alexa

Huawei P50 Series Resmi Diluncurkan, Bawa Kamera 200x Zoom Tanpa Dukungan 5G

Shenzhen, Gizmologi – Biasanya, dari tahun ke tahun Huawei selalu persiapkan flagship baru pada kuartal pertama yang membawa teknologi kamera terbaru. Namun tahun ini sedikit berbeda, karena Huawei P50 Series baru saja diluncurkan, memasuki awal semester kedua 2021. Spesifikasinya kali ini bisa dibilang cukup unik.

Teknologi layar terbaik, kamera yang ditingkatkan serta chipset terbaik tentu dimiliki oleh Huawei P50 & P50 Pro—ya, tak ada seri Pro+ tahun ini. Namun yang membuat unik, semua varian yang hadir hanya mendukung jaringan 4G saja. Ini dikarenakan isu dagang yang saat ini dialami pihak Huawei dengan negara Amerika Serikat.

Alhasil, meski Huawei P50 Pro hadir dalam dua pilihan cip, keduanya sama-sama tak bakal tangkap jaringan 5G (meski secara teknologi sudah mampu). Bila Gizmo friends tak anggap hal tersebut penting, maka smartphone ini hadir dengan kemasan yang menarik.

Baca juga: Intip Spesifikasi Huawei MatePad 11, Bakal Hadir Resmi di Indonesia

Berbeda dari semua seri flagship sebelumnya, bodi belakangnya kini usung desain Dual Matrix Camera. Di dalamnya terdapat beberapa sensor serta LED flash—Huawei mengatakan bila desain ini melambangkan kemampuan kameranya yang tak terbatas.

Spesifikasi Huawei P50 Pro, Hadir dengan Dua Chipset

Huawei P50 Pro

Jadi penawaran yang terbaik, Huawei P50 Pro tampil dalam beberapa opsi warna. Termasuk Collector’s Edition yang tampil gelap, gunakan material kaca nano-crystalline lebih kokoh, diklaim 5 kali lebih tahan jatuh.

Bagian depan smartphone ini didominasi layar minim tepian dengan panel 6,6 inci curved OLED. Resolusinya sedikit melebihi full HD, mendukung refresh rate 120Hz, touch sampling rate 300Hz serta cakupan 1 milyar warna. Setup kamera depannya dibuat sederhana, hanya ada satu sensor 13MP di tengah.

Khusus varian Pro, tersedia dua opsi chipset yang berbeda; Kirin 9000 dan Snapdragon 888 dengan modem 4G. Pilihan RAM tersedia sampai 12GB, dengan penyimpanan internal 512GB yang bisa diekspansi lewat kartu memori sampai 256GB, meski jenisnya khusus alias NM card.

Huawei P50 Pro

Nilai jual utamanya tentu ada di kameranya, Huawei P50 Pro punya dua sensor besar; 50MP f/1.8 RGB dengan OIS sebagai sensor utama dan 40MP f/1.6 hitam putih, diklaim bisa tangkap foto dengan ketajaman fenomenal. Sensor ultra-wide 13MP f/2.2 dilengkapi autofokus dengan jarak terdekat 2,5cm untuk objek kecil.

Sensor periskop pada P50 Pro juga punya resolusi tinggi 64MP f/3.5 dengan OIS. Berikan perbesaran optik sekitar 3,9 kali, maksimum zoom-nya bisa mencapai 200x. Yang membantu tingkatkan kualitas foto adalah cip XD Fusion Pro, gandakan jumlah tangkapan cahaya dari P40 Pro dan tingkatkan dynamic range sampai 28%.

Sayangnya, opsi perekaman videonya hanya mentok di 4K saja. Sementara baterai 4,360 mAh yang diusungnya mendukung 66W fast charging, 50W wireless charging dan reverse wireless charging.

Huawei P50 Tetap Punya Sensor Periskop

Huawei P50

Untuk opsi yang lebih terjangkau, Huawei P50 juga membawa spesifikasi yang tak kalah mentereng. Pada bagian layar, yang berbeda hanyalah permukaan yang flat (dengan dimensi 0,1 inci lebih kecil) serta refresh rate maksimum 90Hz. Pilihan chipset hanya Snapdragon 888, dan baterai 4,100 mAh tak mendukung wireless charging.

Meski terlihat ada empat, satu sensor di belakang Huawei P50 hanyalah laser autofocus. Sensor utama dan ultra-wide punya resolusi dan diafragma sama persis. Sementara sensor ketiga adalah periskop 12MP f/3.4 OIS yang berikan 5x optical zoom.

Kedua Huawei P50 series sama-sama dilengkapi dengan setup speaker stereo, sertifikasi IP68, dan menjalankan sistem operasi terbaru dari Huawei yaitu HarmonyOS 2.

Dalam peluncurannya, baru Huawei P50 Pro varian 8GB saja yang mulai dijual secara pre-order dalam waktu dekat. Harga varian 8/128GB dibanderol CNY5,999 atau Rp13,4 jutaan. Sementara untuk versi 12GB baru akan dijual mulai September, mencapai CNY7,999 (Rp17,8 jutaan) untuk model 12/512GB.

Sementara untuk Huawei P50 standar, harga masing-masing CNY4,499 (Rp10 jutaan) & CNY 4,999 (Rp11 jutaan) untuk memori 128GB & 256GB. Belum ada informasi terkait kehadirannya di Indonesia, semoga tak perlu menunggu waktu lama ya.

Tinggalkan komen