Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Kapasitas Penyimpanan Mesin CEIR Ditingkatkan, Kini Hingga 2 Miliar Nomor IMEI

Sejak diberlakukan pada pertengahan tahun 2020, mesin CEIR atau Central Equipment Identity Register yang difungsikan untuk menampung nomor IMEI smartphone di Indonesia memiliki kapasitas yang, meski secara nominal cukup besar, terhitung cekak yaitu 1,2 miliar. Hal tersebut pun menimbulkan beragam masalah sepanjang tahun ini.

­Meski nominalnya besar, 1,2 miliar nomor IMEI dirasa kurang untuk menampung semua nomor IMEI smartphone yang aktif di Indonesia. Belum lagi, satu orang bisa miliki lebih dari dua perangkat. Untuk mengakomodir masalah ini, akhirnya pemerintah memutuskan untuk menambah kapasitas nomor IMEI pada mesin CEIR menjadi signifikan lebih banyak.

Peningkatan tersebut memang sangat diperlukan. Mengingat selain banyaknya perangkat yang dimiliki oleh masyarakat, produsen smartphone juga terus-terusan produksi lebih dari ratusan ribu unit tiap periode, membuat jumlah smartphone dengan IMEI aktif terus bertambah secara pesat. Solusi pemerintah sebelumnya untuk melakukan pembersihan IMEI smartphone non-aktif juga dirasa kurang efektif untuk atasi masalah mesin CEIR yang kepenuhan.

Baca juga: Kapasitas Mesin CEIR Dikabarkan Tersisa untuk 55 Juta Nomor IMEI

Penyimpanan Mesin CEIR Ditambah 800 Juta Slot

Ilustrasi IMEI terdaftar mesin CEIR

Dikutip dari bisnis.com, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Informatika, Kemkominfo, Ismail menyebutkan bila adanya penambahan kapasitas nomor IMEI pada mesin CEIR ini ditujukan agar pada tahun 2021 mendatang tidak ada smartphone legal yang terblokir karena IMEI yang tidak terbaca. Penambahan kapasitasnya? 800 juta nomor IMEI, sehingga kapasitasnya saat ini menjadi 2 miliar.

“Benar, sudah ditambah 800 juta kapasitas. Sebelumnya, pemerintah sudah siapkan 1,2 miliar (kapasitas nomor IMEI), sehingga total menjadi 2 miliar slot untuk mendukung berlakunya kebijakan pengendalian IMEI ponsel pintar,” jelas Ismail. Selain penambahan kapasitas, regulasi IMEI dengan skema white-list juga bakal terus berjalan untuk smartphone lama, alias aktif sebelum April 2020.

Ismail berharap bila ke depannya tidak ada masalah teknis yang dapat menghambat penambahan kapasitas nomor IMEI pada mesin CEIR saat ini. Pemerintah, Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (AIPTI) dan Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) juga berkomitmen untuk bisa mendukung produksi dan penjualan smartphone di Tanah Air ke depannya secara legal.

“Sudah ada komitmen juga dari para produsen dan asosiasi. Kami akan menambahkan kapasitas dan sampai kuartal pertama nanti (2021), distribusi aman dan segala masalah sudah selesai,” tambah Ismail.

Bakal Dikelola Langsung Oleh Kemenperin

Penambahan kapasitas ini bakal selaras dengan tujuan yang direncanakan sebelumnya oleh pemerintah. Yaitu adalah sebagai perlindungan konsumen, serta menjaga kebocoran keuangan negara dari barang selundupan dan lainnya.

Hingga saat ini, mesin CEIR masih dikelola oleh Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI). Namun ke depannya, akan dihibahkan ke pemerintah untuk dikelola oleh Kementerian Perindustrian RI atau Kemenperin.

Pastinya, penambahan kapasitas ini bakal akan mencapai titik penuh kembali di masa mendatang. Semoga jika sudah waktunya lagi, pemerintah bisa lebih responsif dalam menambahkan kapasitas penyimpanan nomor IMEI pada mesin CEIR tersebut. Agar beberapa kasus nomor IMEI tidak bisa terdaftar pada perangkat baru seperti yang dialami ASUS ROG Phone 3 kemarin tidak terulang kembali.

Tinggalkan komen