Jakarta, Gizmologi – Bosch Indonesia bersama dengan GAIKINDO mengajak pengunjung GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 menambah pengetahuan soal edukasi keselamatan kendaraan. Edukasi ini diberikan karena melihat adanya babak baru dalam industri otomotif.
Persaingan para brand otomotif saat ini berfokus bagaimana kendaraan mengenali risiko dan membantu mencegah kecelakaan mulai menjadi faktor pembeda. Keselamatan berkendaraa juga menjadi salah satu pesan di GIIAS 2026.
Tema GIIAS 2026 ialah Eye of the Future, menempatkan inovasi kendaraan sebagai penggerak utama masa depan mobilitas. Bagi GAIKINDO, kemajuan kendaraan tidak lagi hanya diukur dari kecanggihan teknologinya, tetapi juga dari kemampuannya membantu melindungi pengemudi dan pengguna jalan.
Baca Juga: Deretan Inovasi Bosch berbasis Perangkat Lunak di Mobility Live Indonesia 2025
GAIKINDO Buktikan Inovasi Teknologi Otomotif Bersama dengan Bosch

Ardhana Wiranata, Vice Compartment Future Automotive Technology & Renewable Energy GAIKINDO mengatakan perkembangan industri otomotif kini tidak lagi hanya diukur dari peningkatan performa dan efisiensi kendaraan. Menurutnya, kemampuan kendaraan untuk membantu mengurangi risiko kecelakaan akan menjadi ukuran penting dalam perkembangan industri ke depan.
“Perkembangan teknologi terus mendorong budaya berkendara yang semakin aman, nyaman, dan efisien. Karena itu, tantangan industri ke depan bukan hanya menghadirkan teknologi yang semakin canggih, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” ujarnya.
GAIKINDO bersama Bosch Indonesia menggambarkan perkembangan tersebut ke dalam Booth Safety & Advanced Technology di GIIAS 2026. Di area ini, pengunjung dapat melihat bagaimana berbagai teknologi keselamatan bekerja sebagai satu sistem untuk membantu pengemudi mengenali risiko dan merespons situasi berbahaya.
Risiko di jalan muncul dalam hitungan detik. Kendaraan di depan dapat mengerem mendadak, pejalan kaki tiba-tiba menyeberang, atau sepeda motor muncul dari titik buta. Dalam kondisi seperti itu, yang menentukan bukan lagi sekadar refleks pengemudi, tetapi juga seberapa cepat kendaraan mampu mengenali risiko dan memberikan bantuan yang tepat.

“Perkembangan teknologi keselamatan bukan lagi sekadar tentang menambah fitur pada kendaraan. Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi dapat memberikan dukungan yang tepat pada situasi yang tepat, terutama ketika kondisi berkendara dan interaksi antar pengguna jalan semakin kompleks,” ungkap Director of Mobility Solution Bosch Indonesia, Bernard Simanjuntak.
Bosch menjelaskan proses tersebut melalui tiga tahapan yang saling terhubung yaitu Sense, Think, dan Act. Sense memiliki arti sebagai mata, yang dimana pandangan pengemudi tidak selalu mampu menjangkau seluruh area di sekitar kendaraan.
Dalam kondisi ini, Multi-Purpose Camera membantu mengenali marka dan pengguna jalan lain, Radar Sensor mengukur jarak serta kecepatan objek, sementara Ultrasonic Sensor mendeteksi benda dalam jarak dekat. Ketiganya bekerja layaknya mata tambahan yang terus membaca lingkungan sekitar.
Lalu think, merupakan otak yang bekerja membaca risiko dan act untuk refleks. Melalui rangkaian proses tersebut, sistem keselamatan modern tidak lagi hanya dirancang untuk mengurangi dampak kecelakaan, tetapi juga membantu pengemudi mengantisipasi risiko sejak lebih dini.

Semakin cepat risiko dikenali, semakin besar peluang kecelakaan dapat dihindari. Arah tersebut sejalan dengan upaya peningkatan keselamatan jalan di tingkat global maupun nasional.
Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Global Road Safety Target 5 mengatakan bahwa seluruh kendaraan memenuhi standar keselamatan yang lebih tinggi pada 2030. Di Indonesia, Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan juga menempatkan keselamatan kendaraan dan pengguna jalan sebagai dua dari lima pilar utama keselamatan jalan.
Selain edukasi, Bosch di GIIAS 2026 juga memperkenalkan solusi miliknya. Pada GIIAS 2026, Bosch juga mengajak masyarakat berkontribusi terhadap keselamatan di jalan melalui program sosial.
Setiap pembelian 1 pasang wiper BoschAdvantage dan Clear Advantage selama pameran akan dikonversikan menjadi donasi untuk mendukung peremajaan 100 unit ambulans di berbagai daerah di Indonesia. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Bosch untuk menghadirkan dampak nyata bagi keselamatan masyarakat, tidak hanya melalui inovasi teknologi, tetapi juga melalui kendaraan yang berperan penting dalam layanan kegawatdaruratan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

