Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

AI Emosi Huawei Siap Temani Kalian yang Butuh Teman Curhat

Sudahkah Gizmolovers menonton film “Her”? Siapa sangka film sci-fi tersebut menginspirasi petinggi Huawei dalam mewujudkan kecerdasan buatan atau AI emosi Huawei yang akan segera dikerjakan vendor tersebut.

Film “Her” berkisah tentang seorang pria paruh baya yang dalam kesendiriannya jatuh cinta dengan Samantha, asisten suara buatan yang sanggup mempelajari dan beradaptasi terhadap kebutuhan emosi pria ini.

“Samantha adalah mimpi bagi semua insinyur,” kata Felix Zhang, wakil presiden mesin perangkat lunak pada grup bisnis konsumen Huawei saat pertemuan tingkat tinggi di Shenzen, Tiongkok, kepada CNBC.

“Seperti halnya dalam film, anda bisa menghindar dari pacar nyata anda. Ini semacam penyedia layanan emosi,” katanya menyinggung AI emosi Huawei ini.

Huawei memang berencana melangkah lebih jauh lagi dengan ingin mengubah cara orang berbicara kepada asisten suara berbasis teknologi kecerdasan atau AI emosi ini. Eksekutif senior Huawei mengatakan Huawei ingin membuat percakapan antara pengguna dan asisten suara buatan menjadi lebih interaktif.

Joachin Phoenix bermain dalam film “Her”. Foto oleh mashable.com

Jenis program yang ada di benak Huawei adalah yang bisa membuat percakapan bisa berjalan selama mungkin sehingga pemakai tidak merasa sendirian, ungkap James Lu, direktur pengelolaan produk AI pada grup bisnis konsumen Huawei.

Selama ini, asisten virtual menggunakan suara dalam memainkan fungsi, seperti memberikan informasi cuaca atau merampungkan tugas kecil, semacam memainkan daftar lagu. Huawei ingin mengembangkannya lagi menjadi AI emosi sebagai teman penguna yang dapat memenuhi kebutuhan emosi mereka.

Related Posts
1 daripada 5

“Menurut kami, di masa depan, semua pengguna berharap mereka bisa berinteraksi dengan sistem dengan menggunakan emosi atau hati mereka,” kata Zhang.

Menurut firma riset Gartner, teknologi yang sedang dipersiapkan oleh Huawei tersebut ingin menciptakan pengalaman pengguna yang lebih pribadi. AI emosi Huawei akan dirancang bisa mendeteksi emosi dan suasana hati pemakainya.

Dalam sebuah artikel pada Januari 2018, Gartner menjelaskan AI emosi belum banyak digunakan. Asisten virtual berbasis suara mempunyai kemampuan memproses perintah dan pertanyaan tetapi kekurangan informasi kontekstual yang diperlukan untuk memahami dan menanggapi suasana emosi seorang pengguna, kata Huawei.

“Menambahkan kemampuan mendeteksi emosi akan memungkinkan [asisten pribadi virtual] menganalisa poin data dari ekspresi wajah, intonasi suara dan pola perilaku,” kata Gartner.

Agar bisa menciptakan AI emosi Huawei, diperlukan penyematan IQ yang tinggi pada asisten virtual berbasis suara tersebut lalu menambahkan EQ yang tak kalah tingginya. Supaya lebih efektif, perangkat lunaknya harus akurat. Sebagai contoh, jika pemakainya sedang marah lalu asisten virtual malah memainkan musik sangat kencang maka emosi pengguna akan lebih buruk lagi.

Baca juga: Rumor: Smartphone Lipat Huawei Selangkah Lebih Dulu dari Samsung Galaxy X?

Zhang bahkan memperkirakan dalam waktu dekat pengguna tak perlu menyentuh smartphone mereka untuk menggunakannya, melainkan cukup dengan menggunakan suara saja.

Huawei pertama kali meluncurkan asisten suara berbasis AI bagi pasar di Tiongkok pada 2013 dan akan merilis perangkat lunak berbasis AI emosi Huawei dalam waktu dekat. Ada 110 juta pengguna yang mengakses asisten suara buatan Huawei di Tiongkok setiap harinya.

Selain Huawei, perusahaan lain yang turut bereksperimen dengan AI adalah Alexa dari Amazon, Bixby dari Samsung, Apple dengan Siri, Cortana punya Microsoft dan Xiaoice yang dirancang Microsoft untuk pasar Tiongkok.

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.