Jakarta, Gizmologi – Apple kabarnya siap dan segera menghentikan produksi Vision Pro generasi terbaru setelah melansir MacRumor. Hal ini diinformasikan beberapa pihak karena tidak adanya perkembangan yang signifikan, baik dari segi teknologi atau dari penjualan. Namun, Apple dirumorkan akan mengembangakn smart glasses sebagai pengganti varian Vision Pro
Sejak debut pada Februari 2024 dengan harga US$3.499, Vision Pro memang lebih sering dipandang sebagai showcase teknologi ketimbang produk mass market. Meski Apple sempat menghadirkan refresh dengan chip M5 pada 2025, minat pasar disebut tetap terbatas.
Angka penjualan sekitar 600 ribu unit mungkin terlihat besar untuk kategori baru. Namun untuk standar Apple, angka tersebut belum cukup untuk membuktikan bahwa perangkat ini siap menjadi lini produk utama seperti iPhone atau Mac.
Teknologi Canggih, Tapi Belum Nyaman dan Terjangkau

Dari sisi teknologi, Vision Pro sebenarnya sangat ambisius. Perangkat ini mengusung layar micro-OLED dengan total 23 juta piksel, serta performa tinggi berkat chip kelas laptop. Secara visual, pengalaman yang ditawarkan termasuk salah satu yang terbaik di industri saat ini.
Namun di sisi pengguna, masalah mulai muncul. Bobot yang mencapai 750–800 gram membuat perangkat terasa berat, terutama pada area hidung. Bahkan dengan berbagai opsi headband, distribusi beban disebut belum ideal untuk pemakaian jangka panjang.
Faktor harga juga jadi hambatan besar. Di tengah ekosistem yang belum matang, banderol premium membuat banyak konsumen ragu untuk masuk ke kategori baru ini.
Arah Baru: Smart Glasses yang Lebih Ringan
Alih-alih melanjutkan Vision Pro, Apple kini dirumorkan mengalihkan fokus ke perangkat yang lebih ringan dalam bentuk smart glasses. Pendekatan ini dinilai lebih realistis untuk tahap awal adopsi pasar.
Perangkat baru tersebut kemungkinan tidak akan sekuat Vision Pro. Alih-alih chip besar seperti M5, Apple disebut akan menghadirkan fitur dasar seperti kamera, audio, dan integrasi ringan dengan ekosistem.
Strategi ini mirip dengan pendekatan yang sudah dilakukan oleh Meta lewat kolaborasi kacamata pintar mereka. Jika benar, langkah Apple ini bisa menjadi reset strategi—dari teknologi paling canggih, ke produk yang lebih mudah diterima pasar.
Pada akhirnya, keputusan ini menunjukkan bahwa bahkan Apple pun tidak kebal terhadap realitas pasar. Inovasi saja tidak cukup jika belum menemukan bentuk yang benar-benar relevan bagi pengguna sehari-hari.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



