • Gizmoplay
  • Automotive
  • Gizmotalk Podcast
Mesin pencari
  • Home
    • Speed Test
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Insight
    • Gizmopedia
  • Awards
  • Networks
    • Gadgetdiva
    • Otodiva.id
    • Traveldiva.id
Follow US
  • Home
  • Tentang Gizmologi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • PRNewswire

Home » Review Samsung Galaxy Buds 2 Pro: Jauh Lebih Nyaman, Mode Transparan Pintar

AudioReviewWearable

Review Samsung Galaxy Buds 2 Pro: Jauh Lebih Nyaman, Mode Transparan Pintar

Lebih mungil, ANC & audio lebih maksimal.

Prasetyo Herfianto
By
Prasetyo Herfianto - Editor | Tech Reviewer
27 September 2022 16:00
Share
10 Min Read
Samsung Galaxy Buds 2 Pro
SHARE
Samsung Galaxy Buds 2 Pro
4.7 Upgrade yang positif
Review Samsung Galaxy Buds 2 Pro

Bersamaan dengan generasi smartphone layar lipat terbarunya, Samsung juga hadirkan sejumlah perangkat wearables yang pas untuk menemani flagship baru tersebut. Salah satunya adalah Galaxy Buds 2 Pro, merupakan suksesor dari varian Pro sebelumnya, yang kini semakin pro.

Ya, ketika Galaxy Buds 2 diluncurkan beberapa waktu lalu, Samsung menegaskan kalau earphone TWS tersebut bukanlah suksesor dari Galaxy Buds Pro pertama, melainkan hadir menggantikan Galaxy Buds+. Namun begitu, tidak sedikit masyarakat yang justru memilih opsi terjangkau tersebut, karena desainnya yang dirancang (dan terbukti) jauh lebih nyaman.

Mungkin atas dasar tersebut, Samsung hadirkan Galaxy Buds 2 Pro dengan desain yang sangat identik, dan meningkatkan fitur-fitur di dalamnya baik secara software maupun hardware. Membuatnya sebagai earphone TWS yang bisa berikan paket komplit, tak hanya kualitas audionya saja, namun juga dengan ANC yang cerdas. Berikut ulasannya.

Desain

Samsung Galaxy Buds 2 Pro

Baik desain charging case maupun earbud milik Galaxy Buds 2 Pro dirancang hampir sama persis dengan varian non-Pro. Perbedaan yang paling mudah dilihat adalah hadirnya aksen warna hitam di permukaan earbud milik Galaxy Buds 2 Pro—kemungkinan sensor tambahan untuk mengaktifkan sejumlah fitur tambahan. Opsi warna pun mirip, yakni Bora Purple, White, dan Graphite yang saya ulas kali ini.

More Read

fhf
Resmi Dipasarkan, Ini Fitur Unggulan Samsung Galaxy Fit R370N
CEO Pavel Durov Telegram Ditangkap di Prancis, Terkait Aktivitas Ilegal di Telegram
Xiaomi FlipBuds Pro, TWS Sejutaan dengan 3 Mode ANC Canggih

Dengan material permukaan matte, baik case dan earbud sama-sama mampu “meredam” munculnya bekas sidik jari. Karena kesat, memasukkan case Galaxy Buds 2 Pro ke dalam kantong celana terasa sedikit sulit—sama halnya dengan smartphone yang sedang memakai soft case berbahan silikon. Case-nya sendiri tergolong mungil dengan desain mengotak.

Samsung Galaxy Buds 2 Pro

Saya pribadi lebih pas dengan desain case Huawei FreeBuds Pro 2, yang walaupun justru lebih lebar dan mirip AirPods Pro, tapi lebih ramping. Mekanisme buka tutupnya terasa solid, begitu pula magnet ketika meletakkan earbud ke dalam case. Hanya ada lampu indikator saja, sementara untuk aktifkan mode pairing, cukup sentuh dan tahan kedua earbud bersamaan.

Kalau kamu adalah pengguna Buds Pro pertama dan mengeluhkan desain yang kurang nyaman (plus permukaan glossy yang cepat kotor), tenang, kamu tidak sendiri. Tak sedikit pengguna di Reddit yang keluhkan hal yang sama, kemudian merasa sangat lega ketika sudah berpindah ke Galaxy Buds 2 Pro.

Oh ya, di telinga saya, earphone Samsung terbaru satu ini agak kurang pas ketika digunakan saat berolahraga. Meski sudah pakai eartip yang tepat, saya harus memperbaiki posisinya setelah beberapa menit lari. Dugaan saya sih karena tidak ada wingtip seperti pada seri Buds Plus. Tentu pengalaman ini bisa berbeda dengan orang lain.

Fitur

Samsung Galaxy Buds 2 Pro

Untuk berikan peredaman noise dari luar dengan lebih efektif, setiap earbud milik Galaxy Buds 2 Pro didukung oleh tiga mikrofon—dua di permukaan luar, satu di dalam. Dibandingkan dengan earphone lain sekelas harganya, ANC pada perangkat ini cukup efektif meredam suara luar, juga suara hembusan angin. Meski tanpa opsi pengaturan tingkatan ANC.

Sementara mode transparan alias ambient mode pada Galaxy Buds 2 Pro memang masih belum setingkat dengan AirPods Pro, tapi sudah nyaman untuk diaktifkan ketika ingin berbicara tanpa harus melepas earbud. Nah, terkait hal ini, ada fitur yang menurut saya sangat memudahkan, yakni Voice Detect.

Fitur serupa seperti ini pertama kali saya ketahui hadir di earphone milik Sony. Kalau sudah diaktifkan lewat aplikasi Galaxy Wearable, kamu bisa langsung ngobrol ke orang lain, dan Galaxy Buds 2 Pro bakal secara otomatis matikan ANC dan mengaktifkan ambient mode. Selesai berbicara? 10 detik kemudian, ANC bakal kembali aktif otomatis.

Bagaimana dengan kualitas mikrofon untuk melakukan panggilan? Suara bisa terdengar jelas dengan noise minim, meski terkadang suara sedikit berubah agak robotik—dugaan saya sih akibat algoritma noise-cancelling. Ketika digunakan di kafe dengan latar musik sedikit kencang, suara bakal terdengar agak kecil, jadi harus berbicara sedikit lebih keras.

Pengoperasian

Samsung Galaxy Buds 2 Pro

Meski desain earbudnya lebih kecil, ringan dan simpel, opsi pengendaliannya masih dibuat sebanyak generasi sebelumnya—bagi saya pribadi, ini merupakan daya jual yang menarik. Semuanya bisa dikustomisasi, baik single tap, double tap, triple tap serta touch and hold, kiri dan kanan.

Dirasa masih kurang? Kamu bisa mengaktifkan pintasan untuk kendali volume dengan mengetuk ujung Galaxy Buds 2 Pro yang mendekati bagian depan telinga—perlu latihan beberapa kali sampai bisa menemukan posisi ketuk yang pas. Samsung juga seperti sudah mengatur tingkat sensitivitas, nggak perlu khawatir kepencet ketika sedang menyesuaikan posisi earbud di dalam telinga (setidaknya jarang).

Ada banyak sekali opsi ekstra yang bisa ditemukan lewat aplikasi Galaxy Wearable. 360 audio sendiri tidak saya aktifkan karena, bagi saya, kurang menjual aja. Galaxy Buds 2 Pro juga bisa membacakan notifikasi yang masuk, sampai mengingatkan penggunanya untuk meregangkan leher sesekali saat diperlukan. Dan tentunya, sudah mendukung seamless earbud connection, untuk kemudahan berpindah perangkat tanpa harus disconnect lebih dulu.

Kalau pakai ekosistem Samsung, Galaxy Buds 2 Pro bisa tersambung ke dua perangkat sekaligus, seperti tablet dan smartphone. Ketika sedang mendengarkan musik dari tablet dan ada panggilan masuk di smartphone, cukup ketuk earphone dan otomatis akan masuk ke panggilan suara tersebut. Ketika selesai, otomatis kembali memutar musik dari tablet.

Yang sangat disayangkan, sampai saat ini masih belum tersedia aplikasi khusus Galaxy Buds 2 Pro untuk iOS. Saya sendiri bingung, karena seri sebelumnya ada. Seharusnya hanya perlu menunggu waktu saja, dan sebelum itu tersedia, kamu terpaksa harus lakukan pengaturan di smartphone Android lebih dulu.

Kualitas Audio

Samsung Galaxy Buds 2 Pro

Serupa dengan generasi sebelumnya dan termasuk Buds 2 versi standar, Galaxy Buds 2 Pro memiliki driver ganda pada tiap earbud. Terdiri dari woofer dan tweeter terpisah, secara teori output yang bisa dihasilkan harusnya bisa lebih baik. Apalagi, sekarang sudah mendukung codec tinggi lewat 24 bit Hi-Fi.

Sayangnya, fitur tersebut hanya tersedia bila disambungkan ke smartphone Samsung, dan bakal aktif otomatis, tak seperti mengaktifkan fitur LDAC atau aptX di menu Settings kebanyakan smartphone Android. Apakah perbedaannya signifikan dibandingkan saat tersambung ke iPhone? Saya rasa, bagi banyak orang, tidak sejauh itu perbedaannya.

Dengan ukuran earbud yang kecil, output suaranya signifikan lebih baik dibandingkan versi non-Pro. Suaranya lebih luas, masing-masing instrumen dari lagu It’s Not The Same Anymore milik Rex Orange County bisa benar-benar terdengar jelas, termasuk dentuman bass dalam musik yang tidak dominan namun juga tidak tenggelam.

Pada Galaxy Buds Plus, saya harus mengubah preset EQ ke dinamis supaya keluaran suaranya tidak terlalu warm. Hal tersebut tidak terjadi di Galaxy Buds 2 Pro, yang menurut saya sudah dibuat lebih netral agar pas untuk banyak jenis musik. Singkatnya, cukup memuaskan di kelasnya. Dan jangan khawatir tidak bisa menikmati fitur 24 bit Hi-Fi ketika gunakan perangkat non-Samsung, karena perbedaannya minor—setidaknya di telinga saya.

Baterai

Samsung Galaxy Buds 2 Pro

Walaupun desainnya tergolong mungil dan memiliki dua driver di tiap earbud, Samsung masih bisa berikan daya tahan baterai cukup awet lewat Galaxy Buds 2 Pro. Sesuai dengan klaim, ketika mengaktifkan fitur ANC, earphone satu ini bisa digunakan hingga hampir 5 jam. Waktu total dengan case sendiri diklaim sampai 18 jam.

Bukan yang paling irit, memang. Namun setidaknya ketika ANC dimatikan, daya tahannya bisa meningkat sampai 8 jam. Sudah cukup untuk waktu penerbangan panjang atau kereta jarak jauh. Proses isi dayanya juga fleksibel, bisa lewat port USB-C atau secara nirkabel dari smartphone flagship yang mendukung.

Untuk isi baterai earbud dan case dengan kabel, memerlukan waktu sekitar 80 menit. Sementara kalau pakai wireless charger, tentu bakal lebih lama. Setidaknya ada pilihan praktis ketika ingin isi daya tanpa menggunakan kabel.

Kesimpulan

Samsung Galaxy Buds 2 Pro

Sejak 2020, saya pribadi menggunakan Galaxy Buds Plus sebagai andalan earphone TWS harian. Alasannya? Konektivitas yang reliabel, opsi gestur lengkap, dan baterai yang sangat awet. Ketika beralih ke Galaxy Buds 2 Pro, rasanya semua seperti ditingkatkan. Baik secara kualitas audio, kenyamanan, dan tentunya fitur ANC.

Perihal baterai, setidaknya Galaxy Buds 2 Pro bisa dibuat awet dengan mematikan fitur ANC. Karena sehari-hari menggunakan dua smartphone Android & iPhone, absennya aplikasi untuk iOS tak menjadi masalah berarti, toh hanya perlu sesekali saja. Tapi kalau Gizmo friends hanya pakai iPhone, tentu bisa jadi masalah tersendiri.

Author
c19e7258ebc45ca9e52ccf377bf06a31261512d4159ef96846374aeaaf0c4b9e?s=80&d=mm&r=g

Prasetyo Herfianto

Tech reviewer & nasi goreng enthusiast. Editor at Gizmologi.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Samsung Galaxy Buds 2 Pro
Review Samsung Galaxy Buds 2 Pro
Upgrade yang positif 4.7
Design 4.8 out of 5
Features 4.7 out of 5
Connectivity 4.5 out of 5
Audio 4.7 out of 5
Battery 4.7 out of 5
Good Stuff Jauh lebih nyaman digunakan Fitur ANC cerdas Aplikasi kaya fitur Opsi gestur lengkap Mendukung bitrate tinggi
Bad Stuff Hi-Fi audio khusus perangkat Samsung Belum ada aplikasi untuk iOS
Summary
Samsung Galaxy Buds 2 Pro gabungkan kenyamanan dari varian non-Pro, sekaligus tingkatkan kualitas audio serta active noise cancellation.
Ini 5 Rekomendasi Game Lokal yang Wajib Dicoba Selama PPKM
Review Seagate Firecuda 530 1 TB, SSD Ngebut Buat Gamer
Google Pixel Bakal Bisa Cek Denyut Jantung Pakai Kamera Belakang
Paska Tsunami Selat Sunda: Layanan Seluler Aman, Hoaks Menyebar
Unyu! Samsung Rilis Galaxy Buds2 Edisi Pokemon
TAGGED:#Headlineearphone TWSKekurangan Galaxy Buds 2 ProreviewSamsungWearables
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Bluesky Email Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Cry0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Surprise0

Latest Stories

MAB
MAB Pamerkan Kendaraan Listrik Niaga dan Teknologi IoT di PEVS 2026
Auto Gizmo
PEVS 2026
PEVS 2026 Resmi Digelar, Hadirkan 38 Brand Kendaraan Listrik
Auto Gizmo
MacBook Pro PROLED
Apple Rilis MacBook Pro PROLED, Membawa Layar Sentuh dan Profil Lebih Ringan
Laptop
Monster Hunter Outlanders
Monster Hunter Outlanders Rilis di Android dan iOS, Gratis! 
Gizmoplay

Latest Review

Lenovo IdeaTab Plus
Review Lenovo IdeaTab Plus: Tablet Rasa Laptop yang Nyaman dan Ringan
Review Dune: Awakening
Review Dune: Awakening, Arrakis Memikat tapi Bikin Penat
The Blood of Dawnwalker
Review Game The Blood of Dawnwalker: RPG Vampire dengan Konsep Waktu Unik
ASUS ROG Azoth X
Review ASUS ROG Azoth X: Keyboard Gaming Premium dengan Layar LCD, Nyaman Untuk Harian
realme16ProHarryPotterEdition
Review realme 16 Pro Harry Potter Edition: Ketika Dunia Hogwarts Masuk ke Smartphone
Gizmologi.idGizmologi.id
Follow US
© 2025 Gizmologi by PT Konten Cipta Kreatif. All Rights Reserved.

Our Family: Gadgetdiva - Otodiva - Traveldiva

  • Home
  • Tentang Gizmologi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • PRNewswire
Memuat Komentar...
icon gizmologi icon gizmologi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?