Jakarta, Gizmologi – TECNO tampaknya mulai mengarahkan strategi produknya ke satu hal yang cukup jelas tahun ini: daya tahan baterai. Hal ini terlihat dari kemunculan TECNO Pova 8 dan TECNO Spark 50 Pro di database sertifikasi TUV.
Kedua perangkat ini memang belum resmi diluncurkan. Namun, detail yang terungkap dari sertifikasi tersebut sudah cukup memberi gambaran soal fokus utama yang diusung TECNO untuk generasi terbaru ini.


Menariknya, peningkatan yang dibawa bukan sekadar incremental. TECNO tampak cukup agresif dalam meningkatkan kapasitas baterai, bahkan jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Baca Juga: Huawei Pura 90 Pro Series Siap Meluncur, Desain Ikonik Masih Dipertahankan
Pova 8 Punya Baterai Jumbo yang Jadi Andalan

Pova 8 disebut akan dibekali baterai sebesar 7.750 mAh. Ini merupakan lonjakan signifikan dari pendahulunya yang hanya membawa kapasitas 6.000 mAh.
Dengan angka sebesar ini, Pova 8 berpotensi jadi salah satu smartphone dengan daya tahan terbaik di kelasnya. Untuk pengguna yang aktif bermain game atau konsumsi konten dalam waktu lama, peningkatan ini jelas terasa relevan.
Namun, ada konsekuensi yang perlu diperhatikan. Baterai besar biasanya berdampak pada bobot dan ketebalan perangkat. Tanpa optimasi desain yang baik, pengalaman penggunaan bisa jadi kurang nyaman dalam jangka panjang.
Spark 50 Pro Upgrade Lebih Halus, Tapi Tetap Signifikan

Di sisi lain, Spark 50 Pro hadir dengan pendekatan yang lebih moderat. Kapasitas baterainya mencapai 5.800 mAh, meningkat dari 5.200 mAh pada generasi sebelumnya.
Meski tidak sebesar Pova 8, peningkatan ini tetap menunjukkan komitmen TECNO dalam memperbaiki aspek daya tahan di seluruh lini produknya. Ini juga memberi opsi bagi pengguna yang menginginkan keseimbangan antara baterai dan desain yang lebih ringkas.
TECNO juga disebut mulai memanfaatkan teknologi Si/C (Silicon-Carbon), yang memungkinkan kapasitas lebih besar tanpa peningkatan ukuran yang terlalu ekstrem. Jika implementasinya optimal, ini bisa jadi keunggulan kompetitif.
Meski begitu, baterai besar bukan satu-satunya faktor penentu. Efisiensi chipset, optimasi software, hingga kecepatan charging juga akan sangat berpengaruh terhadap pengalaman nyata.
Secara keseluruhan, langkah TECNO ini cukup menarik. Mereka mencoba menjawab kebutuhan pengguna yang sering mengeluhkan baterai cepat habis. Tinggal bagaimana eksekusinya nanti saat perangkat ini resmi dirilis dan diuji secara langsung.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



