Biasanya isu konservasi swasta selalu dihadirkan lewat film dokumenter atau kampanye lingkungan. Namun kali ini, sejumlah developer game indie di Asia Tenggara memilih pendekatan berbeda ke dalam game buatan mereka yang rilis di Apple App Store.
Bertepatan dengan Hari Hewan Sedunia pada 4 Oktober, para developer ini memasukkan satwa terancam punah ke dalam dunia permainan mereka. Dengan gameplay, karakter pendamping, hingga misi khusus, pengembang mencoba mengenalkan satwa asli kawasan Asia Tenggara kepada pemain global.
Menariknya, beberapa spesies yang diangkat dan tampil di dalam game yang tampil di App Store tersebut berasal dari Indonesia, termasuk badak Jawa yang kini masuk kategori satwa paling terancam di dunia.
Daftar Game Indie Asia Tenggara di App Store Pilihan Apple
Nah, berikut ini adalah 5 game indie Asia Tenggara yang menghadirkan satwa langka pilihan Apple untuk bisa langsung di download dari App Store.
- Submarine Quest: Misi Menyelamatkan Dugong Thailand

Dikembangkan oleh studio asal Thailand, Submarine Quest mengajak pemain menjelajahi bawah laut menggunakan kapal selam sambil menyelesaikan teka-teki dan mengelola sumber daya.
Dalam konten bertema konservasi, pemain ditugaskan membantu penyelamatan dugong, mamalia laut yang populasinya terus menurun di perairan Thailand dan beberapa wilayah Asia Tenggara.
Book dan Toon dari Khaolam Interactive mengatakan, dugong dipilih karena statusnya yang semakin mengkhawatirkan di alam liar.
“Dugong benar-benar terancam punah di perairan Asia Tenggara. Kami ingin meningkatkan kesadaran tentang satwa ini lewat gameplay yang terasa alami, sehingga pemain bisa memahami kondisi dugong hanya dengan bermain,” ujar mereka dalam keterangan resminya, Selasa (6/10/2026).
Menurut tim pengembang game Submarine Quest, pendekatan tersebut membuat pesan konservasi tidak terasa menggurui. Pemain juga dapat memperoleh hadiah kosmetik bertema dugong selama bermain.
2. That’s My Balloon: Saat Badak Jawa Tidak Boleh Disentuh

Game arcade buatan Singapura yang tampil di App Store ini memiliki konsep sederhana: pemain harus memecahkan balon yang muncul di layar secepat mungkin. Namun, ada aturan berbeda ketika balon bergambar satwa langka muncul.
Alih-alih dihancurkan, pemain justru harus membiarkannya terbang sebagai simbol perlindungan terhadap spesies yang terancam punah. Salah satu satwa ditampilkan adalah badak jawa, spesies endemik Indonesia yang kini hanya bertahan di habitat terbatas di Ujung Kulon.
Baca Juga: Foto Rosé BLACKPINK Pegang iPhone 18 Pro Disebut Editan, Apple Ikut Buka Suara
Pengembang Vikas Pawar mengatakan ide tersebut muncul dari keinginan membalik aturan utama permainan.
“Ketika balon bergambar satwa langka muncul, pemain justru harus membiarkannya pergi. Saya merasa itu cara yang menyenangkan dan alami untuk menyampaikan pesan konservasi tanpa mengubah kesederhanaan gameplay,” kata Pawar.
Ia berharap pemain setidaknya dapat mengenal satu fakta baru tentang satwa liar Asia Tenggara setelah memainkan game tersebut.
3. BagMaster Isekai Hadirkan Saola, “Unicorn Asia”

Saola sering dijuluki sebagai “unicorn Asia” karena sangat langka dan jarang terlihat di habitat aslinya di Vietnam dan Laos. Satwa tersebut menjadi inspirasi utama dalam BagMaster Isekai, game roguelike RPG asal Vietnam di App Store.
Pemain dapat membawa saola sebagai pendamping dengan kemampuan khusus selama petualangan berlangsung. Binh Diep, salah satu pengembang game tersebut, mengatakan saola dipilih karena menjadi salah satu satwa paling ikonik sekaligus paling langka di Vietnam.
“Saola memiliki penampilan yang sangat khas dan dikenal sebagai ‘unicorn Asia’. Kami selalu mencari cara untuk memperkenalkan unsur Vietnam kepada pemain di seluruh dunia, dan saola adalah salah satu simbol yang tepat,” ujar Diep.
Ia menambahkan desain saola yang terlihat kuat sekaligus menggemaskan membuat satwa tersebut cocok diterjemahkan menjadi karakter pendamping dalam game.
4. My Little Village Ajak Pemain Merawat Bangau Sarus

Berbeda dari game aksi lainnya, My Little Village menawarkan pengalaman simulasi desa yang santai.
Game buatan pengembang asal Vietnam ini menghadirkan bangau sarus sebagai bagian dari ekosistem desa yang dibangun pemain. Semakin baik lingkungan dan lahan pertanian dikelola, semakin banyak bangau yang kembali ke habitat tersebut.
Thong Nguyen dari COROCHTI mengatakan kehadiran bangau sarus sengaja dirancang sebagai indikator kesehatan lingkungan dalam permainan.
“Kami ingin tindakan pemain benar-benar membawa perubahan bagi desa. Ketika lingkungan menjadi lebih sehat, bangau akan perlahan kembali ke sawah dan muncul lebih sering,” kata Nguyen.
Menurut dia, melihat satwa liar kembali ke habitatnya seiring desa menjadi lebih hijau merupakan salah satu pencapaian paling bermakna dalam permainan tersebut.
5. Climb Knight Perkenalkan Tarsius Filipina

Tarsius merupakan primata kecil yang dikenal memiliki mata besar dan kemampuan melompat hingga beberapa meter dari satu cabang ke cabang lain. Satwa tersebut menjadi fokus dalam Climb Knight, game platformer bergaya 1-bit asal Filipina.
Melalui cerita bertajuk Tarsier Tales, pemain diajak mengenal kehidupan tarsius sekaligus ancaman yang dihadapi, termasuk hilangnya habitat akibat deforestasi dan perdagangan satwa ilegal. Pengembang Darius Immanuel Guerrero mengaku terinspirasi dari buku cerita yang ia baca saat kecil.
“Tarsier Tales memberi kami kesempatan membuat petualangan kecil yang memperkenalkan salah satu satwa paling menarik di Asia Tenggara kepada pemain,” ujarnya.
Guerrero berharap kisah tersebut dapat memicu rasa ingin tahu pemain terhadap tarsius dan hutan tempat satwa itu hidup. “Jika ada orang yang menjadi penasaran lalu ingin mempelajari tarsius lebih jauh, saya merasa karakter ksatria kami sudah menjalankan tugasnya,” kata Guerrero.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

