Fujifilm Instax Mini Evo, Kamera Retro Fitur Modern Harga Rp2 Jutaan

Jakarta, Gizmologi – Meski lebih banyak orang bisa ambil foto dari sebuah smartphone, pasar kamera retro yang bisa cetak hasil tangkapan dalam bentuk kertas fisik masih ada sampai saat ini. Maka tak heran bila Instax Mini Evo baru saja dirilis oleh Fujifilm, namun dengan sedikit sentuhan modern.

Seri Instax sendiri cukup populer terutama pada kalangan remaja. Meski hasilnya mungkin tidak sebaik kamera smartphone, hasil cetak dari kamera Fujifilm Instax punya nilai tersendiri. Karena kemudian bisa diletakkan di sudut ruangan atau disimpan sebagai kenang-kenangan dalam bentuk fisik. Untuk momen yang lebih spesial dan perlu diingat.

Seri Instax sendiri rilis dalam banyak jenis harga, dan Instax Mini Evo menjadi seri flagship terbarunya, mengusung desain klasik serta kombinasi hingga 100 efek yang bisa dipilih. Perangkat ini tergolong kompak dengan bobot kurang dari 300 gram, dan sudah bisa cetak foto secara langsung. Bahkan berfungsi dobel seperti alat pencetak foto.

Baca juga: Fujifilm Instax Mini 40, Kamera Bergaya Retro dengan Mode Selfie

Spesifikasi Kamera Instax Mini Evo

Fujifilm Instax Mini Evo

Desain klasik yang dimiliki oleh Fujifilm Instax Mini Evo Hybrid berikan kemampuan pengguna amatir untuk merasakan bagaimana menggenggam kamera premium. Selain tombol power, ada Lens Dial untuk mengganti efek lensa, plus Film Dial yang masing-masing berikan pilihan 10 efek—total mampu berikan kombinasi 100 efek berbeda. Kemudian ada Print Lever untuk mengeluarkan kertas cetak.

Sensor kameranya sendiri berukuran cukup kecil di 1/5 inci, dengan resolusi maksimum 5MP dan diafragma cukup lebar di f/2.0. Jarak fokus otomatisnya mulai dari 10cm hingga tak terbatas, dengan shutter speed dan ISO yang otomatis, sehingga tak perlu khawatir under atau over-exposure.

Fujifilm Instax Mini Evo

Lampu kilat bawaannya diklaim efektif untuk jarak 1,5 meter, sementara timer pada Fujifilm Instax Mini Evo bisa diatur mulai 2 detik sampai 10 detik. Pada bagian belakangnya, ada layar 3 inci TFT, sementara bagi mereka yang ingin lakukan swafoto, disediakan kaca kecil dekat lensa kameranya. Pilihan penyimpanannya sendiri cukup fleksibel.

Memori internal Fujifilm Instax Mini Evo sendiri cukup untuk simpan sekitar 45 foto. Jika dirasa kurang, slot kartu microSD bisa simpan hingga 850 foto per 1 GB, mengingat resolusi foto tak terlalu tinggi. Kehadiran kartu memori cukup krusial, karena perangkat ini bisa simpan foto yang sudah diambil, maupun dari perangkat lain seperti smartphone.

Bisa Kirim Gambar dari & Ke Smartphone

Fujifilm Instax Mini Evo

Ya, dengan dukungan konektivitas nirkabel, pengguna bisa sambungkan Instax Mini Evo ke smartphone mereka lewat aplikasi khusus. Selain bisa kirimkan hasil tangkapan dari kamera (dengan pilihan frame), pengguna juga bisa cetak foto yang ditangkap dari smartphone ke perangkat untuk kemudian dicetak langsung. Beri sentuhan klasik dan modern sekaligus.

Butuh waktu sekitar 17 detik untuk mencetak foto langsung dari Instax Mini Evo. Sementara baterainya sendiri sanggup untuk cetak hingga 100 foto, dan dapat diisi daya lewat kabel micro USB dengan waktu pengisian sekitar 2-3 jam. Ya, sayangnya belum pakai protokol yang lebih modern seperti USB-C.

Fujifilm Instax Mini Evo bakal mulai dipasarkan pada Februari 2022, dengan harga USD200 atau sekitar Rp2,8 jutaan. Selain kamera, juga diluncurkan film instan terbaru Instax Mini Stone Gray, dibanderol USD15 (Rp214 ribuan) berisi 10 lembar.

Tinggalkan komen