alexa

Review Huawei Band 6: Layar Lebih Besar, Smartband Terbaik Awal 2021

Untuk mengetahui informasi dan aktivitas kesehatan kita sehari-hari, kini tak perlu menggunakan sebuah perangkat wearable yang punya dimensi terlalu besar di pergelangan tangan. Perangkat kompak, tapi punya layar besar? Huawei Band 6 mencoba hadir dengan fitur unggulan tersebut.

Rasanya sekarang perkembangan produk smartband sudah tergolong pesat. Mulai dari yang awalnya hanya bisa menghitung jumlah langkah tanpa layar, kini sudah dilengkapi dengan dimensi layar yang secara diameter, bahkan menyamai smartwatch atau jam tangan pintar. Jujur, awalnya saya skeptis dengan keberadaan Huawei Band 6.

Namun setelah menggunakannya selama beberapa hari, rasa skeptis saya berhasil ditepis dengan pengalaman penggunaan yang, secara mengejutkan, sangat menyenangkan. Berikan value yang jauh lebih banyak dengan harga murah. Berikut ulasan lengkap dari Huawei Band 6.

Desain

Huawei Band 6 111

Menurut saya, seri pendahulunya, Huawei Band 4 merupakan salah satu smartband dengan desain yang terbaik. Bentuk bezel bodi yang punya sudut cukup tegas, plus mekanisme untuk melepas strap yang sangat presisi. Ketika melihat foto Huawei Band 6, sedikit skeptis bila dimensinya jauh membesar.

Namun setelah melihat dan menggunakannya secara langsung, ternyata tidak sebesar yang saya perkirakan. Meski, memang, pergelangan tangan saya tergolong besar, sehingga mungkin dimensi fisik perangkat ini bakal kebesaran bagi mereka yang umumnya gunakan smartwatch berukuran kecil. Yang saya apresiasi adalah kelengkapan warna yang disediakan.

Huawei Band 6

Mulai dari warna cerah hingga gelap, saya memilih Forest Green dengan warna hijau gelap tak terlalu mencolok. Menurut saya desainnya netral, tidak terlalu sporty, sehingga cocok untuk berbagai macam keperluan. Material strap silikonnya juga nyaman di kulit, meski berkeringat sekalipun. Dibuat dengan material tahan sinar UV.

Bobotnya juga masih ringan, sekitar 18 gram tanpa strap. Bisa dilepas pasang, mekanisme strap-nya memang sedikit sulit, mengharuskan saya menonton sebuah video tutorial di YouTube. Sementara pada bagian belakang bodi dapat ditemukan beberapa sensor yang dimiliki Huawei Band 6, termasuk pogo pin untuk proses pengisian daya. Alias tak menggunakan USB male seperti dulu.

Sambil membaca ulasan, kamu juga bisa menonton video live unboxing Huawei Band 6 di bawah ini:

Layar

Yang menjadi bintang utama pada perangkat ini adalah bagian layarnya. 148% lebih besar dari seri sebelumnya, Huawei Band 6 kini tampil dengan layar penuh 1,47 inci. Tanpa tombol sama sekali di permukaan depan, memanfaatkan input sentuh dan gestur geser kiri kanan untuk bernavigasi.

Layar Huawei Band 6

Layar Huawei Band 6 sudah menggunakan panel AMOLED, hanya saja belum didukung oleh fitur always-on display. Tampilan warnanya cukup menyenangkan di mata, dengan kontras yang tinggi serta warna hitam pekat. Dengan resolusi cukup tinggi di 194 x 368 piksel, melihat pesan teks yang masuk terasa mudah dan jelas.

Huawei Band 6

Ya, bila Huawei Band 4e hanya bisa menampilkan ikon notifikasi aja (karena layarnya yang imut), Huawei Band 6 justru menjadi sebuah smartband dengan layar paling lega yang pernah saya coba. Masih belum sebesar smartwatch kok, karena awalnya saya mengira dimensi bakal lebih mendekati Huawei Watch Fit. Nyatanya masih tergolong kompak.

Sayangnya, kecerahan layar belum bisa berubah secara otomatis. Sementara pengguna diberikan opsi agar layar menyala otomatis mengikuti durasi gerakan, atau diatur waktu menyala hingga 20 detik atau otomatis. Semakin lama durasi, semakin cepat baterai akan habis tentunya.

Proses Pemasangan ke Smartphone

Aplikasi Huawei Band 6

Bila hendak disambungkan ke Android, terdapat dua cara yang bisa dilakukan untuk memasangkan Huawei Band 6 dengan smartphone. Cara mudah adalah dengan scan QR code dalam paket penjualan, sementara cara kedua adalah dengan mengunduh Huawei Health dari Huawei AppGallery.

Ya, betul, dari Huawei AppGallery alias bukan dari Google Play Store—karena versi Play Store masih tertinggal, sehingga pengalaman terbaik disarankan mengunduhh dari AppGallery. Saya berharap, ke depannya Huawei berikan solusi yang lebih mudah. Update versi langsung dari aplikasi, misalnya.

Prosesnya sendiri tergolong instan. Cukup dengan akses Huawei Health, cari perangkat lewat Bluetooth dan secara singkat langsung bisa ditemukan dan dipasangkan. Setelah terpasang, ada beberapa pembaruan software yang langsung tersedia. Selain ke Android, juga mendukung perangkat iOS (versi 9.1 ke atas).

Fitur

Huawei Band 6

Semua fitur kesehatan yang umumnya dimiliki oleh sebuah smartband rilisan 2021, dimiliki oleh Huawei Band 6. Di dalam perangkat ini, terdapat tiga sensor utama yaitu akselerometer, giroskop dan denyut jantung. Dari ketiga sensor tersebut, banyak informasi aktivitas sehari-hari yang bisa direkam secara otomatis.

Denyut jantung, Langkah serta kualitas tidur sepanjang hari sih sudah biasa. Yang cukup spesial adalah pengukuran kadar saturasi oksigen (SpO2) di dalam darah yang bisa dibuat secara otomatis. Umumnya, fitur ini hanya bisa digunakan ketika pengguna akses manual. Oh ya, tanpa GPS ya, jadi memerlukan sensor dari smartphone untuk catat rute olahraga.

Aplikasi Huawei Health juga bisa tampilkan informasi dengan komprehensif, dan mudah dipahami oleh pengguna. Ketika bangun tidur, akan muncul notifikasi skor kualitas tidur, dengan beberapa poin yang disampaikan agar bisa ditingkatkan (seperti mengurangi konsumsi minum sebelum tidur, atau mematikan pencahayaan kamar).

Huawei Band 6 - Huawei Health

Belasan? Nope, total ada 96 jenis olahraga yang bisa dicatat oleh Huawei Band 6. Tersembunyi di menu ”Widgets”, terdapat opsi mulai dari pilates, taekwondo, karate, latin dance, ice skating sampai parkour. Hasil olahraganya juga bisa ditampilkan secara interaktif (khususnya yang menampilkan progress rute), bisa dibagikan secara mudah ke platform media sosial.

Karena layarnya yang besar, otomatis watchface pada Huawei Band 6 bisa tampilkan lebih banyak informasi. Pilihannya juga sangat banyak, lebih dari 50 kalau saya nggak salah hitung, dan tentunya bakal lebih banyak di waktu mendatang. Ada juga opsi untuk menggunakan foto sendiri yang ada di galeri foto smartphone kamu.

Baterai

Huawei Band 6

Kalau layarnya lebih besar, apakah baterainya jadi lebih boros? Tidak juga, bahkan Huawei mengklaim daya tahan maksimum hingga 14 hari atau 2 minggu pemakaian. Sementara untuk penggunaan kontinyu dengan mengaktifkan fitur kesehatan (pendeteksi denyut jantung, misalnya), diklaim sampai 10 hari. Apakah sesuai?

Setelah saya gunakan lebih dari 4 hari, baterai turun dari 70% ke 29%, sehingga rasanya sesuai dengan klaim 10 hari tersebut. Proses pengisiannya hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu jam dari habis sampai penuh. Caranya simpel, pakai sistem magnetik. Tapi jadi tidak se-fleksibel generasi lalu yang hanya perlu dicolok ke port USB-A.

Kesimpulan

Huawei Band 6 102

Silakan dibeli. Salah satu (kalau tidak) smartband terbaik di semester pertama 2021 ini. Layar yang lebih besar memberikan pengalaman penggunaan yang jauh lebih menyenangkan. Dengan dimensi yang masih relatif kompak—sebuah kombinasi yang pas. Ditambah fitur kesehatan yang lengkap.

Harganya pun tergolong terjangkau, bahkan sangat murah sepanjang masa pre-order. Saya hanya berharap, andai saja ada opsi untuk fitur always-on display meski bakal memakan konsumsi daya baterai signifikan. Setidaknya, sudah sempurna di kelasnya.

[rwp_box id=”0″]

Spesifikasi Huawei Band 6

Layar 1.47″ 368 x 194 AMOLED
Touchscreen
Warna Graphite Black, Amber Sunrise, Sakura Pink, Forest Green
Ukuran 10.99 (H) x 25.4 (W) x 43 (L) mm
Berat 18g (tanpa strap)
Ketahanan 5ATM water resistance rating (50m)
Konektivitas Bluetooth 5.0 LE
Sensor 3-axis accelerometer, optical heart rate sensor, gyroscope
Baterai 180mAh, up to 10-14 days
Harga Rp499.000 (Rp699.000 normal price)

Beli gadget Huawei di:

SHOPEE BLIBLI LAZADA JD.ID 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.