Jakarta, Gizmologi – TransTRACK dalam perayaan tujuh tahun mereka, mengumumkan ekspansi global mereka di berbagai bidang yang disesuaikan. Terdapat 10 negara yang menjadi target perusahaan dalam mengembangkan sayapnya di industri fleet intelligence dan supply chain integration.
“Memasuki tahun ketujuh, kami melihat momentum yang sangat kuat untuk scale-up secara global, khususnya di Asia Tenggara dan Timur Tengah,” ujar Anggia Meisesari, Co-Founder & CEO TransTRACK, di Jakarta Pusat, Rabu (15/4).
Meski niatnya berekspansi secara global, namun perusahaan tetap ingin melihat apa yang benar-benar dibutuhkan dalam negara yang akan mereka tuju. Selain itu, terdapat teknologi baru yang mereka adopsi untuk klien baru mereka.
Baca Juga: Laptop Gaming Acer Predator Helios Neo 16 Dorong Industri Esports Indonesia
TransTRACK Telah Berekspansi ke Lima Negara

Perusahaan yang lahir di 2019 ini telah berekspansi ke tiga negara yaitu Malaysia, Singapura, Australia, serta pasar utama Timur Tengah termasuk Arab Saudi dan Qatar. Perusahaan kini menargetkan ekspansi lanjutan ke Vietnam dan Thailand, serta pasar Timur Tengah lainnya seperti Oman, Bahrain, dan Kuwait.
Total ada 10 negara dan penetrasi ke 10 sektor industri utama hingga 2028 yang ditargetkan. Fokus ekspansi mencakup sektor maritim, pertambangan, dan perkebunan serta karakteristik high ARPU dan high switching cost.
Inovasi ini pun didasarkan karena industri fleet management global diproyeksikan mencapai lebih dari USD 30 miliar pada 2026 dan tumbuh hingga lebih dari USD 120 miliar pada 2035, menurut Global Market Insights. Di kawasan Asia Tenggara, pasar masih berada dalam fase awal namun dengan pertumbuhan tinggi, sebagaimana disoroti dalam berbagai studi termasuk laporan Berg Insight.

Selain itu, perusahaan juga mengatakan perusahaan bisa mengatasi permasalahan mulai dari inefisiensi operasional, konsumsi bahan bakar yang tidak optimal, hingga meningkatnya tuntutan regulasi dan ESG. TransTRACK menghadirkan platform fleet intelligence and compliance berbasis IoT, AI, robotics, dan data analytics yang memberikan visibilitas, kontrol, serta real-time operational intelligenceterhadap armada dan aset sebagai solusi permasalahan tersebut.
“Dengan dukungan AI-powered analytics seperti safety scoring, predictive maintenance, hingga carbon intelligence, kami membantu klien tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengelola risiko dan memenuhi tuntutan keberlanjutan,” ungkap Aris Pujud Kurniawan, Co-Founder & CTO TransTRACK.

Selain ekspansi, perusahaan juga mengadopsi pendekatan locally adaptive technology deployment, yang memungkinkan penyesuaian solusi dengan karakteristik operasional, regulasi, dan tingkat maturitas digital di masing-masing negara, sehingga memastikan implementasi yang lebih efektif dan berdampak langsung terhadap kinerja bisnis klien. Perusahaan juga memperkuat strategi finansial melalui optimalisasi monetisasi berbasis software, penguatan margin, serta alokasi capital yang disiplin.
Untuk menjawab kompleksitas industri lintas negara yang semakin dinamis, TransTRACK terus meningkatkan kapabilitas operasional melalui sistem monitoring proaktif, guaranteed SLA, serta penguatan customer success framework guna meningkatkan retensi dan memperpanjang siklus kontrak klien. Selain itu, perusahaan akan berfokus juga ke TransTRACK Academy dan Singapura akan berperan sebagai regional hub dalam mengorkestrasi ekspansi TransTRACK di Asia Tenggara dan Timur Tengah.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



