alexa

8 Hal yang Harus Diperhatikan Jika Kamu Ingin Berkarir Sebagai Data Scientist

Era digital membuka peluang berbagai jenis profesi atau pekerjaan baru yang sebelumnya tidak ada. Bagi yang aktif di media sosial, bisa jadi kreator konten. Sementara yang berkecimpung di dunia IT, data scientist adalah salah satu posisi yang beberapa tahun belakangan ini banyak dicari di dunia kerja.

Terlebih, di era di mana produksi data begitu masif, posisi Data Scientist semakin diperlukan oleh perusahaan. Secara garis besar, data scientist adalah sebuah profesi yang mengolah data dengan metode ilmiah untuk menghasilkan informasi yang akurat dan bernilai tinggi sehingga dapat membantu pengambilan keputusan.

Seorang data scientist harus menguasai ilmu multi disiplin, yaitu matematika statistik, ilmu komputer, dan pengetahuan terhadap salah satu domain tertentu. Dalam era Transformasi Digital saat ini, ilmu data science sangat dibutuhkan, diantaranya adalah dalam bisnis ritel, bisnis distribusi, kedokteran dan masih banyak lini bisnis lainnya.

Baca juga: 5 Alasan Pentingnya Siswa Belajar Coding dan Programming Sejak Dini

Data scientist ilustrasi
Foto: Unsplash / kevin-ku

Nah, buat kamu yang mau melamar posisi Data Scientist, ada beberapa hal yang patut kamu perhatikan dalam menyusun daftar riwayat hidup atau CV. Bisa dibilang, CV ini sangat penting karena menjadi medium pertama yang diharapkan dapat memunculkan kesan positif di mata perusahaan.

“Menurut pengalaman saya memeriksa ratusan CV untuk posisi Data Scientist, saya masih cukup sering melihat kesalahan-kesalahan sepele,” kata Adityo Sanjaya, CEO di Pacmann AI, tech startup yang bergerak di bidang Data Science.

Pria yang akrab disapa Adit itu menyebut sebisa mungkin kandidat harus membuat CV yang impresif karena satu posisi Data Scientist itu bisa diincar oleh ratusan pelamar.

“Salah satu kesalahan elementer itu seperti project. Mestinya kandidat cantumkan tautan ke Github project dia sebagai bukti bahwa dia memang pernah mengerjakan proyek itu. Namun nyatanya, saya masih sering menemukan CV yang project-nya enggak bisa dilihat,” kata Adit menegaskan.

Oleh karena itu, pria yang menekuni Data Science dan Machine Learning sejak tahun 2015 itu pun membagikan beberapa trik buat kamu yang berencana melamar posisi Data Scientist.

1. Cantumkan pengalaman sebagai Data Scientist

Perusahaan tentunya lebih tertarik kepada kandidat yang memiliki pengalaman sebagai Data Scientist. Namun, kadang sebagian perusahaan juga mempertimbangkan beberapa istilah lainnya seperti Research Scientist, Machine Learning Engineer, dan sebagainya.

Maka dari itu, bila Data Science termasuk ke dalam salah satu job description kamu di posisi sebelumnya, akan lebih baik bagi kamu untuk menuliskan pengalaman Data Scientist kamu di CV, meski titel posisi kamu secara resmi bukan Data Scientist.

Trik ini juga berguna untuk menghindari istilah-istilah tidak umum yang dapat menimbulkan kerancuan dan perusahaan boleh jadi tidak sadar bahwa job description kamu di posisi sebelumnya sebenarnya berkaitan dengan Data Science.

2. Cantumkan project

Sebagai alternatif bila kamu belum memiliki pengalaman kerja sebagai Data Scientist, kamu dapat mencantumkan project apa yang pernah kamu garap. Jelaskan project itu secara padat dan ringkas, mulai dari tujuan hingga peran dan atau kontribusi kamu di project itu.

Kalau kamu pernah mengerjakan beberapa project, sebaiknya kamu cantumkan 2 hingga 3 project terbaik saja. Di sini berlaku prinsip quality over quantity.

Lantas, bagaimana kalau belum pernah mengerjakan project apa pun? Tenang, kamu bisa coba kompetisi atau project di Kaggle. Jangan lupa menyertakan tautan ke GitHub dan Kaggle dari project yang dikerjakan agar memudahkan perusahaan memverifikasi pengalamanmu.

Jika memiliki pengalaman magang, kamu juga dapat menambahkan itu ke CV. Jangan lupa juga jelaskan secara padat dan ringkas mengenai peran kamu jalankan karena ini dapat menjadi nilai tambah di mata perusahaan.

Microsoft Surface Laptop 4

3. Tuliskan pencapaian dari segi bisnis

Berikutnya, kamu dapat mempertimbangkan untuk menulis pencapaian project yang dikerjakan dari segi bisnis. Sebagai contoh, alih-alih mendeskripsikan “model saya memiliki tingkat akurasi 5 persen lebih tinggi daripada model lainnya”, kamu dapat menjelaskan “model saya membantu meningkatkan pendapatan perusahaan hingga 5 persen’. Toh, pada akhirnya perusahan mencari kandidat yang dapat menguntungkan bisnis atau perusahaannya.

4. Tuliskan jenis Machine Learning yang kamu kuasai

Walaupun hal ini akan dapat tercermin langsung dari deskripsi project yang kamu kerjakan, tidak ada salahnya kalau kamu mau menuliskan juga jenis-jenis Machine Learning yang kamu kuasai.

Misalnya, kamu dapat menuliskan apakah kamu lebih berfokus pada Machine Learning klasik atau Deep Learning. Di sini penting juga untuk mencoba meyakinkan perusahaan bahwa kamu memiliki cakupan pemahaman yang luas, sehingga kemampuanmu tidak terbatas pada satu hal spesifik.

5. Jelaskan tools yang kamu kuasai

Ada banyak tools yang dapat menunjang pekerjaan seorang Data Scientist, misalnya library untuk Data Wrangling, library untuk Data Visualization, dan sebagainya. Bagi perusahaan, tools tersebut dapat menjadi sumber informasi untuk mengetahui:

  • Apakah tools ini terhitung masih “baru”–untuk melihat apakah kandidat up-to-date dengan perkembangan terkini dan belajar hal-hal baru
  • Keragaman tools yang dipakai kandidat–untuk melihat apakah kandidat cenderung punya preferensi tools tertentu atau familiar dengan beragam tools secara umum
  • Kesesuaian dengan tools yang dipakai perusahaan–untuk melihat bagaimana perusahaan harus dapat memberikan pelatihan memadai, jika kandidat belum menguasai tools itu

6. Perhatikan desain dan tata letak CV

Perlu kamu tahu, posisi yang kamu incar boleh jadi dilamar oleh banyak Data Scientist lainnya. Jadi, upayakan sebisa mungkin kamu menyusun CV dengan desain dan tata letak yang tepat. Sebaiknya CV kamu tidak melebihi dua halaman.

7. Buatlah ringkasan tentang diri kamu

Kamu dapat menuliskan ringkasan informasi mengenai diri kamu dalam satu paragraf di halaman pertama agar dapat langsung terbaca oleh perusahaan.

Hindari menjelaskan keterampilan yang dikuasai dalam bentuk daftar polosan. Kamu dapat mendeskripsikan keterampilan itu dengan kalimat lebih menarik. Contohnya, alih-alih menuliskan “kemampuan komunikasi yang baik”, kamu dapat mencantumkan “berpengalaman dalam bekerja sama dalam tim dari latar belakang pendidikan yang beragam”.

8. Jangan ada salah ketik!

Baca ulang CV sebelum dikirimkan. Kamu harus memastikan tidak ada kekeliruan tata bahasa atau salah ketik. Kesalahan kecil ini dapat mengindikasikan sifat lalai.

Selain membaca sendiri, cobalah meminta bantuan orang lain untuk membaca CV kamu. Bisa teman, saudara, atau lebih bagus lagi orang berpengalaman yang dapat menjadi mentor dan memberi masukan.

“Poin-poin tersebut di atas, dibahas juga di sesi career coaching untuk Non-Degree Program yang kami tawarkan di Pacmann AI. Program ini kami harap dapat membantu siswa kami meniti karier sebagai Data Scientist. Jadi, siswa punya mentor sebagai rekan diskusi yang dapat memberi masukan untuk proses rekrutmen,” ujar Adit menutup pernyataannya.

Tinggalkan komen