Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Review Samsung Galaxy A80: Eksperimen yang Menantang

Smartphone dengan kamera pop-up yang diinisasi oleh OPPO dan Vivo tengah menjadi tren. Kemudian merembet ke produsen lain. Samsung pun tak mau ketinggalan. Tetapi sebagai market leader, boleh jadi raksasa teknologi asal Korea Selatan ini punya ego agar tampil beda dan futuristik. Maka lahirlah Samsung Galaxy A80.

Smartphone ini pertama kali diperkenalkan pada ajang A Galaxy Event di Bangkok April silam. Tetapi pada waktu itu, Samsung Galaxy A80 masih berupa prototype. Ada beberapa fitur yang belum bekerja. Setelah menunggu cukup lama, tiga bulan kemudian tepatnya pada 18 Juli 2019, produk tersebut resmi diluncurkan di Indonesia.

Lamanya waktu peluncuran dengan pemasaran Galaxy A80 berbeda dengan produk Samsung lainnya. Di mana setelah diluncurkan secara global, hanya selang sehari hingga beberapa hari kemudian sudah bisa dipesan secara preorder. Ini secara tidak langsung menyiratkan bahwa tim engineer Samsung masih perlu waktu untuk bekerja keras selama tiga bulan agar produk ini layak masuk ke pasar.

Apa yang membuat proses pengembangan Samsung Galaxy A80 membutuhkan waktu lama? Tak lain adalah konsep rotating camera yang menjadi eksperimen Samsung. Ini adalah sistem kamera yang sama sekali baru, belum pernah ada di perangkat Samsung manapun, bahkan pada produk yang dirilis setelahnya sekalipun seperti Galaxy Note 10.

Nah, seperti apa sebenarnya perangkat ini? Simak review Samsung Galaxy A80 berikut ini.

DESAIN

Samsung Galaxy A80 designOke, kita mulai dulu dari desainnya. Karena bagian inilah yang memberi kesan awal ketika pertama kali melihat sesuatu. Dan Samsung Galaxy A80 ini berhasil memberikan kesan yang istimewa. Kesannya solid, kokoh dan mewah. Tetapi di sisi lain, terasa tebal dan berat dengan bobot 232 gram. Bandingkan dengan Galaxy A50 yang cuma 160-an gram.

Bagi sebagian orang yang menyukai perangkat ramping dan simpel, mungkin Galaxy A80 tidak cocok. Tetapi menurut pendapat saya, inilah smartphone seri Galaxy A dengan desain terbaik. Kesan yang timbul adalah, Samsung Galaxy A80 benar-benar terasa seperti perangkat kelas atas. Walau besar, tetapi masih terasa ramping dan pegangan ergonomis yang nyaman, memastikan pas di tangan.

Bagian belakang bukan plastik murahan, melainkan kaca yang dilapisi dengan Gorilla Glass dengan bingkai logam yang membuat sama premiumnya dengan iPhone atau Galaxy S10 yang paling mahal.  SamsungGalaxy A80 tersedia dalam tiga warna: Phantom Black, Angel Gold, dan Ghost White.

Masuk ke bagian detailnya, terdapat tombol power di sebelah kanan, dan volume rocker di sebelah kiri. Bagian depan dipenuhi layar dengan bezel yang sangat tipis. Bagian belakang terdapat kamera yang berjajar rapi di bagian atas yang menjadi nilai jual dari produk ini.

Di bagian bawah, ada port USB-C di tengah yang diapit oleh speaker dan slot SIM tanpa adanya dukungan microSD. Agak mengherankan mengapa hanya satu speaker padahal di bagian sampingnya pun kosong. Tetapi satu hal yang paling mengecewakan saya adalah tidak adanya jack headphone 3.5mm.

Sebenarnya ini tidak mengherankan mengingat tren perusahaan yang lebih menyarankan penggunaan headphone nirkabel. Namun ini memberi kesan Samsung kena karma sendiri. Karena pernah menyindir Apple yang menghilangkan jack 3,5mm di iPhone terbaru. Iklan tersebut kemudian dihapus setelah Samsung merilis Galaxy Note10 yang juga tidak menyertakan 3,5mm.

Dari sisi estetika, ini memang keren.  Karena meminimalisir lubang maupun tombol. Tetapi secara fungsi, jadi berkurang. Samsung memang menyediakan headset dengan kabel USB Type C. Bagi yang memiliki headset dari produsen lain dengan jack 3,5mm, terpaksa harus membeli konverter secara terpisah. Masalah ini juga yang bakal ditemui oleh para content creator, khususnya vlogger, di mana biasanya membutuhkan mic eksternal untuk menghasilkan kualitas audio yang lebih mumpuni.

Selain itu, kekurangan lain dalam hal desain adalah tidak mendukung sertifikasi IP68 seperti ponsel flagship Samsung maupun beberapa ponsel Galaxy A series yang dirilis tahun lalu. Jadi, jangan sekali-kali menggunakan ponsel ini untuk berenang ya.

Baca juga: Hands-on: Melihat Lebih Dekat Samsung Galaxy Note 10

LAYAR

Samsung Galaxy A80 layarManusia, atau bisa juga dalam hal ini produsen, tidak pernah puas. Ini pula yang membuat teknologi terus berkembang, termasuk dalam hal layar. Dulu layar masih monokrom dengan ukuran kecil, kemudian berwarna, makin lebar, bisa disentuh, kualitas makin tinggi. Itupun masih belum cukup. Atas nama estetika dan visual yang wah, bezel harus dibuat seminim mungkin.

Hal pertama yang menjadi penghalang adalah kamera depan, maka kemudian dibuatlah konsep poni hingga seperti pinhole. Itupun belum cukup, akhirnya kamera depan disembunyikan. Dengan sistem motorik, kamera bisa muncul ketika menu kamera depan diaktifkan. Setelah OPPO dan Vivo menginisiasi konsep pop-up, Samsung tak mau ketinggalan dengan menghadirkan konsep yang berbeda. Hadirlah rotating camera.

Hasilnya memang tampilan layar Samsung Galaxy A80 sangat keren. Benar-benar memenuhi layar. Bandingkan dengan Galaxy S10 dengan lubang di samping yang mengganggu, begitupun dengan yang terbaru Galaxy Note10 masih saja terdapat pinhole di tengah. Sementara Galaxy A80 adalah yang pertama mengusung layar penuh.

Samsung menyebut tampilan layarnya ini sebagai Cinematic Infinity Display. Layar sinematiknya memiliki resolusi Full HD+ berukuran 6,7″ dengan panel Super AMOLED yang menghasilkan rasio layar 20:9. Kualitas visual yang dihasilkan memang terlihat lebih detail. Bikin betah untuk menikmati konten hiburan.

KAMERA

Samsung Galaxy A80Kamera merupakan bagian yang paling menarik perhatian dari Samsung Galaxy A80. Untuk pertama kalinya, Samsung melakukan eksperimen baru dengan menghadirkan inovasi rotating triple camera. Ini memungkinkan konsumen dapat menangkap lebih banyak momen di sekelilingnya tanpa hambatan.

Jika biasanya smartphone memiliki dua bagian kamera, yaitu depan dan belakang untuk selfie, tidak demikian dengan Galaxy A80. Ponsel ini cukup punya satu bagian kamera yang secara default berada di bagian belakang. Terdapat tiga kamera canggih yang secara otomatis berputar dari bagian belakang ke depan ketika pengguna ingin mengaktifkan fitur front camera.

Dengan mekanisme rotating inovatif, kita bisa mendapatkan kualitas kamera depan untuk swafoto maupun vlog yang sama baiknya dengan kamera belakang. Inilah kelebihan utama dari rotating camera. Karena biasanya, kamera depan kualitasnya lebih rendah. Padahal dengan semakin banyak content creator, banyak yang memanfaatkan kamera depan tidak sekadar untuk swafoto, tetapi juga untuk membuat vlog maupun konten kreatif lainnya seperti video pendek Tiktok dan Insta Story.

Secara teknis, agar kamera dapat meluncur ke atas dan kemudian berputar dari dalam perangkatnya, diperlukan dua motor. Tambahan ini menurut Samsung tidak mungkin dilakukan untuk sebuah smartphone mengingat keterbatasan ruang untuk bagian-bagian yang dibutuhkan.

Untuk memitigasi hal ini, Samsung mengembangkan solusi yang tidak memerlukan komponen motor ekstra. Sekaligus memastikan tidak terjadi rotasi dini, berkat mekanisme lengkap dengan penguncian ‘gigi’, rel, dan kait. Teknologi inovatif ini kemudian mensyaratkan pengoptimalan motor untuk memastikan motor itu dapat memberi daya pada slide dan rotasi vertikal kamera.

Saat dicoba, rotasi kamera berlangsung mulus. Walau agak pelan dibanding kamera motoris lainnya. Tetapi sebagai catatan, proses kamera berputar mengeluarkan suara berdenging. Jika berada di ruangan yang mengharuskan untuk sunyi, maka ini bakal mengganggu.

Selain itu, temuan lain adalah LED Flash tidak berfungsi ketika kamera menghadap ke depan. Ini agak mengherankan padahal posisinya masih berada di satu area dengan kamera yang ikut berputar. Saat digunakan selfie, menu flash memang muncul. Tetapi itu bukan dari lampu LED flash, melainkan dari kedipan layar yang tentu hasilnya tidak akan sebagus LED.

Ketika dipakai untuk merekam video, menu LED Flash sama sekali tidak ada. Bagaimana jika ingin bikin vlog menggunakan kamera depan di kegelapan? Tetap gelap. Samsung memang membedakan menu antara kamera depan dan kamera belakang, tetapi melupakan fungsi penting yang dibutuhkan para content creator. Semoga saja ada update software yang bisa menangangi masalah tersebut.

Kamera Samsung Galaxy A80 mempunya konfigurasi berupa kamera utama 48MP, kamera ultra wide 8MP, dan kamera 3D ToF (Time of Flight). Kamera 48 MP memakai modul sensor Sony IMX586 48MP Quad Bayer dengan aperture F/2.0 yang dapat menghasilkan konten berkualitas prima. Tajam saat merekam objek di depan maupun objek diri sendiri.

Kemudian dengan lensa ultra-wide 8MP 123 derajat dengan aperture F/2.2, memungkinkan untuk mengambil foto dengan sudut pandang lebih luas. Cocok bagi yang gemar memotret pemandangan ataupun di dalam ruangan yang terbatas, sehingga terlihat lebih luas.

Hal yang tergolong baru adalah 3D Depth ToF Camera di mana sebenarnya sudah ada di Galaxy S10 5G, namun tidak beredar di Indonesia. Dengan sensor ToF, kita tak hanya bisa membuat foto Live Focus, tetapi juga Live Focus Video alias video bokeh yang membuatnya terkesan lebih profesional seperti dari kamera DSLR/mirrorless.

Bukan hanya itu saja, Samsung Galaxy A80 memanjakan para vlogger dengan fitur Super Steady yang sebelumnya hanya ada di seri flagship Galaxy S10. Fitur ini bisa membantu mengurangi guncangan pada saat merekam video. Hasilnya terlihat sangat smooth, padahal dipegang dengan tangan. Pengguna Galaxy A80 tidak lagi memerlukan gimbal.

Fitur lainnya yang berguna bagi pemula adalah Scene Optimizer. Karena dapat mengidentifikasi elemen foto dan video hingga 30 scene/subyek, kemudian mengoptimalkan scene/subyek tersebut untuk menghasilkan foto dengan warna yang lebih hidup dengan warna yang terang dan dinamis. Juga terdapat Flaw Detection secara otomatis akan memberikan notifikasi akan adanya potensi gangguan sebelum menangkap gambar.

Secara umum, kualitas hasil fotonya cukup bagus, walau belum bisa disebut istimewa. Reproduksi warna terlihat lebih menonjol dengan detail yang tajam saat foto di siang hari. Namun ketika foto di malam hari, kualitasnya menjadi berkurang. Masih bagus, tetapi mulai terlihat ada noise. Untuk foto, terdapat fitur night mode yang bisa meningkatkan hasil foto karena exposure yang lebih panjang. Namun jangan sampai tangan bergetar karena ini butuh waktu beberapa detik.

Sedangkan untuk video, hasil secara visual sangat baik. Dengan mode biasa, kita bisa beralih tampilan depan dan belakang tanpa perlu menyetop rekaman. Ini berguna bagi para vlogger solo-figher ketika sedang rekaman. Fitur Super Steady sangat bermanfaat ketika dipakai sedang merekam video sambil berjalan. Tanpa perlu gimbal, kita bisa merekam dengan stabil.

Tetapi sayangnya kualitas visual video yang baik tidak diimbangi dengan audio yang mumpuni. Saya mencoba merekam di keramaian, suara yang masuk volumenya tergolong kecil walau cukup bersih. Seharusnya, permasalahan ini bisa diatasi jika saja pengguna bisa memasukkan jack audio 3,5mm. Sayangnya fitur tersebut absen.

Saya belum memiliki adapter USB Type C yang bisa konversi ke jack audio 3,5 mm untuk disambungkan ke microphone external, apakah berfungsi atau tidak. Tetap saja, ini berarti pengguna butuh effort lebih untuk menghasilkan kualitas suara yang mumpuni.

Catatan lainnya, tidak direkomendasikan mengaktifkan fitur Super Steady pada malam hari. Karena kualitasnya akan langsung turun dengan signifikan.

Related Posts
1 daripada 229

Hasil kamera Samsung Galaxy A80

kamera standar
kamera ultra wide
di dalam ruangan
Mode auto
Night mode

Video standar mode Auto

Video dengan mode Super Steady

Hasil fitur Live Focus Video

FITUR

Dalam hal fitur, pada dasarnya semua ponsel Galaxy A series memiliki kesamaan. Karena memang dibangun di atas gen yang sama. Hanya spesifikasi dan fitur khusus saja yang disesuaikan dengan kelasnya. Samsung Galaxy A80 sendiri sampai saat ini merupakan seri paling tinggi di jajarain Galaxy A.

Ponsel ini menggunakan platform antarmuka baru andalan Samsung yaitu One UI. Antarmuka ini mendukung interaksi yang nyaman dan lebih cerdas termasuk One Handed Navigation. Kemudian Nigh Mode UI untuk memberi kenyamanan tampilan saat malam hari.

Untuk mendengarkan musik atau podcast, Samsung Galaxy A80 telah mendukung teknologi Dolby Atmos dengan kualitas suara 360 derajat.Sehingga menawarkan pengalaman mendalam saat bermain melalui earphone atau speaker Bluetooth.

Saat menyetel musik dengan speaker bawaan ponsel, hasilnya biasa saja. Ini yang saya sayangkan. Padahal dengan body sebesar itu, seharusnya bukan masalah menambah speaker satu lagi agar menghasilkan suara stereo. Sebenarnya, selain speaker yang berada di bawah, layar juga digunakan untuk output suara. Modul piezoelektrik menggetarkan layar, yang memindahkan getaran ke telinga. Namun tetap saja kualitas audio tidak maksimal.

Sebagaimana smartphone kekinian, Samsung Galaxy A80 mendukung On Screen Fingerprint yang memberikan pengalaman intuitif yang nyaman untuk mengontrol akses ke smartphone tanpa harus mengubah  posisi genggaman. Bukan sesuatu yang esensial, tapi cukup menarik dan terlihat lebih futuristik.

Yang lebih penting adalah faktor keamanan yang telah dipercayakan kepada Samsung Knox. Ini adalah platform keamanan dengan defense-grade dari Samsung yang dirancang untuk melindungi chipset hingga perangkat lunak. Sehingga memberikan ketenangan terkait privasi pengguna saat menggunakan Galaxy A80.

Selain itu, ponsel ini juga telah mendukung Samsung Pay yang saat ini baru mendukung pembayaran dengan platform DANA. Pengguna  dapat masuk ke situs web dan aplikasi dengan menggunakan otentikasi biometrik sebagai cara akses yang lebih mudah dan aman.

PERFORMA

Samsung Galaxy A80 ditenagai oleh SoC Snapdragon 730G dari Qualcomm. Ini merupakan chipset terbaru Qualcomm di kelas 7xx yang diperkuat dengan teknologi AI. Kinerjanya diklaim 2 kali lebih cepat saat membuka berbagai aplikasi dan 25% lebih cepat untuk graphics rendering ketika melakukan aktivitas gaming.

Didukung fitur premium Intelligent Performance Enhancer, Galaxy A80 mampu bekerja lebih keras, lebih cepat, dan lebih lama. Perangkat lunak pengoptimalan kinerja bertenaga AI-nya memaksimalkan CPU, RAM, dan kapasitas baterai perangkat, menyesuaikan efisiensi Galaxy A80 dengan kebutuhan sehari- hari.

Untuk kinerja, sama sekali tidak ada isu. Kendati tidak memakai chipset flagship 8xx, tetapi kinerja Galaxy A80 dengan Snapdragon 730 sanggup berlari kencang. Terlebih, chipset ini juga dioptimalkan untuk gaming, sehingga bakal nyaman dipakai bermain game dengan pengaturan paling tinggi sekalipun. Didukung dengan RAM 8GB, menjalankan banyak aplikasi sekaligus bukan masalah.

Untuk mendukung aktivitas pengguna yang “live”, Samsung Galaxy A80 dibekali baterai berkapasitas 3700 mAh. Untuk penggunaan normal, sekadar chat, browsing, akses media sosial yang tidak terus-terusan, ponsel akan bertahan hingga seharian penuh.

Ponsel ini dibekali teknologi baterai pintar yang diklaim bisa mempelajari rutinitas sehari-hari dan pola pengunaan aplikasi pengguna untuk mengoptimalkan konsumsi daya pada ponsel. Beserta Adaptive Power Saving Mode yang membuat baterai berjalan dengan lebih efisien untuk kinerja terbaik yang dibutuhkan. Bagaimanapun juga, untuk penggunaan intensif, terutama merekam video berdurasi panjang, maka daya tahan baterai akan cepat habis.

Kapasitas baterai 3700 mAh untuk generasi yang aktif dirasa terbatas. Untungya, Galaxy A80 dilengkapi dengan fitur pengisian daya cepat Super-Fast Charging 25W. Ponsel ini, bersamaan pula dengan Galaxy A70, merupakan produk pertama Samsung yang memakai Fast Charging 25W di mana sebelumnya adalah 15W.

Harga Samsung Galaxy A80

Samsung Galaxy A80 tersedia dalam tiga pilihan warna yaitu Phantom Black, Angel Gold, Ghost White. Ponsel ini sudah dibeli di Indonesia sejak 18 Juli 2019 yang lalu dengan harga Rp 9.499.000. Selain itu, Samsung juga menggelar paket bundling Galaxy A80 + Galaxy Buds dan Galaxy Watch edisi Blackpink yang dipasarkan dengan harga Rp. 14.999.000. Paket bundling edisi khusus untuk Blink, sebutan bagi penggemar setia Blackpink, ini hanya tersedia 500 unit saja.

Smartphone ini merupakan yang harganya termahal di jajaran Galaxy A Series keluaran 2019. Menggantikan posisi Galaxy A9 yang dirilis tahun lalu dan dibanderol dengan harga sama. Dan kedua ponsel ini sama-sama menjadi bahan eksperimen Samsung. Di mana Galaxy A9 merupakan ponsel pertama di dunia dengan empat kamera, sedangkan Galaxy A80 pertama dengan rotating camera.

Berdasarkan penelusuran saya di sejumlah situs belanja online seperti Blibli.com, rupanya Galaxy A80 cepat turun harganya. Karena belum sampai 1 bulan sejak peluncuran, harganya sudah turun lebih dari Rp500.000. Bisa saja itu berdalih sebagai harga promo karena ada harga dasar yang dicoret. Tetapi kalau sebagian besar harganya sudah di bawah Rp9 juta, besar kemungkinan memang sudah terkoreksi.

KESIMPULAN

Jikalau Galaxy A80 diibaratkan sebuah film, maka perasaan penonton adalah campur aduk (mixed-feeling). Ada hal-hal yang baru, keren, dan inovatif. Tetapi di sisi lain ada juga hal-hal yang mengecewakan.

Rotating camera adalah sesuatu yang keren. Tetapi boleh jadi karena teknologi ini adalah sesuatu yang baru dan masih membutuhkan pengembangan, Samsung tidak berani bertaruh dengan membenamkannya di smartphone flagship.

Buktinya, produk terbaru Samsung Galaxy Note10 yang dirilis belum lama ini, tidak memakai rotating camera. Ini menandakan bahwa Samsung pun masih belum terlalu percaya diri terhadap teknologi ini. Mungkin saja, di produk flagship generasi mendatang yaitu Galaxy S11, Samsung sudah menemukan solusi yang lebih baik.

Smartphone ini dirancang untuk generasi masa kini yang gemar membuat konten. Banyak fitur bagus yang ditawarkan. Tetapi di sisi lain, Samsung juga memangkas fitur esensial bagi para content creator. Ini membuat Samsung Galaxy A80 sebagai perangkat high-end yang nanggung. Tidak bisa melakukan performanya dengan maksimal, padahal dibanderol dengan harga yang cukup mahal. Selisihnya dibanding Galaxy A70 cukup besar.
Baca juga: Review Samsung Galaxy A70

Apakah smartphone ini layak beli? Semua tergantung kepada kebutuhan. Secara umum, terlepas dari beberapa catatan kekurangan yang sudah saya sebutkan di atas, perangkat ini mampu mengerjakan berbagai tugas dengan maksimal. Fiturnya pun melimpah dengan konsep yang futuristik. Kamu pasti bakal tampil beda jika menggunakan perangkat ini. Terlebih jika fans fanatik Blackpink, edisi khusus perangkat ini bakal menjadi koleksi istimewa.

Spesifikasi Samsung Galaxy A80

Galaxy A80
Klik gambar di atas untuk spesifikasi lengkap

General

  • Device Type
    Smartphone
  • Model / Series
    Samsung Galaxy a80
  • Released
    18 Juli, 2019
  • Status
    Available
  • Price
    Rp9.499.000

Platform

  • Qualcomm SDM730 Snapdragon 730 (8 nm)
  • CPU
    Octa-core (8 nm)
  • GPU
    Mali-G76 MP12
  • RAM (Memory)
    8GB RAM (LPDDR4X)
  • Storage
    128GB no microSD
  • Operating System
    Android 9.0 (Pie)
  • User Interface
    One UI

Design

  • Dimensions
    165.2 x 76.5 x 9.3 mm
  • Weight
    220 g
  • Design Features
    Front glass (Gorilla Glass 3),
    back glass (Gorilla Glass 6),
    aluminum frame
  • Battery
    Non-removable Li-Po 3700 mAh battery
    Fast battery charging 25W

Network

  • Network Frequency
    2G GSM, 3G WCDMA, 3G TD-SCDMA, 4G LTE FDD, 4G LTE TDD
    - 4G FDD LTE
    B1(2100), B2(1900), B3(1800), B4(AWS), B5(850), B7(2600), B8(900), B12(700), B13(700), B17(700), B18(800), B19(800), B20(800), B25(1900), B26(800), B28(700)
    - 4G TDD LTE
    B38(2600), B39(1900), B40(2300), B41(2500)
    - Gigabit LTE ready
  • SIM
    Dual SIM model (Hybrid SIM slot): one Nano SIM and one Nano SIM or one MicroSD slot (up to 400GB)
  • Data Speed
    HSPA 42.2/5.76 Mbps, Enhanced 4x4 MIMO/CA, LAA, LTE Cat.18

Display

  • Screen Type
    Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors
  • Size and Resolution
    6.7 inches, 1080 x 2400 pixels, 20:9 ratio (
  • Touch Screen
    Yes, Multitouch capacitive touchscreen
  • Features
    -Corning Gorilla Glass 3
    - in display fingerprint

Camera

  • Multi Camera
    Yes (Rear)
  • Rear
    48 MP, f/2.0, 26mm (wide), 1/2", 0.8µm, PDAF 8 MP, f/2.2, 12mm (ultrawide), 1.12µm TOF 3D camera, f/1.2, 30mm
  • Front
    Motorized pop-up rotating main camera module
  • Flash
    Yes, LED flash
  • Video
  • Camera Features
    panorama, HDR, super steady, super slo-mo, hyperlapse, video live focus

Connectivity

  • Wi-fi Wi-Fi is a popular wireless networking technology using radio waves to provide high-speed network connections that allows devices to communicate without cords or cables, Wi-Fi is increasingly becoming the preferred mode of internet connectivity all over the world.
    Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot
  • Bluetooth Bluetooth is a wireless communications technology for exchanging data between mobile phones, headsets, computers and other network devices over short distances without wires, Bluetooth technology was primarily designed to support simple wireless networking of personal consumer devices.
    Bluetooth® v5.0 (LE up to 2Mbps), ANT+
  • USB
    v3.1, Type-C 1.0 reversible connector
  • GPS GPS The Global Positioning System is a satellite-based radio navigation system, GPS permits users to determine their position, velocity and the time 24 hours a day, in all weather, anywhere in the world, In order to locate your position, your device or GPS receiver must have a clear view of the sky.
    Yes, GPS, Galileo, Glonass, BeiDou
  • HDMI HDMI (High-Definition Multimedia Interface) is a compact audio/video interface for transferring uncompressed video data and compressed or uncompressed digital audio data from a HDMI-compliant source device to a compatible computer monitor, video projector, digital television, or digital audio device.
    No
  • NFC NFC (Near field communication) is a set of standards for smartphones and similar devices to establish peer-to-peer radio communications with each other by touching them together or bringing them into proximity, usually no more than a few inches.
  • Infrared Infrared connectivity is an old wireless technology used to connect two electronic devices. It uses a beam of infrared light to transmit information and so requires direct line of sight and operates only at close range.
    No

Smartphone Features

  • Multimedia Features
    - MP4/DivX/XviD/WMV/H.264 player
    - MP3/WAV/WMA/eAAC+/FLAC player
  • FM Radio
    Yes
  • Web Browser Web Browser => a web browser is a software application used to locate, retrieve and display content on the World Wide Web, including Web pages, images, video and other files, The primary function of a web browser is to render HTML, the code used to design or markup webpages.
    HTML 5 with Android Browser, Google Chrome
  • Messaging
    SMS (threaded view), MMS, Email, Push Mail, IM
  • Sensors Sensors are electronic components that detects and responds to some type of input from the physical environment. The specific input could be light, heat, motion, moisture, pressure and location, The output is generally a signal that is converted to use in computing systems, a location sensor, such as a GPS receiver is able to detect current location of your electronic device.
    Fingerprint (under display), accelerometer, gyro, proximity, compass
    ANT+
  • Other
    - Bixby button
    - Samsung Pay (Visa, MasterCard certified)
    - Fast battery charging 25w
    - ANT+ support
    - S-Voice natural language commands and dictation