Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Firma Kehutanan Australia Gunakan Drone Pendeteksi Koala Sebelum Pangkas Pohon

Koala, binatang mungil khas Australia, termasuk satwa yang dilindungi. Oleh karena itu keberadaannya sangat diperhatikan agar tidak punah. Sebuah firma kehutanan asal benua Kanguru itu pun baru-baru ini menggunakan drone pendeteksi koala sebelum memotong pohon agar binatang lucu ini tidak terkena tebangan pohon.

Hazelwood Forestry, yang bergerak di bidang penebangan pohon atau pembakaran hutan yang terkendali di Victoria, secara berkala memang memangkas pohon eucalyptus dan pohon pinus di perkebunan Hancock Victoria. Salah satu tugas rumit yang harus mereka lakukan yakni menebang pohon tanpa mencederai koala sebab terkadang binatang ini tersembunyi secara baik. Oleh karena itulah drone pendeteksi koala digunakan untuk membantu operator di bawah pohon mengetahui dimana mereka berada.

“Kami benar-benar memperbaiki cara mengelola dan melindungi mereka (koala) dalam operasi kehutuan,” kata Eloise Cluning, yang mengoperasikan perusahaan tersebut bersama suamianya, Russells, dan berbicara ke Latrobe Valley Express.

Selain kanguru, koala adalah binatang yang identik dengan benua Australia. Foto oleh redlandcitybulletin.com.au

“Mengetahui keberadaan koala kami lakukan setiap hari sebelum melakukan panen. Kami benar-benar menangkap dan memindahkan koala dengan mengantongi izin dari DELWP,” kata Eloise sebagaimana ditulis oleh dronelife.com.

Selama bertahun-tahun, perusahaan tersebut mengintai keberadaan koala menggunakan mata telanjang dari bawah pohon. Kini, mereka memakai drone pendeteksi koala yang dilengkapi dengan kamera pendeteksi suhu panas untuk mengecek wilayah sebelum menjalankan operasi. Mereka juga melakukan survei dan studi populasi koala.

Related Posts
1 daripada 13

Baca juga: Begini Cara Intel Manfaatkan Bluetooth untuk Drone Biar Nggak Jatuh

Meski terdengar gampang, ternyata memanfaatkan drone pendeteksi koala untuk kemudian memindahkan mereka tetaplah menjadi urusan yang rumit dilakukan.

“Ada banyak kendala. Ini tidaklah segampang menerbangkan (drone) di lapangan terbuka,” tambah Eloise.

“Ini semua membutuhkan tenaga yang banyak dan tentu saja banyak koala yang kami pindahkan ada batasannya. Jika kami tidak mengidentifikasikan mereka dan memindahkan mereka, mereka bisa terluka atau terbunuh. Koala tidak bisa melompat sendiri dan berpindah sendiri seperti satwa liar lainnya,” imbuhnya.

Eloise mengatakan koala tersebut berisiko tertindih pohon atau bagian pohon yang terpotong. Mengetahui keberadaan koala tanpa mengandalkan tanda suhu tubuh mereka akan menjadi hal yang sulit dilakukan.

“Melihat koala di pohon pinus sulit sekali. Bahkan dengan pohon pinus yang masih muda, ada kanopi padat yang membuat kami sulit melihat (koala). Drone pendeteksi koala telah membantu kami dalam hal ini,” pungkasnya.

 

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More