Smartwatch Amazfit GTR 3 Series & GTS 3 Diresmikan, Baterai Hingga 35 Hari

Jakarta, Gizmologi – Hadir secara resmi di Indonesia, smartwatch atau jam tangan pintar Amazfit awalnya identik dengan Xiaomi. Wajar saja, mengingat salah satu serinya dijual resmi di Xiaomi Store. Kini diperkenalkan Amazfit GTR 3 Pro, GTS 3 & GTS 3 untuk pasar global.

Ya, kalau seri Bip awal-awal hadir hanya untuk berikan opsi smartwatch terjangkau, kali ini ketiganya punya kelas lebih tinggi, tampil premium dengan beragam peningkatan pada sektor fitur sampai daya tahan baterainya. Ini adalah generasi ketiga, di mana jumlahnya bertambah satu dengan adanya varian Amazfit GTR 3 Pro.

Sejatinya masing-masing membawa inti fitur nan fungsi yang sama—selain sebagai penunjuk waktu tentunya, juga mengusung sistem operasi rancangan sendiri, berikan banyak pilihan watch face sampai fitur kesehatan terkini yang sudah wajib hukumnya dimiliki sebuah smartwatch. Perbedaannya tentu saja varian Pro yang jadi lini tertinggi, dengan dimensi fisik paling besar.

Baca juga: Amazfit PowerBuds Pro Punya Sensor Detak Jantung Terintegrasi, Harga Rp2 Jutaan

Spesifikasi Amazfit GTR 3 & GTR 3 Pro

Amazfit GTR 3

Tak hanya satu varian saja, tahun 2021 disiapkan dua seri Amazfit GTR 3 dan GTR 3 Pro. Varian Pro hadir menggunakan material bodi aluminium yang sekelas pesawat terbang, namun tetap ringan di 32 gram saja. Ada dua versi yang dihadirkan; Brown Leather dengan bodi cerah, serta Infinite Black (TPU) dengan bodi gelap.

Layarnya berdimensi 1,45 inci, dengan kerapatan piksel tinggi (331 ppi) dan kecerahan maksimum 1,000 nits. Memiliki kaca lengkung di seluruh sisinya, bezelnya dibuat lebih tipis, sehingga dimensinya sama seperti varian non-Pro yang punya layar 1,39 inci. Untuk kustomisasi, ada lebih dari 150 watch face dengan AOD versinya masing-masing.

Amazfit GTR 3 GTS 3

Dua tombol di sebelah kanan bodi Amazfit GTR 3 Pro juga punya fungsi lebih, karena tombol atas merupakan crown yang dapat diputar untuk bernavigasi. Amazfit juga perkenalkan Zepp OS terbaru, serupa Wear OS dan bisa integrasi data kesehatan ke beragam platform. Termasuk Apple Health, Google Fit, Strava, Relive, RunKeeper dan lainnya.

Untuk fitur kesehatan, Amazfit GTR 3 Pro bisa mendeteksi lebih dari 150 jenis olahraga, tahan air sampai 5 ATM, serta bisa deteksi detak jantung plus kadar oksigen dalam darah 24/7. Untuk cek SpO2, hanya memerlukan waktu 15 detik, alias setengahnya dari generasi sebelumnya.

Dan untuk daya tahan baterai, penggunaan kombinasi diklaim bisa sampai 12 hari, 35 jam dengan GPS terus menerus, atau 30 hari lewat mode hemat daya. Ingin lebih hemat? Amazfit GTR 3 standar punya masing-masing waktu 21 hari, 35 jam dan 35 hari.

Amazfit GTS 3 Punya Layar Paling Besar

Amazfit GTS 3

Selain versi layar membulat, Amazfit GTS 3 hadir sebagai penerus generasi-generasi sebelumnya dengan tampilan yang lebih mirip Apple Watch. Dimensi layarnya meningkat dan jadi yang paling besar—1,75 inci dengan tingkat kerapatan piksel dan kecerahan yang sama.

Bobotnya sendiri hanya 24,4 gram, dengan ketebalan 8,8mm (kecuali modul detak jantung yang sedikit menyembul ke bawah). Karena lebih tipis dan layar lebih besar, daya tahan baterainya tak sehemat dua opsi lain; 12 hari kombinasi, 20 jam GPS kontinyu, serta 24 hari dengan Battery Saver.

Perbedaan lain yang hanya ada di Amazfit GTR 3 Pro, adalah adanya loudspeaker untuk panggilan langsung dari jam tangan, serta penyimpanan internal sekitar 2GB untuk menyimpan musik. Sisanya kurang lebih sama.

Diluncurkan mulai hari ini, Amazfit GTR 3 Series & GTS 3 bakal tersedia di beragam negara, mulai dari Amerika Serikat, Inggris, Italy, Spanyol, Perancis dan China terlebih dahulu. Untuk harganya sendiri, tentu GTR 3 Pro jadi yang paling mahal, dibanderol USD230 alias Rp3,4 jutaan.

Sementara untuk Amazfit GTR 3 & GTS 3, harganya dibuat sama, yaitu USD180 (Rp2,5 jutaan). Melihat track record ketersediaan perangkat Amazfit di Indonesia, besar kemungkinan ketiganya bakal tersedia dalam waktu yang tidak lama lagi.

Tinggalkan komen