Jakarta, Gizmologi – Spotify mulai menggulirkan fitur baru berupa badge “Verified by Spotify” untuk artis non-AI. Langkah ini diklaim sebagai upaya meningkatkan transparansi dan kepercayaan pengguna terhadap musisi yang mereka dengarkan.
Badge verifikasi ini nantinya akan muncul di profil artis serta hasil pencarian, ditandai dengan ikon centang hijau. Spotify menyebut hanya artis dengan aktivitas pendengar yang konsisten, reputasi baik di platform, serta eksistensi nyata di luar platform yang bisa mendapatkannya.
Menariknya, artis berbasis AI, baik yang sepenuhnya dihasilkan mesin maupun persona virtual, tidak masuk dalam kriteria verifikasi. Ini secara tidak langsung menciptakan garis pemisah yang cukup tegas antara musisi “manusia” dan konten berbasis AI.
Di sisi lain, langkah ini juga membuka diskusi baru soal bagaimana industri musik digital akan memperlakukan kreator AI di masa depan.
Baca Juga: vivo S50t Resmi Diperkenalkan, Bedanya Hanya Storage Lebih Lawas
Verifikasi Jadi Standar Baru, Tapi Tidak Netral

Spotify menyebut sekitar 99% artis yang sering dicari pengguna akan langsung mendapatkan badge ini saat peluncuran awal. Prioritas diberikan pada artis dengan basis penggemar aktif serta kontribusi terhadap kultur musik, bukan sekadar “content farm” atau musik latar pasif.
Selain badge, Spotify juga menambahkan fitur baru di bagian profil artis yang menampilkan milestone karier, aktivitas rilisan, hingga jadwal tur. Fitur ini jelas memperkaya konteks bagi pendengar yang ingin mengenal artis lebih dalam.
Namun, pendekatan ini juga bisa dianggap problematis. Dengan menjadikan verifikasi sebagai simbol “keaslian”, Spotify secara tidak langsung memberi stigma pada artis yang belum atau tidak terverifikasi, terutama kreator baru atau independen yang belum punya exposure besar.
AI Dibatasi Sekarang, Tapi Masa Depannya Masih Abu-Abu
Keputusan Spotify untuk tidak memverifikasi artis AI untuk saat ini memang terasa logis, mengingat isu transparansi dan orisinalitas masih jadi perdebatan. Tapi perusahaan sendiri mengakui bahwa konsep “keaslian artis” masih terus berkembang.
Artinya, bukan tidak mungkin di masa depan AI artist justru akan mendapat tempat resmi di ekosistem platform. Apalagi, tren musik berbasis AI terus meningkat, baik untuk produksi cepat maupun kebutuhan konten skala besar.
Pada akhirnya, fitur verifikasi ini bisa jadi langkah awal Spotify untuk menata ulang ekosistem musik digital. Tapi seperti banyak kebijakan platform lainnya, dampaknya akan sangat bergantung pada bagaimana aturan ini berkembang—dan siapa yang diuntungkan atau justru tertinggal.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



