alexa

Teknologi Baru Electronic Arts Bisa Kostumisasi Karakter Bermodal Foto!

Jakarta, Gizmologi – Sebagai sebuah perusahaan game raksasa, Electronic Arts (EA) terus menerus melakukan inovasi tanpa henti demi menjaga eksistensi mereka. Meski sering dianggap terlalu money oriented, namun perusahaan asal Amerika Serikat ini harus diakui memiliki kontribusi besar dalam industri game. Hal terbaru datang dari pengembangan teknologi yang mereka lakukan, khusus untuk kostumisasi karakter.

Kostumisasi karakter dalam sebuah game modern memang sudah jadi bagian tak terpisahkan. Proses kreasi karakter dari gamer membuat mereka menghadirkan sosoknya sendiri sebagai protagonis dalam permainan. Bukan saja permainan jadi lebih seru, tapi juga mendorong kedekatan emosional dengan judul game yang dimainkan.

Lewat tim risetnya, Electronic Arts mendorong proses kostumisasi karakter melompat ke tingkatan baru. Apabila sebelumnya gamer perlu melakukan editing secara perlahan untuk setiap detail karakter. Maka lewat teknologi terbaru ini, gamer hanya perlu bermodal foto sosok tertentu untuk dijadikan karakter dalam permainan. Sisanya akan dikerjakan teknologi yang memindahkan sosok dalam bingkai foto menjadi karakter yang dapat dimainkan.

Paten teknologi Electronic Arts tidak berhenti sampai situ saja. Sebab bukan hanya karakter yang diolah teknologi. Pakaian dan aksesoris yang dikenakan sosok dalam foto juga dapat diolah dalam format 3 dimensi yang dapat digunakan.

Baca juga: Rahasia Melesatnya Industri Game Tiongkok Raih Pengguna dari Seluruh Dunia

Electronic Arts Juga Miliki Paten Proses 2 Dimensi

electronic arts

Sebelum memantenkan teknologi olah foto menjadi karakter digitial seperti ini. Electronic Arts juga sudah memiliki paten untuk proses pengolahan gambar 2 dimensi menjadi kostumisasi model 3 dimensi. Dan telah dipersiapkan untuk menjadi fitur andalan pada judul game simulasi The Sims mereka.

Dengan beragam judul game yang mereka miliki, panten semacam ini tentu menjadi sangat potensial digunakan untuk meningkatkan mutu game itu sendiri. Terutama pada bagian pengaturan kostumisasi karakter. Bayangkan wajah dan postur tubuh gamer tersaji ideal dalam game seri FIFA. Melihat diri sendiri bermain sepakbola bersama atlet profesional dari seluruh dunia tentu jadi pengalaman mengasyikan.

Teknologi paten semacam ini juga mendorong pengembangan karakter dalam game role playing game. Di mana, gamer tidak lagi dibatasi pada kreasi default dari developer untuk setiap karakter yang dimainkan.

Tinggalkan komen