Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Tinder Luncurkan Fitur Video Chat untuk Pengguna di Indonesia

0 2.092

Adanya pandemi membuat orang-orang memilih untuk berkegiatan di dalam rumah. Mulai dari bekerja, berolahraga sampai berkomunikasi dengan teman dan keluarga secara virtual. Tak terkecuali bagi para lajang yang ingin menambah kenalan baru, kini lebih aktif untuk menggunakan aplikasi mobile dating seperti Bumble dan Tinder.

Menjadi salah satu aplikasi dating atau media untuk mencari kenalan baru paling populer di Indonesia, Tinder mencoba sediakan layanan baru untuk mengakomodir kebutuhan penggunanya. Ya, mulai hari ini, fitur Tinder video chat resmi diperkenalkan.

Berdasarkan survei yang diberikan untuk 5.000 pengguna Tinder di Amerika Serikat pada bulan Mei lalu, banyak dari pengguna aplikasi yang melakukan video chat setelah match di Tinder. Bahkan kebih dari 40% dari anggota Gen Z memilih untuk melakukan video chat terlebih dahulu, sebelum memutuskan apakah kedepannya bakal bertemu secara langsung atau tidak.

Baca juga: Swipe Right! Berlangganan Fitur Premium Tinder Kini Bisa Melalui Telkomsel

Apa Kegunaan Tinder Video Chat?

Tinder video chat

Tinder meluncurkan layanan video chat yang dinamakan Face to Face.

Untuk apa diluncurkan? Tinder sendiri belum memiliki alasan yang pasti. Mulai dari nge-date virtual, makan bersama sampai nonton serial satu season bersama-sama, Tinder membebaskan penggunaan fitur ini untuk seluruh pengguna yang terpilih untuk tes lebih dulu.

Tentunya, Tinder mengutamakan privasi untuk video chat ini. Sistemnya sama seperti obrolan yang bisa dijalin ketika dua orang sudah cocok atau mendapatkan status match. Fitur Face to Face hanya bisa diakses jika kedua pihak menyalakan fitur tersebut, alias mengiyakan untuk panggilan video. Tak ingin ditelpon pada hari tertentu? Pengguna dapat menonaktifkan fitur ini secara temporer kapan pun.

Panggilan video akan ditampilkan secara 50:50, sama dengan Instagram Video. Jika panggilan sudah selesai, aplikasi akan menanyakan apakah pengguna masih ingin kontak lewat video dengan kenalannya, plus pintasan untuk beri report atau laporan khusus ke tim Tinder.

tinder video chat

Fitur Face to Face Tinder Video Chat Masih Trial

Layanan ini digulirkan secara trial untuk beberapa pengguna yang dipilih secara acak, di negara-negara tertentu saja termasuk Indonesia. Sembari menguji pakai fitur Face to Face, Tinder akan terus memantau penggunaannya dan menerima input masukan.

Nantinya fitur ini bakal diluncurkan kepada seluruh penggunanya yang sudah melebihi 6 juta subscriber, paling banyak untuk aplikasi yang bukan gim. Dikutip dari CNN, hal ini didukung oleh rasa kesendirian penggunanya yang harus karantina mandiri selama wabah berlangsung. Membuat mereka lebih aktif untuk gunakan aplikasi sejenis Tinder.

Saat ini, Tinder telah diunduh lebih dari 340 juta kali dan sudah tersedia di 190 negara dalam lebih dari 40 bahasa. Parent company dari Tinder, Match, telah janjikan fitur video chat di Tinder sejak awal tahun ini. Sudah diuji coba sebelum wabah Covid-19, tingkat adopsinya kurang signifikan. Namun hasil itu berubah ketika pandemi hadir, dimana orang-orang memilih untuk bertatap muka secara virtual sebagai alternatif.

Selama pandemi juga, Tinder menggratiskan fitur Tinder Passport yang awalnya hanya tersedia bagi pengguna layanan berbayar Tinder Plus serta Gold. Fitur ini memungkinkan kamu untuk menjelajah ke negara lain, sehingga tidak terbatas jarak maksimum 160 kilometer dari lokasi saat ini. Dengan begitu, para penggunanya bisa mendapatkan kenalan lebih dulu sebelum memutuskan untuk bepergian ke suatu negara/tempat tertentu.