Jakarta, Gizmologi – Google dilaporkan tengah mengembangkan fitur baru yang memungkinkan pengguna Android melakukan pencadangan data langsung ke PC Windows tanpa perlu memanfaatkan layanan cloud. Informasi ini muncul dari temuan pada versi terbaru Google Play Services yang mengungkap adanya halaman informasi tersembunyi terkait fitur tersebut.
Berdasarkan bocoran yang beredar, proses backup akan dilakukan melalui jaringan Wi-Fi lokal ketika smartphone Android dan PC Windows berada di jaringan yang sama. Dengan begitu, pengguna dapat menyimpan data secara langsung ke komputer tanpa harus mengunggahnya terlebih dahulu ke server cloud.
Langkah ini dinilai menarik karena dapat menjadi alternatif bagi pengguna yang memiliki keterbatasan kapasitas penyimpanan cloud atau ingin melakukan pencadangan data dengan lebih cepat. Di sisi lain, Google belum mengumumkan kapan fitur tersebut akan tersedia secara resmi untuk publik.
Baca Juga: Spesifikasi itel POWER 80, Kameranya Bisa Rekam Video di Dalam Air
Integrasi dengan Quick Share di Windows

Dari informasi yang muncul, fitur backup ini akan memanfaatkan aplikasi Quick Share di Windows. Pengguna nantinya perlu mengaktifkan Quick Share pada PC dan memastikan perangkat Android serta komputer menggunakan akun Google yang sama.
Selain itu, pengguna juga disebut dapat memilih foto dan video tertentu yang ingin dicadangkan ke komputer. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas lebih dibandingkan backup otomatis yang biasanya langsung menyimpan seluruh data ke layanan cloud.
Meski terdengar sederhana, integrasi ini berpotensi memperluas fungsi Quick Share yang selama ini lebih dikenal sebagai sarana berbagi file antar perangkat Android dan Windows. Jika terealisasi, Quick Share bisa menjadi pusat pengelolaan data yang lebih lengkap bagi pengguna ekosistem Google.
Samsung Disebut Tidak Didukung
Menariknya, halaman informasi tersebut juga menyebutkan bahwa perangkat Samsung tidak akan mendukung fitur backup baru ini. Belum ada penjelasan resmi dari Google mengenai alasan di balik pengecualian tersebut.
Namun sejumlah pihak menduga keputusan itu berkaitan dengan keberadaan aplikasi Smart Switch milik Samsung yang sudah menawarkan berbagai fitur pencadangan dan migrasi data. Meski demikian, Smart Switch saat ini belum menyediakan mekanisme backup otomatis ke PC melalui jaringan Wi-Fi seperti yang sedang dikembangkan Google.
Jika fitur ini benar-benar dirilis, pengguna Android non-Samsung berpotensi mendapatkan opsi pencadangan tambahan yang lebih praktis. Meski begitu, karena masih berada dalam tahap pengembangan dan belum diumumkan secara resmi, sejumlah detail seperti kompatibilitas perangkat, kapasitas penyimpanan, maupun jadwal peluncurannya masih perlu menunggu konfirmasi lebih lanjut dari Google.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

