Ribuan pelari meramaikan Amartha 10X Run 2026 yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 6 September 2026. Mengusung tema #WeGoBeyond, ajang ini menghadirkan kategori 10K dan Half Marathon dengan rute yang melewati sejumlah ikon Jakarta, termasuk kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Berbeda dari lomba lari yang biasanya berfokus pada catatan waktu dan pencapaian jarak, Amartha mencoba memperpanjang pengalaman peserta hingga ke area race village. Setelah melewati garis finis, pelari dapat beristirahat, menikmati makanan dan minuman, mengikuti permainan, hingga melihat langsung produk dari pelaku UMKM binaan Amartha.
Konsep tersebut sekaligus menjadi cara Amartha menghubungkan kegiatan olahraga dengan pemberdayaan ekonomi. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa meningkatnya minat terhadap olahraga lari dapat ikut menggerakkan ekonomi lokal, termasuk UMKM dan sektor akomodasi. Meski begitu, dampak ekonomi dari sebuah event tentu tidak hanya bergantung pada jumlah peserta, tetapi juga seberapa besar aktivitas tersebut mampu melibatkan pelaku usaha secara berkelanjutan.
Baca Juga: Amartha 10X Run Kembali Hadir, Hadiahnya Rp200 Juta Loh!
Dari Water Station sampai Bawa Pulang Ikan Cupang

Pengalaman peserta bahkan sudah dimulai sebelum mencapai garis finis. Sejumlah water station di sepanjang lintasan tidak hanya menyediakan air minum, tetapi juga kudapan dari berbagai merek pendukung, seperti nugget HATO, permen Yupi, keju Perfetto, bagel, ayam goreng, dan jus jeruk. Bagi pelari, kehadiran makanan ringan ini menjadi tambahan energi sekaligus membuat pengalaman di lintasan terasa berbeda dari race pada umumnya.
Setelah finis, peserta diarahkan menuju race village yang mengusung konsep suasana perdesaan. Di sini tersedia berbagai permainan dan aktivitas, termasuk kesempatan membawa pulang ikan cupang, buah, serta sayur-mayur. Konsep tersebut memang terdengar sederhana, tetapi menjadi pembeda karena peserta tidak hanya memperoleh medali dan perlengkapan race, melainkan juga pengalaman yang lebih interaktif setelah berlari.
UMKM Jadi Bagian dari Pengalaman

Salah satu bagian yang cukup menonjol adalah Pasar Amartha yang menghadirkan produk dari UMKM mitra. Salah satunya Ibu Iyus dari Cirebon, Jawa Barat, yang mengembangkan usaha teh herbal aromatik berbahan tanaman obat seperti daun pecah beling dan kumis kucing sejak 2024. Kehadirannya memberikan ruang bagi pelaku usaha dari daerah untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat Jakarta.
Menurut Ibu Iyus, pembiayaan dan pendampingan dari Amartha membantu pengembangan usahanya, termasuk melalui kesempatan mengikuti bazar dan pameran. Namun, nilai utama kegiatan semacam ini pada akhirnya bukan hanya soal eksposur dalam satu event. Tantangannya adalah memastikan interaksi dengan peserta dapat berlanjut menjadi pelanggan dan peluang pasar baru bagi UMKM setelah acara selesai.
Melalui Amartha 10X Run 2026, olahraga diposisikan sebagai pintu masuk menuju pengalaman yang lebih luas, mulai dari kuliner hingga aktivitas ekonomi. Konsep ini membuat race tidak berhenti ketika peserta melewati garis finis, meski efektivitasnya sebagai sarana pemberdayaan UMKM tetap akan bergantung pada keberlanjutan dukungan setelah acara berakhir.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

