CEO OpenAI Sam Altman akhirnya buka suara setelah komentarnya mengenai penggunaan RAM di komputer pribadi menuai kritik. Lewat akun resmi miliknya di X, ia menyebut ingin masyarakat bisa memasang RAM sebanyak yang mereka mau.
Sam mengaku kesal karena ucapannya di podcast Cheeky Pint dianggap keluar konteks. Ia sempat mengganti nama tampilan akun X menjadi “Ram Altman” untuk menanggapi sindiran pengguna media sosial.
Baca Juga: ChatHPT Muhammadiyah: Ribuan Rujukan Tarjih Kini Bisa Dicari via AI
Klarifikasi tersebut muncul beberapa hari setelah komentarnya mengenai efisiensi penggunaan RAM di PC menjadi sorotan. Pernyataan awal bos OpenAI tersebut dinilai sebagian pengguna PC dan gamer lebih berpihak kepada kebutuhan pusat data AI, ketika harga memori komputer sedang menghadapi tekanan.
“Saya sebenarnya ingin dunia memiliki pasokan memori yang melimpah dan orang-orang bisa memasang RAM sebanyak yang mereka inginkan di komputer,” kata Altman, sebagaimana dikutip dari akun X, Jumat (6/11/2026).
Menurut Altman, dirinya sudah lama mendorong industri untuk meningkatkan produksi memori agar pasokan dapat memenuhi kebutuhan yang terus bertambah.
Dalam percakapan lain di X, seorang pengguna mempertanyakan mengapa Altman seolah menginginkan RAM milik masyarakat. Altman menjawab dengan kalimat singkat.
“Saya ingin kalian memiliki RAM sebanyak mungkin. Mari tingkatkan produksinya,” tulis Altman. Respons tersebut sekaligus menjadi sindiran balik terhadap anggapan CEO OpenAI ingin perusahaan AI memperoleh prioritas atas seluruh pasokan RAM dunia.
Krisis RAM Masih Jadi Persoalan Industri AI

Klarifikasi Altman tidak menghapus persoalan yang melatarbelakangi perdebatan tersebut. Perusahaan teknologi terus memperluas pembangunan pusat data untuk menjalankan layanan AI.
Permintaan tersebut membuat produsen komputer, smartphone, dan perangkat elektronik lain bersaing memperebutkan pasokan yang sama. Datanya cukup tajam.
TrendForce mencatat harga kontrak DRAM konvensional naik sekitar 93-98 persen secara kuartalan pada kuartal I 2026. Untuk kuartal IV 2026, kenaikannya diperkirakan melambat ke 10-15 persen.
TrendForce juga menyebut pasokan DRAM untuk PC pada 2027 berpotensi menyusut karena kapasitas produksi bergeser ke aplikasi server.
Dalam laporan The Verge, perkiraan Intel menyebut tekanan pasokan memori bisa berlangsung setidaknya hingga 2027. SK Hynix memperkirakan persoalan ini berpotensi berlanjut sampai 2030. Keduanya pandangan industri, bukan kepastian bahwa kelangkaan akan seberat itu sepanjang periode tersebut.
Bagi pengguna PC, ini berarti biaya membeli atau menambah RAM bisa tetap tinggi.
Namun, komentar Altman juga mengangkat pertanyaan yang lebih luas: apakah kapasitas memori lebih efisien digunakan melalui pusat data yang melayani banyak pengguna, atau tetap berada di perangkat pribadi yang memberikan kontrol lebih besar kepada pemiliknya?
Mengapa Sam Altman Pertanyakan RAM di PC Pribadi?
Bagi banyak pengguna PC, terutama gamer dan kreator konten, pernyataan bos OpenAI ini terdengar kontroversial karena RAM juga diperlukan untuk berbagai pekerjaan tidak terkait dengan AI.
Namun, ada konteks penting di balik komentarnya. Altman sedang membahas local inference, yakni proses menjalankan model AI langsung di perangkat pengguna tanpa harus mengirim seluruh pekerjaan ke server cloud.
Dalam obrolannya bersama John Collison di podcast tersebut, Sam Altman menyinggung pandangan menyebut model AI terbuka akan memungkinkan lebih banyak orang menjalankan AI pada komputer sendiri.

Menurut Sam Altman, keterbatasan model bisa dijalankan secara lokal tidak otomatis menyelesaikan persoalan kebutuhan infrastruktur komputasi. Altman menilai, keterbatasan model yang bisa dijalankan secara lokal tidak otomatis menyelesaikan persoalan kebutuhan infrastruktur komputasi.
Ia menjelaskan, ada masalah efisiensi ketika pasokan DRAM terbatas tersebar ke banyak komputer dan hanya digunakan untuk pekerjaan AI dalam waktu singkat.
“Dari perspektif alokasi global, sebenarnya sangat buruk jika setiap orang menyimpan sebagian pasokan DRAM dunia yang terbatas di komputer masing-masing dan hanya menggunakannya lima persen dari waktu yang ada,” ujar Sam Altman.
RAM yang diam di perangkat pribadi lebih sulit dimanfaatkan penuh dibanding RAM di pusat data melayani banyak pengguna sekaligus.
Pernyataan Sam Altman dinilai banyak pihak tidak peka, apalagi OpenAI disebut punya porsi besar pasokan RAM. Dilansir Engadget, Altman juga tidak memperhitungkan pengguna yang butuh RAM besar untuk hal lain, seperti bermain game, live streaming, atau menyunting video beresolusi tinggi.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

