Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Berkembang Pesat, Ini Langkah realme Capai 50 Juta Pengguna

3 1.963

Meski baru dua tahun berdiri, siapa yang tak mengenal jenama asal Shenzhen, China yang satu ini? Hadir dengan produk smartphone yang atraktif secara harga dan spesifikasi, realme dikenal sebagai merk yang mengalami perkembangan sangat pesat.

Bahkan oleh lembaga riset ternama, Counterpoint telah menobatkan realme sebagai “World’s Fastest Growing Smartphone Brand” untuk periode kuartal ketiga tahun 2020. Dalam laporannya, tercatat realme berhasil mengapalkan 14,8 juta unit smartphone, jadikan realme mengisi posisi ke-7. Dalam 9 kuartal, realme telah berhasil kapallkan 50 juta unit smartphone.

Jika dibandingkan dengan salah satu merk paling ternama, pencapaian tersebut jauh lebih cepat dari Apple yang membutuhkan waktu empat tahun, meski sejatinya tidak “Apple-to-Apple”. Pencapaian ini tak luput dari keputusan-keputusan yang selama ini dibuat oleh Sky Li, yang saat ini menjabat sebagai CEO dari realme. Bagaimana ia memulai perjalanannya yang dimulai dari 10 orang saja?

Baca juga: Bocoran resmi realme “Race”, Flagship dengan Snapdragon 888

Dimulai Sejak Penentuan Awal Perjalanan Pada April 2018

Sky Li, CEO realme
Sky Li, CEO realme (Sumber: Financial Times/Handout)

Dalam sebuah rilis yang diterima Gizmologi (7/12), diceritakan latar awal Sky Li mengantarkan realme sejak awal di bulan April 2018. Saat itu, Sky Li bercakap dengan sebuah platform e-commerce lokal, di mana ia menemukan fakta dari pasar bila masih banyak anak muda di tiap negara yang menyampaikan ketidak puasannya saat membeli smartphone. Umumnya, kelompok tersebut membeli produk secara daring.

Dari situlah, Sky Li menemukan sebuah potensi di pasar smartphone yang sebenarnya sudah padat. Kemudian ia ambil filosofi performa terdepan, dipadukan dengan desain trendi. Tantangan besar lainnya adalah harga produk yang pantas, karena target utamanya adalah pasar anak muda.

Dengan segera, ia membentuk sebuah tim berisi hanya 10 orang saja, dan smartphone pertama realme hadir di pasaran setelah 30 hari persiapan. realme 1 hadir pertama kali di pasar India pada bulan Mei. Lewat produk tersebut, realme dengan cepat duduki posisi kedua di online smartphone marketplace India, dalam kategori penjualan bulanan.

Memulai Perjalanan di Indonesia di Oktober 2018

pendatang baru smartphone

Sementara peluncuran pertama realme di Indonesia dimulai pada 9 Oktober 2018, di mana saat itu hanya ada 4 orang dalam tim. Salah satunya adalah Josef, yang saat ini menjabat sebagai Managing Director realme Timur Tengah dan Afrika. Saat itu ia bertugas menjadi pembicara utama, serta bertanggung jawab atas pengaturan dan pelaksanaan acara peluncuran.

Saat memasuki pasar Indonesia, realme melihat ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu keunggulan produk serta banderol harga terbaik. Kedua poin tersebut kemudian digunakan realme untuk menyiapkan “senjata”. Tak lama kemudian, realme 2, 2 Pro dan realme C1 hadir untuk mengisi pasar yang berbeda.

Belum genap satu tahun, realme berhasil menduduki nomor satu kategori volume penjualan daring di Lazada. Sampai pada Agustus 2020 kemarin, realme secara global telah hadir di 61 pasar di dunia, mencakup 5 benua. Juga mengisi posisi 5 teratas di 13 pasar smartphone, sesuatu yang tak kalah membanggakan.

Bakal Terus Menjadi Pemopuler Teknologi Smartphone & AIoT

Desain realme Watch S

realme juga menjadi satu-satunya merk yang pertahankan tingkat pertumbuhan, selama dua kuartal berturut-turut di tahun 2020. Di kawasan Asia Tenggara sendiri, realme tumbuh sebesar 196% YoY dan 47% QoQ, masuk ke dalam 5 merek smartphone teratas di beberapa negara seperti Filipina, Malaysia, Indonesia, Thailand dan Vietnam.

Komitmen untuk menyediakan akses paling awal ke teknologi yang jadi tren terbaru akan diteruskan oleh realme. Termasuk untuk menjadi brand pemopuler, seperti teknologi pengisian daya 65W yang kini hadir di smartphone Rp3 jutaan seperti realme narzo 20 Pro. Dan secara paralel, perkuat posisinya sebagai pemopuler produk AIoT.

Sky Li terus memberdayakan kaum muda dan mendorongnya untuk menjadi berani, bekerja dengan mereka dan mendalami kebiasaan mereka supaya bisa lebih baik dalam berikan perangkat yang sesuai. Memimpin tim yang tergolong masih muda, dengan usia rata-rata kurang dari 30 tahun, menjadi kekuatan unik bagi realme dan patut diperhitungkan di pasar global.

[adrotate banner=”8″]

Tunjukkan Komen (3)