Jakarta, Gizmologi – Alibaba kembali memperluas ambisinya di ranah AI kreatif lewat peluncuran Wan2.7 Image dan Wan2.7-Video. Keduanya dirancang untuk menjawab kebutuhan kreator yang kini tak hanya membuat aset visual secara terpisah, tetapi juga ingin membangun narasi utuh dalam satu alur kerja.
Lewat pembaruan ini, Alibaba mencoba mendorong AI dari sekadar alat bantu menjadi sistem produksi kreatif end-to-end. Artinya, pengguna bisa berpindah dari ide awal hingga hasil akhir tanpa harus berpindah platform atau tools secara berulang.
Namun seperti banyak inovasi AI lainnya, pendekatan ini juga memunculkan pertanyaan baru. Seberapa jauh kontrol kreatif tetap berada di tangan manusia, dan apakah hasilnya benar-benar konsisten dalam skenario penggunaan nyata?
Baca Juga: Instagram Akhirnya Hadirkan Fitur Edit Komentar, Tapi Ada Batasan Waktu
Wan2.7 Image: Jawab Masalah Visual AI yang Terlalu Generik

Model Wan2.7 Image hadir sebagai solusi atas keluhan klasik AI image generator, mulai dari hasil yang terasa seragam hingga warna yang tidak konsisten. Alibaba mengklaim model ini mampu menghasilkan visual yang lebih personal dan presisi, bahkan hingga ke detail seperti struktur wajah dan proporsi warna.
Fitur seperti pengaturan color palette berbasis kode hingga dukungan multi-image input memperlihatkan arah yang lebih serius ke kebutuhan profesional. Bahkan, kemampuan rendering teks hingga 3.000 token dalam 12 bahasa membuka peluang penggunaan di ranah akademik maupun bisnis.

Meski demikian, kompleksitas fitur ini juga bisa menjadi tantangan tersendiri. Bagi pengguna kasual, kontrol yang terlalu granular justru berpotensi memperlambat workflow. Belum lagi soal konsistensi hasil, yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi banyak model generatif.
Wan2.7-Video: Dari Klip Singkat ke Produksi Naratif
Jika Wan2.7 Image fokus pada visual statis, Wan2.7-Video membawa ambisi lebih besar: mengubah kreator menjadi “sutradara” berbasis AI. Model ini mendukung berbagai skenario mulai dari text-to-video hingga video editing dalam satu sistem terintegrasi.
Kemampuan menjaga konsistensi karakter, pencahayaan, hingga alur cerita menjadi salah satu highlight utama. Bahkan, pengguna bisa menghasilkan storyboard lengkap hanya dari satu prompt, lengkap dengan transisi dan pergerakan kamera.
Namun di balik itu, batasan durasi 2 hingga 15 detik menunjukkan bahwa teknologi ini masih berada di tahap awal untuk produksi video panjang. Selain itu, kebutuhan komputasi dan integrasi API kemungkinan besar akan lebih relevan untuk skala industri dibanding kreator individu.
Dengan Wan2.7, Alibaba jelas ingin membangun ekosistem kreatif AI yang terintegrasi. Tinggal bagaimana teknologi ini bisa benar-benar diadopsi secara luas tanpa mengorbankan fleksibilitas dan kontrol kreatif pengguna.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



