5 Hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Membuat Podcast

Konten podcast menjadi semakin populer di Indonesia, terutama setelah dipopulerkan sejumlah selebritas. Sehingga menarik minat para kreator untuk membuat podcast yang menarik.

Keberadaan podcast memang beririsan dengan stasiun radio. Sama-sama memanfaatkan suara untuk membuat beragam konten mulai dari berita, drama, musik, bahkan sekadar curhat pun dapat ditemukan. Bedanya podcast terasa lebih fleksibel karena file yang tersimpan dalam aplikasi perangkat lunak dapat didengarkan kapan saja. Bahkan pendengar pun dapat mengunduhnya untuk diputar berulang. Hal yang tidak ditemukan pada radio yang lebih menekankan pada fungsi streaming atau siaran langsung.

Baca juga: Podcast Spotify Punya Fitur Polling dan Tanya Jawab, Biar Lebih Interaktif

Mudahnya mendengarkan siaran podcast lewat beragam aplikasi pilihan, ternyata juga berbanding lurus dengan kesempatan untuk membuat podcast itu secara mandiri. Siapapun, asalkan memiliki perangkat memadai, dapat dengan mudah menciptakan konten sesuai keinginan dan menyebarluaskan kepada khalayak. Sama seperti Youtube, di mana setiap orang punya kesempatan sama untuk muncul ke permukaan, asalkan punya konten menarik yang disukai banyak orang.

Kemudahan berkarya memang sudah lazim ditemukan pada era disrupsi teknologi informasi seperti sekarang. Ketika tidak ada patokan baku tentang bagaimana sebuah karya harus diciptakan. Selama karya tersebut dapat diterima, maka saat itulah peluang untuk maju sudah didapat. Selanjutnya tinggal mengembangkan kemampuan agar karya tersebut dapat terus bertahan.

Tips Membuat Podcast yang Menarik

ilustrasi podcastBila kamu juga memiliki gagasan dan idemu sendiri, segeralah membuat podcast yang menarik. Apalagi modal untuk memulai sebuah tayangan podcast pun terhitung fleksibel dan cenderung dapat dilakukan siapa saja. Bila masih belum tahu apa yang harus dipersiapak, coba simak beberapa poin yang kami berikan berikut ini.

1. Tentukan Konsep

Podcast
ilustrasi podcast (VOX)

Berawal dari ide di kepala, dapat terus dimatangkan untuk menjadi sebuah konsep yang lebih konkrit. Setiap karya memerlukan konsep agar dapat dieksekusi dan berjalan dengan baik. Konsep dalam membuat podcast yang menarik erat kaitannya penyajian informasi dalam konten. Kamu dapat memulai dengan podcast berkonsep pop-culture, sejarah, otomotif, hobi, karier, maupun finansial yang semakin populer belakangan ini.

Sesuaikan dengan minat utamamu. Sebab apabila nanti sudah berjalan dalam beberapa episode dengan konsep yang sudah ditentukan, akan banyak observasi dan riset mendalam agar tidak kehabisan topik menarik. Hal semacam itu perlu dipikirkan ketika pertama kali hendak membuat sebuah podcast. Walau tidak ada salahnya juga, saat memulai justru datang ide lain yang mendorongmu untuk membuat konsep berbeda. Selama belum menyentuh kontrak kerja sama resmi terkait konten yang ditayangkan, maka eksplorasi ide masih dapat terus dilakukan.

Menentukan konsep podcast juga bukan sekadar ‘asal beda’ dengan yang sudah lebih dulu ada.  Bila hal itu justru membuatmu tidak nyaman saat membuat konten. Lanjutkan saja dengan konsep kesukaanmu, meskipun sudah ada yang membuat konsep serupa, nantinya kamu dapat menemukan cirimu sendiri dan membuat perbedaan. Bukankah, sedikit perbedaan itu lebih baik dibandingkan sedikit lebih baik?

2. Cari Format yang Sesuai

Podcast
ilustrasi podcast (Music Ally)

Apabila dahulu kita mendengar dua orang penyiar saling bersautan dalam siaran radio sudah terasa begitu ramai. Akhirnya menjadi format siaran yang dianggap ideal hingga jangka waktu tertentu. Sampai akhirnya perubahan zaman menjadikan format dua orang tidak lagi jadi sebuah rujukan. Hingga kini kita dapat menemukan tiga penyiar dapat turut serta dalam sebuah siaran radio.

Dan hal lebih ‘ekstrim’ dapat kita temukan pada format siaran atau tayangan yang membuat hingga empat sampai lima orang sekaligus untuk turut serta beradu suara. Semua dilakukan jelas dengan tujuan agar pendengar dapat lebih terhibur dan merasa memiliki wakil persona lewat suara podcaster.

Setelah konsep. Memikirkan format sangat diperlukan dalam sajian membuat podcast yang menarik. Apakah kamu hendak berbicara seorang diri, berdialog, atau membuat suasana layaknya tongkrongan. Perkara semacam ini menjadi sangat penting dipikirkan berkaitan dengan model sajian informasi seperti apa yang hendak dihadirkan. Konsep sejarah dengan model story telling mungkin cocok disajikan dalam format monolog. Namun hal berbeda jika kamu ingin membuat sebuah ilustrasi cerita sejarah. Dibutuhkan banyak talent agar cerita dapat lebih hidup dan diterima audiensi.

Menemukan format yang sesuai terkadang tidak dapat dilakukan hanya bermodalkan imajinasi seorang diri. Banyak menyaksikan sajian informasi dalam bentuk tulisan, film, teater, radio, hingga seminar dapat memperluas referensi kamu. Sehingga kamu dapat menyusun sebuah format yang sesuai dengan konsep podcast yang akan dibuat.

Baca juga: Podcast Spotify Punya Fitur Polling dan Tanya Jawab, Biar Lebih Interaktif

3. Persiapkan Peralatan Memadai

Podcast
Memiliki peralatan memadai memang jadi kesenangan tersendiri untuk berkaya.

Terkadang ketiadaan peralatan ideal untuk merekam audio dengan baik dapat menjadi alasan untuk tidak segera memulai membuat podcast. Tapi menunggu hingga peralatan ideal ada pun kadang seperti tanpa ujung kepastian. Persoalan budget sering jadi alasan utama. Terlebih bagi pemulai yang memang belum melihat bahwa membuat konten podcast merupakan sebuah langkah awal untuk mendapatkan penghasilan. Tapi itu dapat dipatahkan, tentu saja, bahwa membuat podcast yang menarik tidak melulu soal peralatan ideal. Maka alat memadai, kami rasa sudah cukup.

Smartphone milikmu dapat dijadikan alat rekam, sekaligus editing audio. Keterbatasan daya tangkap suara pada smartphone dapat kamu siasati dengan membeli mic eksternal tersendiri. Nantinya hasil rekam dapat kembali diolah menggunakan aplikasi tambahan untuk smartphone. Produksi sederhana ini terutama dapat diaplikasikan untuk membuat konten dengan format monolog atau dialog. Tanpa banyak memerlukan ambiens ataupun efek latar suara yang dramatis seperti halnya format rombongan dalam konsep drama. Mulai membicarakan apa yang kamu pikirkan, rasakan, dan wawasan yang kamu kuasai rasanya dapat dilakukan segera.

Lain halnya jika kamu memang mendambakan sebuah sajian berkualitas. Maka hal yang paling perlu diperhatikan ialah keberadaan mikrofon dan mixer memadai. Behringer Xenyx Q802USB, Yamaha AG06&AG03, Rode Rodecaster Pro dapat menjadi beberapa model mixer untuk dipilih. Sementara HyperX QuadCast, Samson G-Track Pro, Razer Seiren Elite menjadi pilihan menarik untuk mikrofon. Tentu saja ada biaya lebih untuk mendapatkan brand tersebut. Masih banyak nama lain yang mungkin lebih mudah kamu temukan di marketplace dalam negeri.

4. Platform Aplikasi Podcast

Baterai iPhone Spotify
Ilustrasi Spotify (PC Mag India)

Berbeda dengan konten media sosial yang mana kita mengunggah karya di platform tersebut, tidak demikain halnya dengan podcast. Konten podcast ini memerlukan sebuah hosting untuk meyimpan file audio. Kemudian konten podcast tersebut bisa didistribusikan di sejumlah platform pemutar podcast populer seperti Spotify,  Apple Podcasts, Google Podcasts, dan lainnya.

Sedangkan tempat untuk menyimpan konten podcast bisa di server hosting kita sendiri jika memiliki kemampuan memadai dalam melakukan konfigurasi dan programming. Paling gampang tentu memakai platform yang sudah ada, baik yang berbayar seperti Soundcloud maupun gratis seperti Anchor dan lainnya. Kami merekomendasikan Anchor karena selain gratis, sangat mudah untuk mendistribusikan ke platform pemutar Podcast. Terutama Spotify, karena Anchor kini telah diakusisi.

5. Integrasi Artwork

podcast pexels-michal-dziekonski
Ilustrasi podcast (Foto: Pexels/Michal-dziekonski)

Saat ini tidak ada platform media yang sepenuhnya berdiri sendiri tanpa terintegrasi dengan yang lain. Begitu juga dengan podcast, meski kontennya spesifik hanya melibatkan suara tanpa unsur grafis dan visual. Namun tetap saja untuk aktivitas pemasaran dan promosi tetap membutuhkan peran sosial media yang mampu dipakai menampilkan kedua hal tersebut. Apalagi jika karya yang dibuat juga turut menyertakan rekaman video dalam produksinya, untuk dimuat dalam platform lain semisal Youtube.

Maka kamu juga perlu menyiapkan konsep visual artwork yang dapat mewakili isi di dalam podcast-mu. Minimal visual itu akan ditampilkan di sampul channel  milikmu. Lebih jauh, kamu dapat menyebarkan artwork tersebut dapat diintegrasikan dengan sosial media seperti Twitter, Instagram, hingga Facebook agar orang lebih mudah mengenali karyamu. Kombinasi semacam ini tentu akan mendorong konten milikmu tersebar luas ke lebih banyak orang yang potensial.

Lihat saja Podkesmas, meski inti karyanya disajikan lewat Spotify, namun orang-orang yang terlibat dalam podcast tersebut turut melakukan promosi lewat sosial media lain. Proses ini biasa disebut dengan pemasaran lintas platform atau omni channel marketing.

So, itu tadi beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mulai membuat tayangan podcast-mu sendiri. Tunggu apalagi, sana segera mulai!

Tinggalkan komen