Perjalanan POCO Sebagai Pendobrak di Pasar Smartphone Indonesia

Jakarta, Gizmologi – Sebagai merek smartphone yang relatif baru, pencapaian POCO terbilang membanggakan. Sub-brand dari Xiaomi ini pertama kali hadir di Indonesia pada 27 Agustus 2018. Produk pertama yang meluncur justru tidak memakai nama POCO, melainkan Pocophone F1.

Alvin Tse, Head of Poco Global, pada waktu mengenalkan Pocophone ke pasar smartphone Indonesia waktu itu mengatakan merek ini hadir dengan misi untuk menawarkan performa yang dibutuhkan oleh pengguna. Pocophone berupaya untuk meredefinisi pengalaman penggunaan smartphone. Saat ini, Alvin Tse didapuk menjadi Country Director Xiaomi Indonesia.

Pocophone F1 sempat menggebrak di Tanah Air saat peluncurannya. Dengan harga Rp4,5 jutaan, kita bisa mendapatkan smartphone dengan spesifikasi chipset flagship pada masanya. Tahun 2019, merek ini absen dengan tidak meluncurkan produk sama sekali. Kemudian kembali pada tahun 2020 dengan menggunakan nama yang lebih ringkas sesuai aslinya Poco F2 Pro.

POCO Menjadi Merek Independen

POCO X3 NFC IndonesiaAwal 2021 menjadi tonggak sejarah penting bagi POCO Indonesia, karena brand teknologi ini telah resmi menjadi brand independen dengan tim produk, penjualan, dan marketingnya sendiri. Dengan status baru tersebut, mereka dapat bergerak lebih bebas untuk meraih target pasar spesifik yang hanya dapat dijangkau dengan produk ekstrim POCO.

“POCO mengumumkan independensi perusahaan di awal tahun ini dan menjadi langkah awal brand ini untuk lebih berani dan bereksperimen dalam menjawab kebutuhan POCOfans melalui produk-produk kami. Kami yakin, langkah ini akan semakin memperkuat brand ini dan membawa pertumbuhan yang pesat di pasar Tanah Air,” ujar Andi Renreng, Head of Marketing POCO Indonesia, saat diskusi terbatas secara virtual Jumat (13/8).

Ia menambahkan, positioning POCO dirancang sebagai merek yang berbeda dengan produk yang menjadi pendobrak pasar. “POCO adalah produk bagi pengguna yang anti-mainstream, tidak ikut-ikutan kata orang, dan tahu apa yang dia mau. Para POCOFans adalah mereka yang mencari smartphone berperforma ekstrim dengan harga yang ekstrim,” imbuhnya.

Sepanjang perjalanannya, mereka memiliki tiga lini produk dengan segmentasi pasar masing-masing. Pertama, lini ‘M’ untuk entry level dengan produk yang sudah tersedia di pasar seperti POCO M3 dan M3 Pro 5G. Kedua, lini ‘X’ untuk kelas mid-range dengan produk yang sudah beredar ada X3 Pro dan X3 NFC.  Ketiga, Lini ‘F’ sebagai segmen flagship yang dimulai dari Pocophone F1, berlanjut F2 Pro dan kini hadir POCO F3.

Di setiap lini produknya, Andi menegaskan, POCO selalu memastikan untuk menawarkan spesifikasi ekstrim dan harga yang ekstrim. Karakteristik brand ini dijaga sehingga loyalitas pengguna terbangun menjadi satu komunitas solid.

Strategi POCO di Indonesia

Andi Renreng Head of Marketing POCO Indonesia
Andi Renreng, Head of Marketing POCO Indonesia

POCO memiliki filosofi “Everything you need, nothing you don’t” sebagai identitas dalam mengembangkan produk. Setiap produk dan spesifikasi yang dibawa merupakan jawaban dari kebutuhan fans. Agar tetap relevan dengan kebutuhan pengguna dan tren perkembangan teknologi, mereka juga memastikan untuk menghadirkan pembaruan teknologi yang pada akhirnya dapat melahirkan antusiasme pasar.

Hasilnya, pada Agustus 2021, POCO Global mengumumkan pencapaian jumlah pengiriman smartphone-nya yang telah melebihi 20 juta unit di seluruh dunia. Dan di bulan yang sama, berdasarkan laporan riset Canalys untuk Q2 2021, POCO X3 Pro menempati sepuluh besar produk smartphone favorit di Indonesia berdasarkan jumlah pengapalan. Pencapaian ini menegaskan respon positif pasar smartphone global terhadap merek ini.

Namun Andi berkilah bahwa target mereka saat ini bukan untuk menguasai pangsa pasar seperti masuk lima besar, meski itu menjadi salah satu tolok ukur kesuksesan. “Fokus kami saat ini adalah untuk melakukan edukasi pasar. Untuk mengenalkan POCO sebagai merek yang berbeda, tegas, dan mendobrak,” kata Andi kepada Gizmologi.

Langkah itu dilakukan dengan menjalin kolaborasi sejumlah seniman dan musisi indie. Seperti Ecko Show dari kalangan hip hop, rapper Tuan Tigabelas, visual artist Herzven, dan lain-lain. Selain itu, mereka juga baru saha meluncurkan POCO Store pertama di dunia yang ada di Indonesia. Ini merupakan Pop Up Store yang berada di area gaul anak muda yaitu skatepark dari Crooz.

Lebih lanjut, Andi menegaskan komitmen POCO dalam menghadirkan produk teknologi sesuai dengan kebutuhan. “Kami akan selalu berpegang teguh pada komitmen kami untuk menjawab kebutuhan para pecinta teknologi dengan menghadirkan produk teknologi tinggi. Nantikan kejutan lainnya dari kami yang akan menggemparkan pasar smartphone Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan komen