Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Review: Menguji Ketangguhan Samsung Galaxy S9 Plus di Lombok

Beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi smartphone berlangsung dengan begitu cepat. Karena kompetisi yang kian ketat, para produsen terus berupaya menghadirkan inovasinya yang terbaik. Tentu saja, tak terkecuali dengan Samsung yang bulan lalu mengumumkan produk terbaru andalannya. Smartphone yang menduduki tahta tertinggi ini adalah si kembar Samsung Galaxy S9 dan Samsung Galaxy S9 Plus.

Sebagai flagship yang dikeluarkan oleh produsen smartphone terbesar di dunia, tentu saja kehadirannya menjadi pusat perhatian. Samsung menyebut, perangkat ini menghadirkan konsep baru dalam berkomunikasi, berbagi, dan menikmati dunia. Seperti apakah sebenarnya? Apakah perangkat ini benar-benar memenuhi visi tersebut?

Selama tiga hari pada akhir bulan yang lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi Lombok sebagai rangkaian dari acara media workshop Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus. Di sana, saya mencoba berbagai fitur yang tersedia di smartphone Samsung Galaxy S9 Plus, terutama kemampuan kameranya. Nah, seperti apa? Simak review Samsung Galaxy S9 Plus berikut ini.

Samsung Galaxy S9 dan S9+ dikembangkan untuk berkomunikasi dan mengekspresikan diri yang lebih hidup melalui gambar, video dan emoji, disertai pengalaman hiburan yang lebih mutakhir. Kami merangkum ada setidaknya ada beberapa fitur di ponsel ini yang menarik perhatian, check this out.

84%
Terbaik!

Review Samsung Galaxy S9 Plus

Tak diragukan lagi, Samsung Galaxy S9 Plus adalah salah satu smartphone terbaik yang ada di pasar saat ini. Semuanya serba kelas atas, baik itu desain, kamera, kinerja, dan fitur yang melimpah. Tak heran jika harganyapun tergolong mewah.

  • Design
  • Display
  • Camera
  • Battery
  • Performance
  • Features
  • Value for Money

DESAIN

Setiap melihat suatu produk, maka yang pertama terlihat adalah desain eksteriornya terlebih dahulu. Untuk Samsung Galaxy S9 Plus, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal desain jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya Galaxy S8/S8+. Sehingga ketika ada orang yang menggenggam dua ponsel ini dari depan, kita agak sulit membedakannya.

Samsung masih mengedepankan konsep Infinity Display dengan layar yang tanpa bezel, membentuk permukaan mulus edge to edge tanpa adanya tombol atau lekukan tajam.  Layar yang membentang hingga ke tepian kanan dan kiri, memakan lebih dari 80 persen dari layar depan ponsel. Memang desain Galaxy S8 adalah terobosan yang keren dan mungkin engineer Samsung masih belum terpikirkan akan membuat yang seperti apa lagi.

Desainnya yang ergonomis memungkinkan penggunaan yang lebih nyaman dalam genggaman dan mengoperasikan  dengan satu tangan. Walaupun ukuran layarnya 6,2″ tapi tidak terasa bongsor. Masih enak digenggam maupun dimasukkan ke dalam kantong celana. Form factornya terasa sangat solid alias kokoh, sehingga lebih percaya diri ketika membawanya bepergian menikmati pemandangan Lombok yang memikat.

Sedikit perubahan di bagian belakang, yakni posisi sensor sidik jari yang sebelumnya terletak di sebelah kanan sensor kamera, kini dipindah ke bagian bawah kamera. Hal ini karena keluhan dari pengguna yang merasa kesulitan menjangkau sensor sidik jari ketika berada di bagian kanan. Dan seringkali salah menyentuh sensor kamera. Perpindahan lokasi ini membuat desain lebih ergonomis, jauh lebih nyaman untuk membuka akses layar dengan sidik jari.

Yang tak kalah penting dari desain yang keren itu, Samsung Galaxy S9 Plus – sama seperti pendahulunya – dirancang sebagai smartphone outdoor yang mendukung untuk berbagai aktivitas di luar ruangan. Karena memiliki rating IP 68 yang membuatnya tahan debu dan air  tawar dengan kedalaman hingga 1,5 meter selama 30 menit.

Dengan tren traveling yang semakin meningkat di mana salah satu aktivitas biasanya adalah basah-basahan, dukungan IP68 ini memberikan kepercayaan diri ketika dibawa berenang. Kendati demikian, tetap tidak disarankan untuk membawanya snorkeling atau berenang di pantai yang airnya mengandung garam.

Namun dari pengalaman beberapa teman-teman, ponsel ini masih bisa dipakai untuk kegiatan tersebut. Dengan catatan begitu selesai terkena air laut, langsung dibersihkan dengan air tawar kemudian dijemur hingga kering. Terutama memastikan port yang terbuka dikeringkan dengan kain lembut.

LAYAR

Seperti disingggung di atas, Samsung Galaxy S9 memiliki layar Infinity Display – tanpa notch atau poni seperti beberapa ponsel terbaru – dengan ukuran 6.2 inchi. Layarnya benar-benar memenuhi permukaan hingga lebih dari 80 persen, termasuk menghilangkan tombol Home dan diganti dengan soft key di dalam layar. Sehingga ruang layar menjadi lebih luas dengan rasio 18.5:9 seperti layar bioskop.

Infinity Display membuat lebih mudah untuk melihat dalam layar tanpa harus sering menggulir seperti yang sering dilakukan sebelumnya. Dioptimalkan untuk kegunaan multi-window, multitasking lebih cepat dan mudah, bahkan ketika menggunakan ponsel dengan susunan keyboard lengkap.

Dengan rasio 18.5:9 menonton konten film menjadi lebih nyaman. Ponsel ini mendukung layar High Dynamic Range (HDR) Premium yang  memungkinkan untuk melihat konten persis seperti yang dimaksudkan oleh kreator. Pengalaman Gaming juga ditingkatkan, karena setiap game yang mendukung 18.5:9 modus layar penuh secara otomatis dioptimalkan untuk mengisi seluruh layar.

Saya sangat puas dengan tampilan layar AMOLED 529ppi resolusi Quad HD+ yang istimewa ini. Dan begitu melihat ponsel saya dari merek lain, terasa banget perbedaannya. Gambar-gambar terasa lebih hidup dengan kontras dan warna yang menonjol. Melihatnya di bawah sinar matahari pun tidak masalah, karena konten masih terlihat dengan jelas.

Selain itu, untuk melindungi layar dari potensi goresan, Samsung Galaxy S9 Plus dilapisi dengan Corning Gorilla Glass 5 baik pada sisi depan dan belakang untuk memastikan ketahanan perangkat dengan tampilan akhir yang berkualitas tinggi. Pihak Corning mengklaim bahwa Gorilla Glass 5 inin meningkatkan proteksi layar saat jatuh, masih sanggup bertahan hingga ketinggian 1,6 meter dari permukaan tanah.

KAMERA SAMSUNG GALAXY S9 PLUS

Kita sekarang bergeser ke fitur kamera yang menjadi fitur paling ditonjolkan di Samsung Galaxy S9 dan S9+. Samsung membuat perbedaan, di mana Galaxy S9 hanya memakai 1 buah kamera di belakang, sedangkan Galaxy S9+ dirancang lebih kekinian dengan dual camera.

Konfigurasi kamera utamanya adalah lensa pertama berfungsi sebagai wide angle dengan sensor Dual Pixel 12MP AF yang memiliki aperture ganda F/1.5 dan F/2.4. Sedangkan yang kedua adalah lensa tele dengan sensor 12MP AF yang memiliki aperture F/2.4. Untuk kamera depannya 8MP Auto Focus dengan aperture F/2.4. Selain itu, kamera juga diperkuat dengan stabilisasi gambar optik ganda (OIS ) untuk memastikan foto itu jernih bahkan saat pengguna memiliki tangan goyah.

Sebelum digeser oleh Huawei P20 Pro, kualitas Dual Camera Samsung Galaxy S9 Plus adalah yang terbaik di kelasnya. Hal ini berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh DXO Mark di mana Huawei P20 Pro memecahkan rekor melewati angka psikologis 100, tepatnya 109. Sedangkan Samsung Galaxy S9 Plus puas di angka 99, alias terpaut 10 poin. Namun Huawei P20 Pro masih belum diluncurkan di Indonesia, sehingga posisi Galaxy S9 Plus masih aman hingga saat ini. Hehehe.

Dual Aperture

Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus merupakan smartphone pertama yang memiliki Dual Aperture )f/2.4 dan F/1.5) yang dapat bertindak seperti mata manusia, secara otomatis menyesuaikan bukaan rana sesuai dengan kondisi pencahayaan. 

Mengapa Samsung sampai membuat Dual Aperture? Menurut Irfan Rinaldi, Product Marketing Manager, Samsung Electronics Indonesia (SEIN), Samsung merancang agar kamera di Galaxy S9 Plus ini bisa digunakan untuk merekam berbagai momen setiap hari untuk menghasilkan konten yang epik.

Traveling menjadi salah satu konten yang paling mendapat perhatian dan disukai generasi sosial. Di mana berbagai momen epik dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dalam kondisi apa saja. Namun seringkali gambar tidak tertangkap dengan sempurna karena berbagai keterbatasan pada kamera smartphone.

Salah satu yang sering menjadi masalah adalah kodisi pencahayaan saat mengambil gambar. Akibatnya, terkadang gambar yang diambil di siang hari yang terang menimbulkan efek kelebihan cahaya sehingga terkadang terlihat kurang detail, dan ketika diambil pada malam hari, gambar akan terlihat gelap, bahkan timbul noise yang tinggi. 

Dual Aperture Samsung Galaxy S9 Plus mampu menyesuaikan bukaan rana sesuai kondisi cahaya.

Hal itulah yang coba diatasi di Samsung Galaxy S9 Plus yang mengombinasikan bukaan (aperture) F2.4 dengan F1.5, – bukaan terbesar yang saat ini tersedia di kamera ponsel. Dengan Duap Aperture, kamera secara otomatis menyesuaikan diri dengan kondisi pencahayaan di lingkungan, sehingga jumlah cahaya yang tepat bisa sampai ke lensa. Misalnya pada hari yang cerah di pantai, maka aperture yang aktif adalah F2.4, sedangkan saat di ruangan yang redup, aperture yang aktif F1.5 agar gambar tetap terlihat bagus.

Dalam kondisi pencahayaan normal atau siang hari, Samsung Galaxy S9 Plus akan menggunakan bukaan rana f/2.4. Sehingga momen liburan untuk memotret lanskap seperti di pantai saat siang hari dapat diabadikan dengan lebih epik tanpa terlihat kelebihan cahaya atau pudar.

Sementara itu bukaan rana f/1.5 akan otomatis aktif saat lingkungan redup atau gelap yang mampu menangkap cahaya secara maksimal. Contoh momen yang keren seperti ekspresi bahagia pada momen kejutan ulang tahun,  candle light dinner bersama pasangan, hingga mengungkap keindahan sunset dengan detail horizon dan twilight yang cantik. Aperture besar f/1.5 juga bisa digunakan untuk menangkap foto bokeh secara maksimal.

Secara default, perpindahan dari aperture f/1.5 ke f/2.4 atau sebaliknya berlangsung secara otomatis dengan melihat kondisi cahaya. Namun jika ingin bereksperimen untuk mendapatkan hasil lebih maksimal, kita bisa menggunakan mode Pro dan mengatur aperture secara manual.

Di Lombok, saya bersama sejumlah rekan media dan blogger mencoba fitur tersebut dalam berbagai kondisi. Catatan saya pada kamera ini adalah penggunaan aperture F/1.5 yang tergolong dahsyat untuk sebuah smartphone. Selain bokeh, bisa digunakan untuk memotret pada pencahayaan rendah atau low light dengan bagus dan masih terlihat natural. Ada noise tapi masih tergolong minim.

Mode Pro memudahkan untuk mengatur hasil foto sesuai keinginan. Walaupun akan lebih bagus jika diberi preset seting untuk beberapa kondisi seperti light trail, milky way, waterfall, light painting.  Karena dengan hadirnya fitur seperti itu, kita bisa membuat konten foto yang lebih kreatif dan tentu saja epik secara mudah.

Berikut ini beberapa di antaranya:

Mandalika

Pantai Selong Belanak, Lombok

Purnama

Romance

Yoga

Lampion

Anak suku adat sasak di Desa Sade, Lombok

Untuk hasil foto selengkapnya, silahkan kunjungi galeri Flickr Gizmologi.

Super Slow-mo

Slow motion atau merekam video dengan gerak lambat sebenarnya bukan hal baru di ranah smartphone. Ponsel pintar mulai dari kelas menengah sampai atas biasanya telah menyediakan fitur ini. Kalaupun tidak ada, banyak aplikasi yang tersedia di Play Store. Biasanya, slow motion merekam gambar dengan kecepatan dengan kecepatan 240 fps  yang artinya dalam satu detik, mengambil gambar sebanyak 240 frame.

Namun harus diakui, efek yang ditimbulkan dari slow motion ini masih kurang dramatis. Kurang puas dengan itu, Samsung pun menghadirkan fitur super slow motion di Galaxy S9 Plus. Apa bedanya?  Super Slow Mo mampu meningkatkan kecepatan rana kamera menjadi 960 fps (frame per second).

Fitur Super Slow-mo mampu merekam gambar 32 kali lebih lambat dari video normal, dan 4 kali lebih lambat dibanding teknologi slow-motion yang ada di smartphone pada umumnya. Ini berarti, momen 0,2 detik dapat ditransformasikan menjadi sekitar 6 detik video yang dramatis, tentunya tetap dengan kualitas gambar yang mumpuni. Momen yang tampak biasa saja, bisa menjadi luar biasa.

Jika slow motion cukup dengan bantuan software dan prosesor yang baik, maka untuk menghadirkan Super Slow Motion, prosesor gambar pada kamera memiliki pengaruh besar. Perlu diketahui, Galaxy S9 sebenarnya bukan ponsel pertama yang menghadirkan Super Slow-Mo. Fitur ini justru pertama kali diperkenalkan di Sony Xperia XZ Premium setahun silam, kemudian dilanjutkan Xperia XZ2. (Baca juga: Mengenal Super Slow-Mo yang Diprediksi Bakal Menjadi Trend Fotografi 2018)

Kualitas video Super Slow-Mo yang dihasilkan oleh Samsung Galaxy S9 dan S9+ adalah 720p (HD). Sementara Sony Xperia XZ2 telah mampu merekam video Super Slow-Mo resolusi 1080p (Full HD). Walaupun kalah secara teknologi, Samsung masih beruntung, karena Sony Xperia XZ2 tidak beredar di Indonesia. Namun dalam beberapa bulan, kemungkinan akan segera muncul pesaing baru yaitu Huawei P20 Pro yang juga mengusung fitur serupa.

Saat merekam klip Super Slow-mo, pengguna dapat memilih untuk menyimpannya sebagai GIF, menyesuaikannya dengan lagu favorit, atau menampilkannya sebagai wallpaper atau lockscreen. Dari percobaan fitur tersebut, hasilnya memang terlihat menakjubkan, membuatnya terlihat lebih epik. Namun kendalanya adalah untuk membuat konten super slow mo yang epik bukan perkara mudah. Kita harus mencoba berulang kali hingga terbiasa mendapatkan momen yang tepat.

A post shared by mrbambang (@mrbambang) on


Memiliki Fitur AR Emoji

Selain slow-mo, AR Emoji juga menjadi fitur baru  Galaxy S9/S9 Plus yang menarik perhatian. Karena memungkinkan pengguna membuat emoji yang realistis atau mirip kartun dengan menggunakan teknologi pengenal wajah perangkat.

Fitur serupa sebenarnya sudah lebih dulu dihadirkan pada Sony Xperia XZ dan XZ2, namun dengan konsep yang berbeda. Jika Samsung lebih fokus pada membuat Emoji AR, Sony melangkah lebih jauh dengan kemampuan membuat konten avatar 3D. Tidak hanya menampilkan konten emoji atau avatar yang bisa dishare di media sosial atau chat, namun 3D avtar di Xperia XZ2 yang berasal dari citra diri ini bisa dicetak menjadi seperti kepala patung mini menggunakan printer 3D.

Di Samsung Galaxy S9 Plus, kita dengan melakukan selfie tunggal, perangkat ini menganalisis gambar 2D, kemudian memetakan lebih dari 100 fitur wajah yang berbeda, dan menerapkan gambar itu ke model 3D untuk menghasilkan avatar yang terlihat menyerupai kita, sekaligus bisa meniru ekspresi wajah.

AR Emoji sepenuhnya dapat disesuaikan, dapat dengan mudah dibagikan dengan orang lain dan juga digunakan sebagai wallpaper untuk layar rumah atau kunci pengguna. Fitur ini benar-benar sekadar untuk have fun alias lucu-lucuan saja.

FITUR KHAS

Platform intelijen Bixby milik Samsung semakin cerdas saja. Bixby terintegrasi secara mendalam ke dalam kamera Galaxy S9 Plus, serta memanfaatkan augmented reality dan teknologi pembelajaran yang mendalam (deep learning) untuk memberi pengguna berbagai informasi bermanfaat real-time tentang dunia di sekitar.

Sebagai contoh saat pengguna mengarahkan kamera ke objek, Bixby mengenali apa yang dilihatnya dan langsung menyajikan informasi yang terkait dengan objek yang dilapisi di atas gambar. Ini berarti, misalnya, pengguna dalam perjalanan bisnis ke luar negeri akan dapat memanfaatkan fungsi Penerjemahan Langsung di bawah mode Teks Bixby untuk langsung menerjemahkan menu atau tanda yang ditulis dalam bahasa asing, atau bahkan mata uang asing, secara real-time.

Dalam hal keamanan, fitur Intelligent Scan di Samsung Galaxy S9 menggabungkan kekuatan kolektif pemindaian iris, pengenalan wajah dan teknologi cerdas Samsung untuk menciptakan solusi otentikasi tanpa batas yang menawarkan pengguna akses yang aman ke perangkat mereka di hampir semua lingkungan.

Selain itu, pemindai sidik jari telepon, yang sekarang berada di bawah kamera di bagian belakang perangkat, mendukung fungsi Fingerprint Dedicated baru, yang memungkinkan pengguna untuk menunjuk sidik jari untuk memberikan akses instan ke Folder Aman.

Lebih dari itu, teknologi Samsung Knox memproteksi data sensitif  secara maksimal dengan tingkat keamanan berlapis, bahkan hingga hardware. Namun yang lebih penting dari itu semua adalah bagaimana penggunanya lebih berhati-hati dalam menyimpan datanya.

MULTIMEDIA

Untuk urusan multimedia, Samsung Galaxy S9 Plus juaranya. Kita bisa menggunakan perangkat ini sebagai perangkat hiburan on the go dengan maksimal. Dalam hal visual, tak diragukan lagi layar Infinity Display sanggup menyuguhkan konten multimedia dengan maksimal. Kita dipuaskan dengan  tampilan grafis yang tajam dan berwarna.

Sementara dalam hal audio, Samsung membekalinya dengan sistem suara yang powerful. Samsung Galaxy S9 Plus memiliki speaker stereo AKG yang tangguh, sehingga menghasilkan suara seimbang dan seimbang, tidak peduli volumenya. Suaranya lebih jelas dan keras, yang diklaim lebih powerful 1,4 kali dibanding ponsel Galaxy sebelumnya.

Samsung Galaxy S9 Plus juga dilengkapi efek Dolby Atmos, yang dengan hati-hati menganalisis variabel kunci dalam audio konten untuk memberi pengguna sensasi bahwa mereka mengalami suara surround 360 derajat. Suara yang dihasilkan serasa di bioskop, namun dengan ukuran mini.

PERFORMA

Bagian paling penting agar smartphone bisa bekerja adalah otak alias prosesor.  Di pasar Amerika Serikat, Amerika Latin, dan China, chipset yang dipakai adalah Qualcomm SDM845 Snapdragon 845 dengan prosesor Octa-core (4×2.8 GHz Kryo 385 Gold & 4×1.7 GHz Kryo 385 Silver).

Sedangkan untuk pasar global termasuk Indonesia, Samsung Galaxy S9 Plus memakai chipset Exynos 9810 10nm dengan prosesor 64-bit Octa-core (Max. 2.7 GHz + 1.7 GHz) yang ditunjang dengan dengan 6GB RAM. Perbedaan platform chipset bagaimanapun juga berpengaruh terhadap kinerja smartphone ini.

Dari beberapa pengujian yang dilakukan tech reviewer terkemuka seperti Anandtech dan Androidcentral yang membandingkan smartphone dengan dua chipset berbeda, terlihat Samsung Galaxy S9 Plus dengan Snapdragon 845 lebih unggul dalam hal kinerja prosesor berdasarkan beberapa aplikasi benchmark. Begitupun dengan daya tahan baterai yang lebih awet.

Namun demikian, secara umum pengguna tidak akan mengalami perbedaan yang signifikan dalam hal user experience. Selama menggunakan ponsel ini, saya tidak pernah mengalami perlambatan kinerja pada Galaxy S9 + yang memakai Exynos 9810 saat digunakan untuk menjalankan berbagai aplikasi secara bersamaan, termasuk video editing yang berlangsung cepat. Kinerjanya secara umum sangat cepat dan smooth. Karena bagaimanapun juga, ini adalah smartphone dengan kasta tertinggi Samsung sehingga performanya pun harus di atas rata-rata.

Untuk kapasitas penyimpanan, memori yang disediakan adalah 64 GB. Tergolong cukup lapang, namun jika merasa masih kurang, bisa menambah dengan memori micro SD hingga 400GB. Ponsel ini memiliki slot yang bersifat hybrid. Jika kamu tidak berminat untuk menambah micro SD, bisa menggantinya dengan kartu SIM sehingga berfungsi sebagai Dual SIM, begitu pula sebaliknya.

Dan untuk urusan baterai, Samsung Galaxy S9 Plus memiliki kapasitas 3.500 mAh yang tergolong standar di industri. Dari percobaan digunakan secara normal, baterai sanggup bertahan sehari semalam. Namun untuk penggunaan intensif bisa tahan hingga seharian.

Sistemnya prosesornya membantu konsumsi daya yang lebih efisien. Walau jika kapasitasnya dibuat lebih besar, misalnya 4.000 mAh, tentu daya tahannya bakal lebih baik lagi. Seperti tren kekinian, port charging pun menggunakan USB type C yang terbaru didukung fast charging sehingga proses isi daya lebih cepat. Jika ingin terlihat lebih keren, ponsel ini juga bisa dicharge dengan diletakkan begitu saja pada perangkat yang mendukung wirless charging.

KESIMPULAN

Samsung Galaxy S9 Plus ini memang secara desain tidak begitu jauh dari pendahulunya, Samsung Galaxy S8/S9+. Ponsel pintar ini masih menggunakan Super AMOLED Infinity Display ukuran  6,2 inci . Hanya saja, Samsung Galaxy S9 mempunyai bezel yang lebih kecil dan sensor sidik jari diposisikan ke tempat yang lebih gampang diakses.

Dengan segudang fitur kelas premium tersebut, ponsel ini dilepas dengan harga Rp 12.999.000 untuk model RAM 6 GB/memori 64 GB dan Rp 14.499.000 untuk model RAM 6 GB/memori 256 GB.  Harga yang tergolong mewah di mana perangkat ini bersaing secara langsung dengan ponsel besutan Apple, yakni iPhone.

Spesifikasi Samsung Galaxy S9 Plus

samsung galaxy s9 Plus
Klik pada gambar di atas untuk spesifikasi lebih lengkap

General

  • Device Type
    Smartphone
  • Model / Series
    Samsung Galaxy S9 Plus
  • Released
    09 Maret, 2018
  • Status
    Available
  • Price
    IDR 12.999.000 (6GB RAM + 64GB ROM), IDR14.499.000 (6GB+256GB)

Platform

  • Exynos 9810 10nm 64-bit Octa-core processor
  • CPU CPU (Central Processing Unit) mostly known as processors, CPU processes instructions in order to carry out certain functions that make your device operate properly. Processors are often described as the brain of computers, smartphones and tablets, Smartphones and tablets rely on processors to carry out their every task, Processors are an incredibly important factor in selecting any type of computing device, including your smartphone.
    Octa-core (2.7 GHz Quad & 1,7 GHz Quad)
  • GPU GPU (Graphics Processing Unit) is a single-chip processor designed to rapidly manipulate and alter memory to accelerate the creation of images in a frame buffer intended for output to a display, This includes things such as lighting effects, object transformations, and 3D motion.
    Mali-T880 MP12
  • RAM (Memory) RAM (Random Access Memory) is a type of computer memory that can be accessed randomly, any byte of memory can be accessed without touching the preceding bytes that allows information to be stored and accessed quickly from random locations. RAM is the most common type of memory found in computer systems, smartphones, tablets and other electronic devices.
    6 GB RAM LPDDR4
  • Storage Internal Storage is a data storage space (flash memory) mostly used in smartphones, tablets and other electronic devices where operating system, apps, music, photos, videos, files and other user data Is stored.
    64GB UFS2.1 / 256 GB support microSD upto 400GB
  • Operating System OS => Every computer system run on a base software called Operating System (OS). Operating System controls all basic operations of the computer (such as smartphone, PDAs, tablet computers and other handheld devices). The Operating System allows the user to install and run third party applications (apps), apps are used to add new functionality to the device.
    Android OS v8.0 (Oreo)
  • User Interface UI or user interface of a device is the look and feel of the on-screen menu system. How it works, its color scheme, how it responds to button presses, all of these things are part of the user interface.
    TouchWiz UI

Design

  • Dimensions
    158.1 x 73.8 x 8.5 mm
  • Weight
    189 g
  • Design Features
    - IP68 certified (dust/water proof over 1.5 meter and 30 minutes)
    - Corning Gorilla Glass 5 back panel
    - Colors: Lilac Purple, Midnight Black, Titanium Gray, and Coral Blue
  • Battery
    Non-removable Li-Ion 3500 mAh battery

    Battery Life
    MP3 playback (AOD on): up to 54 hrs
    MP3 playback (AOD off): up to 94 hrs
    Video playback: up to 18 hrs
    Talk time: up to 25 hrs
    Internet use (Wi-Fi): up to 15 hrs
    Internet use (3G): up to 13 hrs
    Internet use (4G): up to 15 hrs

Network

  • Network Frequency
    2G GSM, 3G WCDMA, 3G TD-SCDMA, 4G LTE FDD, 4G LTE TDD
    - 4G FDD LTE
    B1(2100), B2(1900), B3(1800), B4(AWS), B5(850), B7(2600), B8(900), B12(700), B13(700), B17(700), B18(800), B19(800), B20(800), B25(1900), B26(800), B28(700)
    - 4G TDD LTE
    B38(2600), B39(1900), B40(2300), B41(2500)
    - Gigabit LTE ready
  • SIM SIM (Subscriber Identity Module) is a small card that contains mobile network subscriber's account information. This allows the phone using the card to attach to a mobile network. The SIM card is most commonly associated with GSM and UMTS mobile networks. Moving a SIM card from one phone to another allows a subscriber to switch mobile phones without having to contact their mobile network carrier. SIM cards can also be used by a phone to store limited amounts of data, such as phone numbers and text messages.
    Dual SIM model (Hybrid SIM slot): one Nano SIM and one Nano SIM or one MicroSD slot (up to 400GB)
  • Data Speed
    HSPA 42.2/5.76 Mbps, Enhanced 4x4 MIMO/CA, LAA, LTE Cat.18

Display

  • Screen Type
    Quad HD+ Super AMOLED
  • Size and Resolution
    6,2 inches Quad HD+ (2960x1440)
  • Touch Screen
    Yes, Multitouch capacitive touchscreen
  • Features
    -Corning Gorilla Glass 5
    - 3D Touch (home button only)
    - Always-on display
    - Infinity Display (a near bezel-less, full-frontal, edge-to-edge screen)
    - Default resolution is Full HD+ and can be changed to Quad HD+ in Settings
    - Screen measured diagonally as a full rectangle without accounting for the rounded corners.

Camera

  • Multi Camera
    Yes (Rear)
  • Rear Camera is able to capture photographs and usually videos, The most important characteristics of a camera are the resolution (measured in megapixels), lens focus type (fixed or automatic), higher megapixel cameras are known to capture higher quality photos, but not always a good measurement of the photos quality.
    Wide-angle camera Super Speed Dual Pixel 12MP AF sensor Sensor size: 1/2.55" Pixel size: 1.4µm Sensor ratio: 4:3 FOV: 77˚ Dual Aperture: F1.5 mode/ F2.4 mode Telephoto camera 12MP AF sensor Sensor size: 1/3.6" Pixel size: 1.0µm Sensor ratio: 4:3 FOV: 45˚ F2.4 aperture
  • Front
    8MP AF sensor Sensor size: 1/3.6" Pixel size: 1.22µm Sensor ratio: 4:3 FOV: 80˚ F1.7 aperture
  • Flash Flash Light => There is commonly two types of flash lights are used in camera mobile phones, LED Flash (LED flash offers lower power consumption with drive circuitry that takes up very little room, LEDs can be strobed faster than any other light source), Xenon Flash (xenon flash produces an extremely intense full-spectrum white light for a very short duration)
    Yes, LED flash
  • Video
    4K video recording at 30 fps or 60fps QHD video recording at 30 fps 1080p HD video recording at 30 fps or 60 fps 720p HD video recording at 30 fps Super Slow-mo video support 720p at 960 fps Slow motion video support 1080p at 240 fps Hyperlapse video support 1080p VDIS (Video Digital Image Stabilization) Digital zoom up to 8x (Galaxy S9) or up to 10x (Galaxy S9+) High CRI LED Flash Continuous autofocus video Face detection Tracking AF Take 9.1-megapixel still photos while recording 4K video Playback zoom Video location tags
  • Camera Features
    Dual camera
    Dual OIS (Optical Image Stabilization)
    Optical zoom at 2x
    Digital zoom up to 10x
    Live focus with bokeh filters (background blur effect)
    Dual Capture

Connectivity

  • Wi-fi Wi-Fi is a popular wireless networking technology using radio waves to provide high-speed network connections that allows devices to communicate without cords or cables, Wi-Fi is increasingly becoming the preferred mode of internet connectivity all over the world.
    Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac (2.4/5GHz), VHT80 MU-MIMO, 1024QAM
  • Bluetooth Bluetooth is a wireless communications technology for exchanging data between mobile phones, headsets, computers and other network devices over short distances without wires, Bluetooth technology was primarily designed to support simple wireless networking of personal consumer devices.
    Bluetooth® v5.0 (LE up to 2Mbps), ANT+
  • USB
    v3.1, Type-C 1.0 reversible connector
  • GPS GPS The Global Positioning System is a satellite-based radio navigation system, GPS permits users to determine their position, velocity and the time 24 hours a day, in all weather, anywhere in the world, In order to locate your position, your device or GPS receiver must have a clear view of the sky.
    Yes, GPS, Galileo, Glonass, BeiDou
  • HDMI HDMI (High-Definition Multimedia Interface) is a compact audio/video interface for transferring uncompressed video data and compressed or uncompressed digital audio data from a HDMI-compliant source device to a compatible computer monitor, video projector, digital television, or digital audio device.
    No
  • Wireless Charging Wireless Charging (Inductive Charging) uses an electromagnetic field to transfer energy between two objects. This is usually done with a charging station. Energy is sent through an inductive coupling to an electrical device, which can then use that energy to charge batteries or run the device.
    Qi/PMA wireless charging (market dependent)
  • NFC NFC (Near field communication) is a set of standards for smartphones and similar devices to establish peer-to-peer radio communications with each other by touching them together or bringing them into proximity, usually no more than a few inches.
  • Infrared Infrared connectivity is an old wireless technology used to connect two electronic devices. It uses a beam of infrared light to transmit information and so requires direct line of sight and operates only at close range.
    No

Smartphone Features

  • Multimedia Features
    - MP4/DivX/XviD/WMV/H.264 player
    - MP3/WAV/WMA/eAAC+/FLAC player
  • FM Radio
    No
  • Web Browser Web Browser => a web browser is a software application used to locate, retrieve and display content on the World Wide Web, including Web pages, images, video and other files, The primary function of a web browser is to render HTML, the code used to design or markup webpages.
    HTML 5 with Android Browser, Google Chrome
  • Messaging
    SMS (threaded view), MMS, Email, Push Mail, IM
  • Sensors Sensors are electronic components that detects and responds to some type of input from the physical environment. The specific input could be light, heat, motion, moisture, pressure and location, The output is generally a signal that is converted to use in computing systems, a location sensor, such as a GPS receiver is able to detect current location of your electronic device.

    Iris sensorFingerprint sensorHR sensorPressure sensorGyro sensorProximity sensorAccelerometerGeomagnetic sensorRGB Light sensorBarometerHall sensor
  • Other
    - Bixbiy button
    - Samsung Pay (Visa, MasterCard certified)
    - Fast battery charging: 60% in 30 min (Quick Charge 2.0)
    - Qi/PMA wireless charging (market dependent)
    - ANT+ support
    - S-Voice natural language commands and dictation
    - Samsung DeX (desktop experience support)
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Balasan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: