Gizmologi.idGizmologi.id
  • NEWS
    NEWSShow More
    FLOQ
    Analisis FLOQ: Ekspansi Aset Digital Syariah Berpeluang Hadirkan Ragam Inovasi di Indonesia
    31 Oktober 2026 12:13
    canva craft 2
    Canva Craft: Inovasi Model AI Pembuat Gambar Canggih untuk Desainer di Seluruh Dunia
    31 Oktober 2026 10:23
    AMD
    Kemitraan Strategis AMD dan Meta Hadirkan Infrastruktur Berkinerja Tinggi untuk Era Superintelligence
    31 Oktober 2026 09:23
    Atlet Esports
    Atlet Esports Bergaji Besar, Dompet Tak Selalu Ikut Aman
    30 Oktober 2026 08:38
    Samsung Galaxy S26 Ultra Galaxy Upgrade Festival
    Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Ditebus Rp11,7 Juta Lewat Galaxy Upgrade Festival
    29 Oktober 2026 18:00
  • REVIEW
    REVIEWShow More
    Lenovo IdeaTab Plus
    Review Lenovo IdeaTab Plus: Tablet Rasa Laptop yang Nyaman dan Ringan
    Review Dune: Awakening
    Review Dune: Awakening, Arrakis Memikat tapi Bikin Penat
    The Blood of Dawnwalker
    Review Game The Blood of Dawnwalker: RPG Vampire dengan Konsep Waktu Unik
    ASUS ROG Azoth X
    Review ASUS ROG Azoth X: Keyboard Gaming Premium dengan Layar LCD, Nyaman Untuk Harian
    realme16ProHarryPotterEdition
    Review realme 16 Pro Harry Potter Edition: Ketika Dunia Hogwarts Masuk ke Smartphone
  • GADGET
    GADGETShow More
    Unboxing iPhone Duo
    Unboxing iPhone Duo, Smartphone Lipat Pertama Apple Harga Mulai Rp46 Jutaan
    30 Oktober 2026 19:55
    POCO X8 POCO C95 Pro
    POCO C95 Pro dan POCO X8 Resmi di Indonesia, Smartphone Gaming Terbaru Harga Mulai Rp3 Jutaan
    30 Oktober 2026 18:35
    Desain Galaxy Z Fold8
    Galaxy Z Fold8 Berbobot 201 Gram, Lebih Ringan dari iPhone Duo
    30 Oktober 2026 16:46
    Motorola Signature 27
    Motorola Signature 27 Meluncur 5 November, Andalkan Kamera 200MP dan Dukungan Update 7 Tahun
    30 Oktober 2026 12:15
    iPhone Air
    iPhone Air 2 Dirumorkan Bawa Dua Kamera 48 MP dan Chipset 2nm
    30 Oktober 2026 11:06
  • PC
    PCShow More
    GEEKOM Indocomtech 2026
    GEEKOM Ramaikan Indocomtech 2026, Pamerkan AI Mini PC A9 Mega Berperforma Andal Serta Laptop Super Ringan
    31 Oktober 2026 13:35
    MacBook Pro PROLED
    Apple Rilis MacBook Pro PROLED, Membawa Layar Sentuh dan Profil Lebih Ringan
    29 Oktober 2026 11:15
    Logitech MX Master 4
    Logitech MX Master 4 Developer Edition Hadir dengan Desain Khusus Programmer
    28 Oktober 2026 14:09
    Acer Nitro V15
    Acer Nitro V15 Bisa Jadi Pilihan Laptop untuk Kerja dan Kuliah
    28 Oktober 2026 11:40
    MacBook Pro M6
    MacBook Pro M6 Meluncur, Apple Tambah Tenaga untuk AI Lokal
    28 Oktober 2026 09:10
  • GAMES
  • AUTO
  • MORE
    • Speed Test
    • Gizmopedia
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Interview
    • Apps
    • Opini
    • Versus
    • Awards
    • PRNEWSWIRE
Mesin pencari
Quick Link
  • Home
    • Speed Test
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Insight
    • Gizmopedia
  • Awards
  • Networks
    • Gadgetdiva
    • Otodiva.id
    • Traveldiva.id
Reading: Game Indonesia Sumbang Rp 32,57 T, Studio Lokal Dapat Apa?
Share
Font ResizerAa
Gizmologi.idGizmologi.id
Font ResizerAa
  • News
  • Review
  • Gadget
  • Gizmoplay
  • Automotive
  • Gizmotalk Podcast
Mesin pencari
  • Home
    • Speed Test
    • Rekomendasi
    • Tips
    • Insight
    • Gizmopedia
  • Awards
  • Networks
    • Gadgetdiva
    • Otodiva.id
    • Traveldiva.id
Follow US
  • Home
  • Tentang Gizmologi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • PRNewswire

Home » Game Indonesia Sumbang Rp 32,57 T, Studio Lokal Dapat Apa?

GizmoplayNews

Game Indonesia Sumbang Rp 32,57 T, Studio Lokal Dapat Apa?

Yus Lianson
By
Yus Lianson - Editor | Content Creator
24 Oktober 2026 09:39
Share
5 Min Read
Peluncuran laporan industri game Asia Tenggara, termasuk industri game Indonesia oleh Access Partnership dan Tencent dalam WCCE 2026 di Jakarta.
Laporan Access Partnership atas penugasan Tencent memetakan kontribusi ekonomi dan peluang pertumbuhan industri game di lima negara Asia Tenggara. (Gizmologi/ Yuslianson)
SHARE
✨ Ikhtisar

Berdasarkan studi Access Partnership dan Tencent, industri game Indonesia diperkirakan menyumbang nilai tambah sebesar Rp 32,57 triliun dan mendukung sekitar 257.400 pekerjaan pada tahun 2025.

Dampak ekonomi yang luas ini tidak hanya berasal dari penjualan langsung, melainkan juga rantai pasok industri, perangkat keras, hingga ekosistem esports.

Studi ini menyoroti pentingnya akses pembiayaan, pengembangan kekayaan intelektual orisinal, dan penguatan talenta agar studio lokal dapat bersaing di kancah internasional.

Di masa depan, nilai tambah industri game nasional diproyeksikan mampu melonjak hingga USD 3,3 miliar pada tahun 2030 jika didukung kondisi pertumbuhan yang optimal.

Industri game Indonesia diperkirakan menyumbang nilai tambah USD 1,8 miliar atau sekitar Rp 32,57 triliun bagi perekonomian dan mendukung sekitar 257.400 pekerjaan pada 2025.

Angka tersebut tercantum dalam studi Access Partnership bersama Tencent yang dirilis di World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta. Laporan ini mengungkap tentang pembiayaan, pengembangan kekayaan intelektual (IP), serta talenta sebagai kebutuhan penting agar studio lokal dapat memperoleh manfaat ekonomi lebih besar.

Baca Juga: Kode Redeem Genshin Impact 23 Oktober 2026, Klaim Segera 300 Primogems Gratis

Contents
  • Kontribusi Ekonomi Game Indonesia Melampaui Penjualan
  • Proyeksi 2030 Bergantung pada Kondisi Industri
  • Tiga Kebutuhan untuk Memperkuat Studio Lokal

Temuan tersebut tertuang dalam white paper berjudul “The video game industry: Unlocking the next level of economic and social development in Southeast Asia”.

Tak hanya mengambil data dari Indonesia, Access Partnership juga mengumpulkan data-data industri game di negara Asia Tenggara lainnya, seperti Singapura, Filipina, Thailand, dan Malaysia. Cakupan penghitungan meliputi pengembangan dan penerbitan game, perangkat keras dan periferal, ritel, serta esports.

More Read

zero paredes
Zero Parades: Director’s Cut Hadir di Switch 2 pada 3 November 2026, Penerus Disco Elysium dengan Konten Baru
Inilah Jajaran Laptop Futuristis Asus ZenBook Duo
5 Hal Tentang UFL, Game Sepakbola Baru Penantang Seri FIFA!

Bagi Indonesia, peluang pertumbuhan tidak berhenti pada pasar pemain yang besar. Studi ini menyoroti kebutuhan untuk memperkuat kemampuan studio dalam membuat game, mengembangkan IP orisinal, dan membawa karya ke pasar internasional.

Kontribusi Ekonomi Game Indonesia Melampaui Penjualan

Game Indonesia
Industri game Indonesia mendukung 257.400 pekerjaan pada 2025. (Gizmologi. Yuslianson)

Berdasarkan laporan yang diungkap, pendapatan industri game Indonesia diperkirakan mencapai USD 1,3 miliar pada 2025. Angka itu berbeda dari kontribusi nilai tambah USD 1,8 miliar terhadap perekonomian.

Pendapatan menggambarkan pemasukan industri dalam cakupan studi. Sementara itu, kontribusi ekonomi memperhitungkan dampak langsung, tidak langsung melalui rantai pasok, dan terinduksi melalui belanja rumah tangga pekerja terkait.

Karena itu, sekitar 257.400 pekerjaan yang didukung ekosistem ini tidak dapat dibaca sebagai jumlah pegawai studio atau lowongan baru. Aktivitas ekonomi game juga melibatkan perangkat pendukung, jaringan penjualan, penyelenggaraan kompetisi, dan layanan terkait.

Laporan turut membahas jalur karier dalam desain, animasi, pemrograman, produksi siaran langsung, pemasaran, dan pembuatan konten. Pengaruh game terhadap IP, pariwisata, serta acara dibahas lebih luas, meski tidak seluruh bidang masuk ke penghitungan kuantitatif.

Proyeksi 2030 Bergantung pada Kondisi Industri

Game Indonesia
Access Partnership dan Tencent ungkap white paper berjudul “The video game industry: Unlocking the next level of economic and social development in Southeast Asia” di WECC 2026 di Jakarta, Kamis (21/10/2026). (Gizmologi/ Yuslianson)

Dalam skenario dasar atau business-as-usual, nilai tambah industri game Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar USD 2,8 miliar dan mendukung 416.600 pekerjaan pada 2030.

Jika pertumbuhan dipercepat melalui kondisi pendukung yang tepat, nilai tambah diproyeksikan mencapai USD 3,3 miliar dengan sekitar 476.600 pekerjaan yang didukung. Proyeksi ini merupakan skenario dalam studi, bukan kepastian hasil.

Di tingkat regional, lima negara yang dikaji menghasilkan estimasi pendapatan USD 9,1 miliar dan nilai tambah USD 8,2 miliar pada 2025. Ringkasan resmi Access Partnership memproyeksikan nilai tambah mencapai USD 12,2 miliar pada 2030 dalam skenario dasar atau USD 14,2 miliar dalam skenario dipercepat.

Tiga Kebutuhan untuk Memperkuat Studio Lokal

Director of Global Public Affairs (APAC) Tencent, Monrawee Ampolpittayanant atau Lynn
Director of Global Public Affairs (APAC) Tencent, Monrawee Ampolpittayanant atau Lynn. (Gizmologi/ Yuslianson)

Pertama, studi merekomendasikan perluasan akses pembiayaan. Instrumen seperti hibah prototipe, pendanaan pendamping, dan pinjaman berbunga ringan dapat membantu studio membawa proyek dari tahap pengembangan menuju pasar.

Kedua, studio membutuhkan jalur yang lebih sederhana untuk mendaftarkan, menilai, dan memanfaatkan IP dalam pembiayaan. Dukungan ini diarahkan agar karya dapat dikembangkan menjadi bisnis yang berkelanjutan dan mempertahankan lebih banyak nilai ekonomi bagi pelaku lokal.

Ketiga, pengembangan talenta perlu terhubung dengan kebutuhan industri dan peluang internasional. Laporan merekomendasikan kurikulum khusus, penempatan kerja di industri, serta kegiatan penjajakan bisnis untuk mempertemukan studio dengan calon mitra.

“Peluang saat ini adalah mengubah kekuatan pasar Indonesia menjadi ekosistem kreatif dan produksi yang lebih kuat,” kata Director of Global Public Affairs (APAC) Tencent, Monrawee Ampolpittayanant atau Lynn.

Lynn berharap riset tersebut menjadi bahan pembahasan lebih lanjut mengenai dukungan yang dibutuhkan studio dan kreator, khususnya untuk para pelaku industri game Indonesia.

“Kami berharap riset ini dapat mendorong dialog lebih lanjut antara pemerintah, industri, dan komunitas kreatif mengenai kondisi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tersebut,” ujar Lynn.

Bagi studio game Indonesia, persoalan yang disorot laporan berada di sepanjang proses bisnis: memperoleh modal untuk membuat prototipe, mengembangkan IP, merekrut talenta yang sesuai, hingga menemukan mitra untuk membawa game ke pasar lebih luas.

Author
c70daf8cb88e5b64af2dfc06ad329daf0e72c73b469271e738c96945906b58d2?s=80&d=mm&r=g

Yus Lianson

Editor and content creator at Gizmologi. Tech and gaming enthusiast with over 10 years of experience as a journalist.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Permudah Pembayaran, Kredivo Hadirkan Zero-click Checkout di Bukalapak
Netflix Mulai Berlakukan Iklan Berbayar di 12 Negara
Fokus Jadi Dompet Digital, Sekarang GoPay Punya Aplikasi Sendiri
Market Indodax Catat Kenaikan Harga Bitcoin Sebesar 65%, Saatnya Berinvestasi di Pasar Kripto?
SeaBank Rayakan Lima Tahun, Klaim Layani Lebih dari 30 Juta Nasabah
TAGGED:#HeadlineAccess Partnershipekonomi kreatifgameGame IndonesiaGame LokalIndustri Game IndonesiaTencentWCCE 2026
Share This Article
Facebook Pinterest Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Threads Bluesky Email Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Cry0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Surprise0
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Latest Stories

GEEKOM Indocomtech 2026
GEEKOM Ramaikan Indocomtech 2026, Pamerkan AI Mini PC A9 Mega Berperforma Andal Serta Laptop Super Ringan
Komputer Laptop PC / Desktop
FLOQ
Analisis FLOQ: Ekspansi Aset Digital Syariah Berpeluang Hadirkan Ragam Inovasi di Indonesia
Fintech News
canva craft 2
Canva Craft: Inovasi Model AI Pembuat Gambar Canggih untuk Desainer di Seluruh Dunia
Apps News
AMD
Kemitraan Strategis AMD dan Meta Hadirkan Infrastruktur Berkinerja Tinggi untuk Era Superintelligence
Business News

Latest Review

Lenovo IdeaTab Plus
Review Lenovo IdeaTab Plus: Tablet Rasa Laptop yang Nyaman dan Ringan
Review Dune: Awakening
Review Dune: Awakening, Arrakis Memikat tapi Bikin Penat
The Blood of Dawnwalker
Review Game The Blood of Dawnwalker: RPG Vampire dengan Konsep Waktu Unik
ASUS ROG Azoth X
Review ASUS ROG Azoth X: Keyboard Gaming Premium dengan Layar LCD, Nyaman Untuk Harian
realme16ProHarryPotterEdition
Review realme 16 Pro Harry Potter Edition: Ketika Dunia Hogwarts Masuk ke Smartphone
Gizmologi.idGizmologi.id
Follow US
© 2025 Gizmologi by PT Konten Cipta Kreatif. All Rights Reserved.

Our Family: Gadgetdiva - Otodiva - Traveldiva

  • Home
  • Tentang Gizmologi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • PRNewswire
Memuat Komentar...
icon gizmologi icon gizmologi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?