Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Hycopter, Drone Buatan Singapura yang Bisa Terbang Hingga 3,5 Jam

Drone yang sedang hits saat ini memang sanggup menghasilkan foto udara terperinci dan banyak membantu pekerjaan inspeksi yang sulit. Namun demikian, drone yang ada hanya bisa terbang dalam durasi yang terbatas. Baru-baru ini sebuah perusahaan asal Singapura meluncurkan Hycopter drone yang bisa terbang mencapai 3,5 jam.

HES Energy Systems pekan ini memperkenalkan Hycopter drone yang berbasis pada penggunaan hidrogen yang dirancang untuk inspeksi perawatan industry untuk skala besar. Hycopter drone menjalankan banyak baling untuk menjaga ketelitian kameranya dan sensor lain di udara lebih lama, sehingga bisa membuka peluang komersial lain sembari mengurangi biaya operasional.

Dirancang di fasilitas HES yang ada di Austin, Texas, Hycopter drone bisa mengisi ulang daya baterainya dalam beberapa menit saja menggunakan hidrogen kelas industri yang dimasukkan ke dalam botol. Platform Hycopter drone ini sanggup pula mengirimkan produk dalam jarak yang lebih jauh lagi dari yang mampu dilakukan oleh drone pada saat ini. Ke depan, drone kargo panjang dapat dikerahkan dari “bandara drone” hidrogen yang bekerja secara otomatis.

HES memadukan teknologi intinya dengan banyak baling yang dirancang khusus sehingga durasi bisa mencapai 3,5 jam.

Related Posts
1 daripada 13
Salah satu pemanfaatan drone untuk kebutuhan komersial, yakni untuk mengantar pizza

“Durasi terbang yang pendek menjadi salah satu batasan dalam teknologi drone. HES mempunyai reputasi yang lama dalam membuat sistem sel paling padat sekaligus teringan, yang bisa lima kali lebih enteng dari baterai litium. HES terus mendorong teknologi batas penyimpanan energi lebih jauh lagi, mengerjakannya dari Singapura melalui banyak program UAV dan dengan institusi kedirgantaraan terkemuka di seluruh dunia,” kata HES.

Model Hycopter drone akan muncul dalam aplikasi sayap-transisi VTOL berikutnya. Baterai Li-Po biasanya memberi daya pada drone yang tersedia untuk kebutuhan komersil tetapi terbatas hanya maksimal 30 menit terbang di udara. Hal ini berarti pilot mesti secara konsisten mengganti baterai.

Sedangkan sistem bahan bakar berbasis hidrogen merupakan sumber energi bersih, bebas karbon, sumber yang bisa diperbaharui. Bahan bakar jenis ini dapat menjadi pilihan baik untuk drone berbasis baling mau pun sayap ke depannya.

Baca juga: Drone untuk Mencari Pendaki yang Hilang ini Bisa Bekerja Tanpa GPS

 

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More