Jakarta, Gizmologi – DJI, salah satunya bersama perangkat DJI FlyCart 100, pekan lalu (9/7) baru saja menyelesaikan sebuah misi penuh tantangan ke Gunung Gomolangma atau lebih dikenal sebagai Gunung Everest . Ada tiga misi yang dibawa ke lokasi gunung paling tinggi dunia itu, yakni: high-altitude delivery, mapping, dan atmospheric research. Selesainya misi sekaligus sebagai bukti pencapaian inovasi dari perangkat drone dan teknologi kamera yang selama ini terus dikembangkan perusahaan.
Berbagai misi tersebut melibatkan perangkat dari DJI seperti DJI FlyCart 100 baru untuk pengiriman, kemudian DJI Matrice 4E baru yang digunakan untuk pemetaan di Lereng Selatan, Nepal. Selain itu, ada juga DJI EV50, drone pengiriman eVTOL pertama dari DJI, mendukung pengiriman jarak jauh di ketinggian tinggi untuk penelitian kimia atmosfer di Lereng Utara, Tiongkok.
“Tim kami tetap berkomitmen untuk menjadikan gunung tertinggi di dunia ini lebih aman dan bersih bagi para Sherpa serta pendaki gunung dari seluruh penjuru dunia. Keberhasilan operasi terbaru kami ini menandai pencapaian yang membanggakan, dan kami berharap kolaborasi berkelanjutan kami dengan komunitas ilmiah akan semakin memajukan teknologi drone demi menyelamatkan nyawa dan mendukung upaya konservasi di seluruh dunia,” ujar ujar Christina Zhang, juru bicara DJI.
Pencapaian ini merupakan kelanjutan dari upaya DJI selama puluhan tahun untuk mendobrak batasan inovasi drone di gunung tertinggi di dunia. Pada tahun 2009, DJI menguji helikopter nirawak yang dilengkapi dengan sistem kendali penerbangan XP3.1, sebuah produk pengembangan internal perusahaan, di gunung tersebut. Setahun kemudian, sistem kendali penerbangan DJI Ace One berhasil beroperasi pada ketinggian di atas 4.700 meter. Pada tahun 2022, DJI Mavic 3 mencapai puncak dan merekam gambar drone pertama dari puncak setinggi 8.848,86 meter tersebut. Kemudian pada tahun 2024, DJI FlyCart 30 menyelesaikan uji coba pengiriman barang menggunakan drone yang pertama di dunia di gunung tersebut, yakni dari Base Camp menuju Camp 1 di Lereng Selatan.
Baca juga: DJI Gugat Insta360 di AS, Tuding Luna Ultra Salin Desain dan Teknologi Osmo Pocket
DJI FlyCart 100 Berhasil Mengangkut 10.073 kg Pasokan dan Limbah Gunung

Salah satu pencapaian menarik dilakukan oleh perangkat drone Flycart 100 yang berhasil mengangkat beban sampah dari gunung tersebut. Hal itu menjadi harapan bagi usaha menjaga kebersihan lingkungan, terutama di tempat yang sulit dilakukan oleh manusia dengan prosedur standar selama ini.
DJI FlyCart 100 sendiri merupakna drone pengiriman berkapasitas tinggi dan mampu mengangkut beban berat; drone ini dapat membawa muatan hingga 100 kg di ketinggian permukaan laut untuk jarak jauh sembari menawarkan efisiensi daya yang lebih baik. Melalui kemitraan dengan perusahaan drone lokal Nepal, Airlift, serangkaian uji coba dilakukan untuk mengevaluasi kinerja drone di ketinggian ekstrem, termasuk kapasitas muatan, jangkauan transmisi, akurasi pemosisian RTK, stabilitas sinyal, dan ketahanan baterai dalam suhu di bawah titik beku (-15° hingga 5°C). Muatan yang diangkut mencakup berbagai perlengkapan ekspedisi pendakian seperti tabung oksigen, tali, tangga, dan peralatan lainnya, yang diterbangkan antara Base Camp dan Camp 1.
Uji coba tahun ini menunjukkan kemampuan DJI FlyCart 100 untuk membawa beban hingga 47 kg sembari mencapai ketinggian uji coba lebih dari 6.300 meter. Secara keseluruhan, sebanyak 10.073 kg pasokan dan limbah diangkut antara Base Camp dan Camp 1; jumlah tersebut terdiri dari 7.215 kg pasokan pendakian dan 2.858 kg limbah yang diturunkan dari gunung.
Satu kali penerbangan (sekali jalan) DJI FlyCart 100 hanya memakan waktu delapan menit untuk diselesaikan. Sebagai perbandingan, biasanya para Sherpa harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki selama enam hingga delapan jam serta melintasi Khumbu Icefall yang berbahaya untuk melakukan pengiriman yang sama.
Perusahaan berkomitmen menggunakan perangkat DJI FlyCart 100 untuk mendukung tujuan jangka panjang komunitas pendaki Nepal untuk mengangkut sekitar 5.000 tabung oksigen setiap musim pendakian antara Base Camp dan Camp 1. Pada perjalanan kembali, DJI FlyCart 100 akan membantu mengangkut sekitar 10.000 kg limbah dari kamp-kamp di ketinggian lebih atas yang sebelumnya sulit dibersihkan. Rata-rata, setiap pendaki meninggalkan sekitar 8 kg sampah di gunung. Hal ini sejalan dengan upaya keberlanjutan Nepal yang lebih luas, termasuk Zero Waste Initiative 2027 dari Nepal Mountain Association.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

